Friday, October 29, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Wall Street Melambung, Indeks Nasdaq dan S&P 500 Cetak Rekor

Posted: 28 Oct 2021 05:01 PM PDT

 


Best Profit (29/10) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat hingga mencapai rekor pada perdagangan Kamis, 28 Oktober 2021. Wall street cetak rekor seiring pendapatan yang kuat dari perusahaan-perusahaan besar sehingga mendukung kepercayaan investor.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 bertambah 0,98 persen ke posisi 4.596,42. Indeks Nasdaq melonjak 1,39 persen ke posisi 15.448,12. Indeks Nasdaq pun mencapai rekor intraday. Indeks Dow Jones melonjak 239,79 poin atau 0,68 persen ke posisi 35.730,48, tepat di bawah level tertinggi sepanjang masa.

Sementara itu, saham Ford menguat 8,7 persen dan mencatat kinerja terbaik pada 2021 setelah melaporkan pendapatan dan meningkatkan prospek. Produsen mobil ini mengatakan, peningkatan ketersediaan semikonduktor selama kuartal ini untuk meningkatkan produksi. best profit

Saham Merck dan Caterpillar juga menguat ikuti pendapatan. Saham Apple dan Amazon masing-masing naik 2,5 persen dan hampir 1,6 persen sehingga dongkrak indeks Nasdaq. Saham Tesla naik 3,7 persen melanjutkan pengautan setelah melaporkan kinerja keuangan yang mengalahkan harapan.

Hampir setengah dari perusahaan S&P 500 telah melaporkan pendapatan kuartal III 2021 dengan sebagian besar memberikan hasil lebih baik dari perkiraan.

"Penghasilan telah membantu dan pengingat bahwa pelaporan perusahaan Amerika Serikat sejauh ini lebih baik dari pada rata-rata jangka panjang," ujar Head of Thematic Research Deutsche Bank, Jim Reid, dilansir dari CNBC, Jumat (29/10/2021). best profit

Ia menambahkan, laporan keuangan perusahaan masih lebih sehat dibandingkan dengan sejumlah cerita kesuraman stagflasi yang terlihat hingga September dan awal Oktober mungkin membantu reli.

Di sisi lain, musim pendapatan kini terlihat titik lemah. Saham Northrop Grumman dan eBay ditutup melemah setelah laporan kuartalan yang mengecewakan.

Pergerakan saham terjadi dibayangi laporan data ekonomi AS yang mengecewakan. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal III 2021 mencapai dua persen di bawah harapan 2,8 persen. Angka itu menandai perlambatan dari pertumbuhan 6,7 persen pada kuartal II 2021. best profit

Namun, laporan kuartal III 2021 menangkap sebagian besar gelombang delta COVID-19 yang bergulir di Amerika Serikat tetapi sejak itu surut membuat sejumlah pihak percaya itu perlambatan jangka pendek.

"Kunci laporan produk domestik bruto (PDB) kuartal III untuk pasar, bagaimanapun tampaknya bukan tingkat pertumbuhan yang lebih lambat sebanyak musim panas lalu. Harga saham hari ini lebih fokus pada musim dingin dan bahkan musim panas mendatang dari pada yang terjdi musim panas lalu," ujar Direktur Pelaksana Goldman Sachs, Chris Hussey.

Ia menambahkan, waktu yang terdokumentasi dengan baik pada awal era setelah pandemi COVID-19. best profit

Sementara itu, catatan lebih positif untuk ekonomi, klaim pengangguran awal mingguan mencapai 281.000. Ekonom yang disurvei Dow Jones mengharapkan klaim 289.000.

"Saya pikir kami pasti kembali ke jalurnya. Kami telah melihat pengeluaran frekuensi tinggi datang jauh lebih kuat dari yang kami harapkan," ujar Chief Investment Strategist Delos Capital Advisors, Andrew Smith.

Wall Street juga menatau Washington. Partai Demokrat dan Presiden AS Joe Biden tampaknya telah mencapai kesepakatan tentang tagihan pengeluaran sosial senilai USD 1,75 triliun. Negosiasi atas RUU tersebut telah menunda pemungutan pada paket infrastruktur yang terpisah.

Sepanjang Oktober, indeks Nasdaq telah naik hampir 7 persen. Indeks S&P 500 bertambah 6,7 persen dan indeks Dow Jones menguat 5,6 persen. best profit

Sumber : Liputan6

Best Profit | Harga Emas Dunia Stabil Usai Bergerak Turun Naik

Posted: 27 Oct 2021 05:24 PM PDT

 


Best Profit (28/10) – Kenaikan pendapatan perusahaan teknologi mendorong beberapa investor memilih aset berisiko dan menurunkan harga emas dunia yang sempat turun naik. Ini meskipun ada penurunan dalam imbal hasil obligasi AS dan dolar yang lebih lemah membatasi kerugian.

Melansir laman Nasdaq, Kamis (28/10/2021) harga emas di pasar spot turun 0,4 persen menjadi USD 1.785,55 per ons, setelah penurunan tajam di sesi sebelumnya.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,2 persen menjadi USD 1.790,40 per ounce. best profit

Laporan perusahaan cukup mengesankan dan itu mengejutkan banyak orang … Saham teknologi AS adalah tempat favorit bagi banyak investor, yang meredam permintaan tempat berlindung yang aman saat ini," kata Edward Moya, Analis Pasar Senior di broker OANDA.

Tercatat jika saham pada sektor teknologi AS naik sekitar 0,2 persen menyusul laporan kuartalan yang kuat dari pemilik Google Alphabet Inc dan Microsoft Corp.

Menawarkan sedikit kelonggaran, indeks dolar merosot 0,2 persen terhadap para pesaingnya. Imbal hasil Treasury AS 10-tahun benchmark jatuh ke level terendah dua minggu, mengurangi biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. best profit

"Kami berada dalam periode konsolidasi untuk emas, tetapi saya pikir pada akhirnya kebijakan pengetatan dan kekhawatiran inflasi akan benar-benar positif untuk logam," kata Moya.

Sementara emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi, pengurangan stimulus ekonomi dan suku bunga yang lebih tinggi mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan biaya peluang memegang emas.

Investor sekarang menunggu pertemuan Bank Sentral Eropa yang berlangsung pada Kamis dan pertemuan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal AS pada 3 November untuk petunjuk lebih lanjut tentang garis waktu pengurangan. best profit

ECB diperkirakan akan mempertahankan kebijakan tidak berubah dan meninggalkan keputusan tentang program pembelian obligasi darurat pandemi hingga Desember.

Di sisi lain, harga perak turun 0,7 persen menjadi USD 23,96 per ounce. Analis StoneX Rhona O'Connell mengatakan minat pada perak sedang bangkit dan itu menjadi pertanda baik untuk emas.

Harga Platinum tergelincir 1 persen menjadi USD 1.017,82 per ounce. Harga Palladium anjlok 2 persen menjadi USD 1.969,75 per ounce. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, October 27, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Wall Street Kembali Tembus Rekor di Tengah Tekanan Saham Facebook

Posted: 26 Oct 2021 05:35 PM PDT

 


Best Profit (27/10) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat ke rekor tertinggi pada perdagangan Selasa, 26 Oktober 2021. Wall street melambung didukung perusahaan-perusahaan besar terus menghasilkan laporan keuangan kuartalan yang solid.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones naik 15,73 poin ke rekor tertinggi 35.756,88. Indeks Dow Jones sempat naik sekitar 150 poin ke posisi tertinggi sepanjang masa. Indeks S&P 500 bertambah hampir 0,2 persen mencapai rekor baru di 4.574,79. Indeks Nasdaq naik kurang dari 0,1 persen menjadi 15.235,71.

Pergerakan saham Facebook membebani rata-rata indeks utama pada tengah hari. Setelah diperdagangkan mendatar ke posisi lebih tinggi pada awal sesi perdagangan, saham Facebook turun lebih dari 5 persen, dan ditutup susut 3,9 persen. best profit

Kinerja Facebook melampaui harapan pendapatan analis tetapi meleset dari perkiraan untuk pendapatan dan pengguna aktif bulanan.

Tesla menghapus kenaikan harga sebelumnya, dan turun 0,6 persen pada perdagangan Selasa, 26 Oktober 2021 setelah perusahaan kendaraan listrik melonjak lebih dari 12 persen pada sesi sebelumnya untuk mencapai kapitalisasi pasar USD 1 triliun untuk pertama kalinya.

Di sisi lain, saham United Parcel Service melonjak 6,9 persen setelah perusahaan pelayaran itu membukukan keuntungan dan pendapatan yang kuat di semua segmen bisnis. Saham 3M turun 0,1 persen meskpun mengalahkan harapan pendapatan dan laba. best profit

Saham General Electric naik 2 persen setelah perusahaan mengeluarkan revisi ke atas untuk perkiraan pendapatan setahun penuh. Perseroan juga melaporkan laba kuartal III 2021 yang lebih tinggi dari yang diharapkan.

Hampir 30 persen perusahaan S&P 500 telah melaporkan pendapatan dan lebih dari 80 persen mengalahkan harapan wall street, berdasarkan perhitungan CNBC.

Perusahaan masuk S&P 500 akan mencatatkan pertumbuhan laba sekitar 35,6 persen pada kuartal III 2021.

"Pendapatan perusahaan telah menjadi katalis utama di balik rekor tertinggi baru-baru ini karena permintaan yang kuat terus mengimbangi kendala pasokan dan tekanan harga," ujar Chief Market Technician Piper Sandler, Craig Johnson dilansir dari CNBC, Rabu (27/10/2021). best profit

Saham Alphabet dan Microsoft menguat jelang rilis laporan keuangan. Pasar mengharapkan laba kuartalan Microsoft menguat didukung bisnis utama Azure. Di sisi lain, analis memperkirakan pendapatan Alphabet naik 43 persen year over year (yoy).

Twitter, Advanced Micro Devices dan Robinhood juga melaporkan pendapatan kuartalan pada perdagangan Selasa pekan ini.

"Musim laporan keuangan dimulai dengan awal baik, tetapi sekarang ujian besarnya adalah apakah nama-nama perusahaan teknologi akan meningkat?," ujar Chief Market Strategist LPL Financial, Ryan Detrick.

Ia menambahkan, dengan saham di level tertinggi sepanjang masa, standarnya memang cukup tinggi dan teknologi perlu mengesankan untuk membantu membenarkan gerak saham pada level saat ini.

Dari sisi data ekonomi, kepercayaan konsumen Amerika Serikat naik pada Oktober, membalikkan tren penurunan tiga bulan, menurut Conference Board. Indeks kepercayaan konsumen naik ke posisi 113,8 melampaui harapan Dow Jones di 108 dan naik dari posisi 109,8 pada September 2021. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, October 26, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Wall Street Melambung, Indeks Dow Jones hingga S&P 500 Sentuh Rekor Tertinggi

Posted: 25 Oct 2021 05:09 PM PDT

 


Best Profit (26/10) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ataiu wall street yang menyentuh rekor tertinggi pada Senin, 25 Oktober 2021 menyusul investor bersiap hadapi laporan keuangan perusahaan teknologi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones menguat 64,13 poin atau 0,18 persen menjadi 35.741,15. Indeks S&P 500 naik 0,47 persen ke posisi 4.566,48. Indeks Nasdaq memimpin penguatan dengan melambung 0,90 persen menjadi 15.226,71 seiring penguatan saham Tesla.

Pionir kendaraan listrik tersebut melaporkan pendapatan dan laba pekan lalu yang sentuh rekor dengan saham naik lebih dari 12 persen. Kapitalisasi pasar Tesla menyentuh posisi USD 1 triliun atau setara Rp 14.160 triliun (asumsi kurs Rp 14.161 per dolar Amerika Serikat). best profit

Hal ini setelah Morgan Stanley menaikkan target harga saham Tesla menjadi USD 1.200 per saham atau setara Rp 16,99 juta dari USD 900 atau setara Rp 12,74 juta.

Perusahaan penyewaan mobil Hertz juga mengumumkan akan pesan 100.000 kendaraan Tesla. Pergerakan tajam untuk saham membantu pasar mulai pekan ini dengan kuat jelang musim laporan keuangan yang sibuk.

Raksasa teknologi Alphabet, Microsoft, Amazon dan Apple akan rilis laporan keuangan pada pekan ini. Sejumlah perusahaan yang masuk anggota Dow Jones juga rilis kinerja keuangan antara lain Caterpillar, Coca Cola, Boeing dan McDonald's. best profit

"Pada pekan ini musim laporan keuangan yang dapat berhasil atau merusak. Harapan kami adalah untuk hasil yang positif," ujar Co-Head of Investment Strategy Bernstein Private Wealth Management, Alex Chaloff dilansir dari CNBC, Selasa (26/10/2021).

Ia berharap saham teknologi mulai berkinerja baik lagi setelah mengambil "nafas" dalam beberapa bulan terakhir di wall street. Saham Facebook naik 1,3 persen setelah susut pada awal sesi perdagangan. Apple juga menghapus kerugian awal dengan cenderung mendatar. Saham Amazon dan Microsoft susut kurang dari 1 persen.

Saham energi juga menjadi kekuatan bagi wall street pada awal pekan. Harga minyak menjadi katalis setelah harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka menyentuh posisi USD 85 per barel. Saham Exxon Mobil naik hampir dua persen, dan Chevron menguat 0,9 persen. best profit

Wall street mencatatkan penguatan didorong laporan keuangan perusahaan yang kuat. Indeks Dow Jones naik lebih dari 1 persen pada pekan lalu dan ditutup menyentuh rekor pada perdagangan Jumat, 22 Oktober 2021.

Indeks S&P 500 naik 1,7 persen pekan lalu, dan membukukan kinerja posisit selama tiga minggu berturut-turut dan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.

Dari 117 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan pendapatan hingga saat ini, 84 persen membukukan angka yang mengalahkan harapan, berdasarkan Refinitiv. Perusahaan masuk S&P 500 akan menumbuhkan laba sekitar 35 persen pada kuartal III 2021. best profit

"Meningkatnya laba menjadi bahan bakar ke pasar," ujar Global Investment Strategist Commonwealth Financial Network, Anu Gaggar.

Ia menambahkan, musim laporan keuangan kuartal III 2021 dimulai dengan awal yang kuat meski ada kekhawatiran tentang kemacetan pasokan dan kekurangan tenaga kerja.

Sepanjang Oktober 2021, rata-rata indeks acuan membukukan kenaikan yang solid. Indeks Dow Jones dan Nasdaq mencatat kenaikan lebih dari lima persen pada Oktober 2021. Indeks S&P 500 menanjak 6 persen. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, October 25, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Inflasi Global Bergejolak, Harga Emas Potensi Naik hingga USD 1.830 per Ounce

Posted: 24 Oct 2021 05:00 PM PDT

 


Best Profit (25/10) – Ancaman inflasi yang meningkat jadi faktor paling berpengaruh untuk pasar emas. Sejumlah analis meramal, harga emas berpotensi bisa melesat hingga kisaran USD 1.830 per ounce.

Pada Jumat (22/10/2021) pekan lalu, harga emas didorong ke level tertinggi selama enam pekan. Itu karena meningkatnya tekanan inflasi yang telah mendorong tingkat impas (breakeven rate) dalam obligasi 5 tahun ke level tertinggi dalam satu dekade.

Inflasi merupakan masalah global yang terus berkembang saat ini. Data Kanada pada pekan lalu menunjukkan, harga konsumen naik ke level tertinggi dalam 13 tahun pada bulan lalu. best profit

Sementara di Inggris, tekanan inflasi tetap tinggi dan di atas target Bank of England selama dua bulan berturut-turut.

Namun, emas kehilangan pengaruh kuatnya saat harga jualnya jatuh USD 30 dalam hitungan menit pasca Ketua The Federal Reserve Jerome Powell yang beritikad mengurangi ancaman inflasi.

Mengutip dari laman kitco.com, Senin (25/10/2021), Powell menegaskan pandangannya bahwa bank sentral AS berada di jalur yang tepat untuk mengurangi pembelian obligasi bulanan sebelum akhir 2021. Dia menambahkan, pembelian obligasi bulanan diharapkan akan berakhir pada pertengahan 2022.

Namun, tidak semua analis yakin bahwa Powell dan The Fed akan mampu mengatasi ekspektasi inflasi yang meningkat. best profit

Daniel Pavilonis, broker komoditas senior di RJO Futures, mengatakan bahwa kenaikan imbal hasil dapat menunjukkan ekspektasi inflasi menjadi tidak terkendali. Dengan aktivitas ekonomi yang mulai melambat, The Fed akan memiliki perangkat yang terbatas.

"Saya tidak berpikir The Federal Reserve memiliki kemampuan untuk membawa inflasi kembali terkendali. Kami melihat risiko stagflasi terus tumbuh dan itu akan baik untuk emas dan semua komoditas. Emas akan baik-baik saja, seperti investor melihatnya sebagai aset waktu," tuturnya. best profit

Managing Partner di Wilshire Phoenix Wade Guenther mencermati, laju inflasi saat ini didorong oleh terus terganggunya rantai pasokan global. Menurutnya, krisis pasokan bisa berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan, yang berarti inflasi akan tetap tinggi.

"Tidak ada yang bisa dilakukan The Federal Reserve untuk memperbaiki rantai pasokan. Ini bukan inflasi yang didorong oleh permintaan konsumen," ungkap dia.

Di sisi lain, Wade turut menyoroti pernyataan Powell, yang sempat mencatat adanya pelebaran risiko saat gangguan rantai pasokan bertahan lebih lama dari yang diharapkan, sehingga bakal menjaga inflasi tetap tinggi hingga 2022.

Namun, dia menegaskan, permasalahan dasarnya adalah untuk mengatasi kemacetan pasokan, dan menurunkan angka inflasi kembali ke level 2 persen. best profit

Sumber : Liputan6

Friday, October 22, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Stabil di Tengah Kekhawatiran Inflasi Lawan Kenaikan Imbal Obligasi

Posted: 21 Oct 2021 05:27 PM PDT

 


Best Profit (22/10) – Kekhawatiran tentang inflasi dan kondisi sektor properti China yang diimbangi tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi AS mendorong harga emas dunia stabil di tengah perdagangan yang naik turun.

Melansir laman Nasdaq, harga emas di pasar spot sedikit berubah menjadi USD 1.780,10 per ons. Adapun emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,25 persen menjadi USD 1.780,50 per ounce.

"The Fed akan menurunkan suku bunga dan imbal hasil akan mencapai level tertinggi sepanjang masa sehingga tidak ada alasan bagi orang untuk memarkir uang mereka di aset keamanan yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line. Futures di Chicago. best profit

Tercatat jika patokan imbal hasil obligasi 10-tahunan AS naik ke posisi puncak dalam 5 bulan, sementara indeks dolar bertahan stabil terhadap rival utamaya.

Sementara emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi, pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. best profit

Di sisi lain, harga saham Evergrande yang berakhir pada sesi lebih rendah 12,5 persen menjadi pendorong kasus positif untuk emas.

Pasar ekuitas di seluruh Asia dan Eropa jatuh setelah Evergrande mengatakan pada Rabu malam bahwa mereka telah membatalkan kesepakatan untuk menjual 50,1 persen saham pada layanan propertinya, dan karena kekhawatiran inflasi juga berdampak pada pasar.

Analis UBS mengatakan dalam sebuah catatan bahwa ekspektasi inflasi yang meningkat dan ekspektasi pertumbuhan yang melemah dapat mendukung harga emas dalam satu atau dua bulan ke depan. best profit

Dua pejabat Federal Reserve AS mengatakan pada hari Rabu bahwa sementara bank sentral harus mulai mengurangi langkah-langkah stimulusnya, itu terlalu dini untuk kenaikan suku bunga.

Di antara logam mulia lainnya, harga perak turun 0,8 persen menjadi USD 24,07 per ounce dan Platinum susut 0,5 persen menjadi USD 1.045,02 per ounce. Harga paladium turun 2,8 persen menjadi USD 2.013,03 per ounce. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, October 21, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Turun Imbas Lonjakan Imbal Hasil Obligasi AS

Posted: 20 Oct 2021 05:26 PM PDT

 


Best Profit (21/10) – Harga emas beringsut lebih rendah pada perdagangan Rabu. Penurunan yang terjadi pada harga emas ini akibat lonjakan imbal hasil obligasi AS mengurangi daya tarik logam dan prediksi akan pendapatan perusahaan yang optimis mengangkat sentimen risk-on.

Dikutip dari CNBC, Kamis (21/10/2021), harga emas di pasar Spot gold turun 0,1 persen menjadi USD 1.767,71 per ons pada 01.00 GMT.

Harga emas naik sebanyak 1,2 persen pada perdagangan Selasa sebelum menyerahkan sebagian besar kenaikan tersebut karena imbal hasil Treasury menguat. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi USD 1.768,40. best profit

Patokan imbal hasil Treasury 10-tahun AS melonjak ke level tertinggi sejak 20 Mei, meningkatkan biaya peluang untuk menahan emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Faktor lain yang membuat harga emas meredup adalag ekspektasi untuk pendapatan kuartalan yang solid, yang memberikan dorongan untuk ekuitas AS pada hari Selasa.

Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) akan menunggu hingga 2023 sebelum menaikkan suku bunga, menurut mayoritas ekonom dalam jajak pendapat Reuters, meskipun inflasi yang terus-menerus kemungkinan akan menjadi risiko yang lebih besar bagi ekonomi AS selama tahun mendatang. best profit

Ekspektasi pasar untuk suku bunga di masa depan tidak sesuai dengan panduan Bank Sentral Eropa untuk tidak ada kenaikan sampai inflasi terlihat stabil di 2 persen.

Jika inflasi terus meningkat pada kecepatan saat ini dalam beberapa bulan mendatang daripada mereda seperti yang diharapkan, pembuat kebijakan The Fed mungkin perlu mengadopsi respons kebijakan yang lebih agresif tahun depan.

Emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi, meskipun pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik.

Di tempat lain, harga silver turun 0,1 persen menjadi USD 23,62 per ounce. Sementara platinum turun 0,4 persen menjadi USD 1.035,96 dan paladium turun 0,5 persen menjadi USD 2.087,90. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, October 20, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Tersandung Imbal Hasil Obligasi AS

Posted: 19 Oct 2021 06:29 PM PDT

 


Best Profit (20/10) – Kenaikan imbal hasil Treasury AS dan pendapatan kinerja yang baik dari perusahaan-perusahaan Amerika memangkas kenaikan harga emas.

Harga emas susut usai naik lebih dari 1 persen sebelumnya, karena daya tarik safe-haven mendapat pukulan dari imbal hasil obligasi AS.

Melansir laman CNBC, Rabu (20/10/2021), harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD 1.769,94 per ons.

Harga itu naik sebanyak 1,2 persen di awal sesi seiring melemahnya Dolar AS yang membuat logam mulia lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. best profit

Adapun emas berjangka AS untuk bulan Desember ditutup naik 0,3 persen menjadi USD 1.770,5. "Tidak banyak keyakinan pada emas batangan saat ini," kata Edward Moya, Analis Pasar Senior di perusahaan pialang OANDA.

"Kami tidak tahu persis apakah kami akan melihat perubahan besar dari Federal Reserve. Anda melihat penghasilan, sebagian besar, mengesankan, dan itu menjadi pendorong utama untuk menjaga selera risiko tetap kuat."

Wall Street naik pada hari Selasa, dibantu hasil optimis dari Johnson & Johnson dan perusahaan asuransi Travelers.

Mengurangi daya tarik emas, yang tidak memberikan imbal hasil, imbal hasil obligasi 10-tahun AS mencapai level tertinggi sejak awal Juni di 1,6302 persen. best profit

Pelaku pasar semakin mengharapkan The Fed untuk mulai mengurangi pembelian asetnya segera. Itu karena musim pendapatan telah menunjukkan kinerja baik dan data terbaru menunjukkan peningkatan yang solid dalam harga konsumen AS.

Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung menaikkan imbal hasil obligasi pemerintah, meningkatkan biaya peluang emas batangan.

Di antara logam mulia lainnya, platinum naik 0,6 persen menjadi USD 1.041,50 per ounce dan paladium melonjak 4,2 persen menjadi USD 2.100,15 per ounce. best profit

Harga perak melonjak 2,7 persen menjadi USD 23,80 per ounce dan menyentuh level tertinggi lebih dari satu bulan.

Seiring dengan platinum dan paladium yang kemungkinan terbantu oleh short-covering, "ada beberapa harapan bahwa kekurangan chip berpotensi mencapai puncaknya," kata analis UBS Giovanni Staunovo.

"Jika data menunjukkan itu masalahnya, kami harus mendapatkan beberapa peningkatan di sisi produksi mobil." best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, October 19, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Wall Street Beragam, Investor Menanti Laporan Laba Perusahaan Besar

Posted: 18 Oct 2021 05:16 PM PDT

 


Best Profit (19/10) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Senin, 18 Oktober 2021. Wall street sempat dibuka dan berbalik arah naik seiring investor bertaruh pada kelanjutan laporan laba perusahaan besar yang kuat.

Saham Tesla dan Netflix naik menjelang laporan kuartal III 2021 pada pekan ini. Pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 naik 0,3 persen menjadi 4.486,46. Indeks Dow Jones merosot 36,15 poin atau 0,1 persen menjadi 35.258,61. Indeks Nasdaq bertambah 0,8 persen menjadi 15.021,81.

Sejumlah nama perusahaan besar akan melaporkan kinerja keuangan dalam seminggu ke depan, termasuk Netflix, Johnson&Johnson, United Airlines, Procter&Gamble.Selain itu, ada Tesla, Verizon dan IBM. Demikian mengutip dari laman CNBC, Selasa (19/10/2021). best profit

Hasil yang kuat dari laporan kinerja pada pekan pertama termasuk dari bank-bank besar telah mendorong rata-rata indeks utama ke level tertinggi sepanjang masa. Indeks Dow Jones hampir satu persen dari rekor tertingginya. Sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 1,3 persen dan 2,5 persen.

Sedangkan pada awal pekan ini, sejumlah hal yang pengaruhi wall street antara lain China melaporkan produk domestik bruto (PDB) yang mengecewakan dengan pertumbuhan tahunan 4,9 persen pada kuartal III 2021.

Realisasi PDB itu lebih rendah dari perkiraan ekonom sekitar 5,2 persen. Produksi industri di China bulan lalu juga jauh dari harapan.

Produksi industri AS menurun pada September karena kendala pasokan terus menghambat manufaktur. Output turun hampir 1,28 persen ke level terendah sejak Februari, saat turun 3,02 persen, berdasarkan data yang dirilis oleh Federal Reserve. best profit

Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun naik menyentuh posisi 1,627 persen. Kenaikan suku bunga telah menyebabkan sejumlah tekanan pada saham teknologi pada 2021.

Saham Disney melemah tiga persen setelah Barclays menurunkan peringkat saham dan memperkirakan pertumbuhan pelanggan streaming akan melambat.

Akan tetapi, indeks saham utama menguat selama sepekan ini seiring laporan laba yang kuat,dan hasil akhir pekan ini dapat mengubah kembali menjadi bullish jika ikuti tren yang sama.

Pada Jumat pekan lalu, indeks Dow Jones naik 382 poin sehingga mendorong indeks menguat 1,58 persen selama sepekan, dan catat kinerja mingguan terbaik sejak Juni. best profit

Indeks S&P 500 naik 1,82 persen pada pekan lalu untuk minggu terbaik sejak Juli. Sementara itu, indeks Nasdaq bertambah 2,18 persen.

Selain pendapatan lebih baik dari perkiraan Goldman Sachs, data ekonomi yang positif juga mendorong saham. Penjualan ritel naik 0,7 persen pada September, berdasarkan biro sensus pada Juamt pekan lalu. Sedangkan ekonom yang disurvei Dow Jones mengharapkan turun 0,2 persen.

"Wall Street mengharapkan perlambatan dalam pengeluaran tetapi ternyata konsumen Amerika Serikat tidak akan terganggu," ujar Analis Pasar Senior Oanda, Edward Moya.

Ia menambahkan, data penjualan ritel lebih baik dari perkiraan selama berbulan-bulan menunjukkan konsumen terlihat kuat menuju musim liburan. best profit

Saat sentimen laporan laba begitu kuat, investor akan amati pernyataan perusahaan seputar kemacetan rantai pasokan dan inflasi. Sejauh ini, 41 komponen S&P 500 telah melaporkan kinerja kuartal III, dengan 80 persen di antaranya melampaui harapan earning per share (EPS) atau laba per saham, berdasarkan data dari Factset.

Mempertimbangkan perusahaan yang telah melaporkan dan memperkirakan sisanya, pertumbuhan laba kuartal III akan mencapai 30 persen, tingkat pertumbuhan kuartal III tertinggi untuk perusahaan S&P 500 sejak 2010, menurut FactSet.

"Pertumbuhan pada 2022 tampaknya akan terangkat oleh dampak keterlambatan stimulus moneter, dampak keterlambatan dari lonjakan kekayaan bersih konsumen, pembukaan kembali dan pembangunan kembali inventaris," ujar Evercore ISI Chairman, Ed Hyman, dilansir dari CNBC.

Ia menambahkan, masalah rantai pasokan akan mereda, dan permintaan yang tidak terpenuhi pada 2021 kemungkinan akan dipenuhi pada 2022. "Upah cenderung meningkat, mengangkat pendapatan konsumen," kata dia.

Bitcoin turun dari level tertinggi baru-baru ini, tetapi bertahan di atas USD 60.000 pada Minggu, 17 Oktober 2021, berdasarkan data dari CoinMetric karena bitcoin berjangka yang diperdagangkan pekan ini. Bitcoin naik lebih dari 1 persen hingga menyentuh USD 61.478,79 atau sekitar Rp 868,29 juta (asumsi kurs Rp 14.123 per dolar AS). best profit

Sumber : Liputan6

Monday, October 18, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Diprediksi Masih Alami Tekanan Sepanjang Pekan

Posted: 17 Oct 2021 06:20 PM PDT

 


Best Profit (18/10) – Harga emas mengalami tekanan yang cukup besar pada perdagangan pekan lalu setelah gagal menembus level resisten di USD 1.800 per ons atau sekitar Rp 25,2 juta per ons (estimasi kurs 14.000 per dolar AS). Pada pekan ini, harga emas masih masih mengalami tekanan yang cukup berat karena beberapa sentimen.

Kepala strategi pasar Blue Line Futures Phillip Streible mengatakan, tekanan harga emas di sebabkan oleh beberapa sentimen seperti ekspektasi suku bunga dari Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) hingga adanya risiko di pasar modal atau ekuitas.

"Emas mengalami resistensi besar-besaran. Suku bunga the Fed mengindikasikan kenaikan tahun depan. Ada pembicaraan yang lebih kecil, imbal hasil naik, dan risiko ekuitas kembali. Komoditas lain memainkan inflasi yang jauh lebih baik, seperti kapas dan tembaga," ujar Streible, seperti dikutip dari Kitco, Senin (18/10/2021). best profit

"Emas memiliki begitu banyak resistansi di harga USD 1.800, USD 1.805, dan USD 1.815. Level kritis yang harus dipertahankan adalah USD 1.750. Jika kita menembus harga itu, maka kita bisa melihat harga emas akan terus turun ke USD 1.720 dan USD 1.685," bebernya.

kepala strategi global TD Securitiesm Bart Melek menyebutkan bahwa sebagian besar kecemasan yang terjadi pada harga emas saat ini dapat dikaitkan dengan perkembangan teknis. Menurutnya, emas bereaksi terhadap kenaikan penjualan ritel.

"Yang penting, secara teknis, harga tidak melewati USD 1.800. Emas naik tepat di atas USD 1.796, yang merupakan rata-rata pergerakan selama 200 hari tetapi gagal untuk dihilangkan. Dan itu memberi seseorang izin untuk menjual lagi," jelas Melek. best profit

"Ini adalah kombinasi dari kegagalan untuk meyakinkan bergerak di atas level teknis utama dan kurva imbal hasil meningkat, dengan imbal hasil 10-tahun naik. Dolar AS juga melambung," imbuhnya.

Sedangkan berdasarkan hasil survei harga emas Kitco menunjukkan bahwa dari 13 analis yang berpartisipasi. Dari jumlah tersebut, opini hampir terbagi rata. Sebanyak 38,5 persen bullish, lalu 38,5 persen bearish, dan 23 persen memilih netral.

Sisi Main Street atau pelaku pasar tetap lebih optimis. Dari 1.425 investor ritel yang berpartisipasi, sebanyak 68 persen optimis. Lalu 19 persen bearish, dan 13 persen netral.

Sementara itu, nilai bitcoin mencapai USD 60.000 dan mendekati level tertinggi sepanjang masa untuk pertama kalinya dalam enam bulan juga menambah tekanan, dengan emas terus bersaing dengan mata uang kripto sebagai aset lindung nilai inflasi. best profit

"Bitcoin akan mendapatkan banyak perhatian. Bitcoin menjadi pisau belati di sisi emas ketika mulai mendapatkan lebih banyak publisitas. Agar emas menjadi lebih baik, diperlu pertumbuhan," Streible menjelaskan.

Namun banyak analis mengamati dengan cukup optimis bahwa emas tetap akan mampu bersaing di samping kemundurannya, mencatat bahwa permintaan emas akan terus datang.

"Akan selalu sulit bagi emas untuk mendapatkan di atas USD1.800. Tetapi penurunan ini adalah peluang pembelian. Ketakutan meningkat, dan banyak orang mencari keamanan. Emas, kripto, dan Departemen Keuangan biasanya menjadi tujuan mereka. Saya memperkirakan harga emas di willayah utara mencapai 1.800 minggu depan. Ini didasarkan pada ketakutan inflasi serta masalah rantai pasokan," kata pialang komoditas senior RJO Futures, Bob Haberkorn. best profit

Haberkorn juga menyebut, emas akan belajar untuk hidup berdampingan dengan bitcoin.

"Bitcoin terlihat lebih bersinar sekarang, tetapi pada akhirnya, emas tetaplah emas," sebut Haberkorn.

Salah satu hambatan terbesar yang dihadapi logam mulia adalah ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan lebih agresif dalam hal mengurangi pembelian obligasi dan menaikkan suku bunga.

"Pedagang emas tahu bahwa ada kenaikan suku bunga yang akan datang. Inilah sebabnya mengapa harga telah lama ditawarkan di bawah USD 1.800. Tetapi kenaikan suku bunga yang akan datang akan berjumlah minimal. Dengan semua utang AS, pemerintah Federal tidak dalam posisi untuk mulai menaikkan secara agresif untuk tarif," kata Haberkorn. best profit

Sumber : Liputan6

Friday, October 15, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Sentuh Level Tertinggi dalam 1 Bulan

Posted: 14 Oct 2021 06:23 PM PDT

 


Best Profit (15/10) – Harga emas naik dan sentuh level tertinggi dalam satu bulan pada perdagangan Kamis. Pendorong kenaikan harga emas ini karena pelemahan dolar AS dan imbal hasil obligasi AS yang membuat investor beralih ke emas sebagai lindung nilai.

Mengutip CNBC, Jumat (15/10/2021), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen ke level USD 1.796,59 per ounce pada pukul 13:46 EDT, setelah mencapai level tertinggi sejak 15 September di USD 1.800.12 per ounce.

Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,2 persen ke level USD 1.797,9 per ounce. best profit

Kenaikan harga logam mulia ini tampaknya mengabaikan data tenaga kerja mingguan AS yang membaik. Biasanya jika data tenaga kerja membaik maka harga emas akan tertekan.

"Pedagang dan investor akhirnya menyadari bahwa kenaikan inflasi jika dilihat secara historis maka sentimen di logam mulia adalah bullish. Tidak peduli apa yang dilakukan Federal Reserve," kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Wyckoff melanjutkan, volatilitas yang tinggi pada perdagangan saham di bulan ini juga dapat memicu beberapa permintaan safe-haven untuk emas. best profit

Sentimen pasar secara umum tetap rapuh, karena krisis energi global memicu kekhawatiran bahwa lonjakan harga yang dihasilkan dapat memperlambat pertumbuhan.

Risalah Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) terbaru menunjukkan bahwa rencana tapering bisa mulai pada pertengahan November.

TD Securities dalam sebuah catatan menuliskan bahwa rencana the Fed menjadi fokus utama para pelaku pasar. Namun sejauh ini belum diterjemahkan ke dalam permintaan emas tambahan. best profit

Namun, ketika krisis energi meningkat, alasan untuk memiliki emas semakin menarik.

Sedangkan harga perak naik 1,7 persen menjadi USD 23,45 per ounce dan paladium naik 1,4 persen menjadi USD 2.136,18.

Kedua logam mencapai puncak satu bulan sebelumnya.

Platinum melonjak 3,1 persen menjadi USD 1.051,78, tertinggi sejak awal Agustus. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, October 14, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Melompat 2 Persen, Investor Tunggu Risalah The Fed

Posted: 13 Oct 2021 06:12 PM PDT


 

Best Profit (14/10) – Harga emas naik 2 persen dipicu pelemahan dolar dan penurunan imbal hasil treasury AS, di tengah investor yang fokus pada risalah dari pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve (The Fed).

Harga emas di pasar spot naik 1,9 persen mendekati level tertinggi empat minggu di USD 1.793,86 per ounce. Harga emas berjangka AS melonjak 2,1 persen menjadi USD 1.795,60.

Logam mulia lainnya mengikuti, dengan harga perak naik 2,7 persen menjadi USD 23,15 per ounce, platinum naik 1,2 persen menjadi USD 1.018,96 dan paladium naik 3,4 persen menjadi USD 2.114,71. best profit

"Emas hanya mengikuti imbal hasil saat ini. Reaksi awal setelah data CPI (indeks harga konsumen) adalah lonjakan besar dalam imbal hasil, yang sekarang mulai memudar," kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures melansir laman Kitco, Kamis (14/10/2021).

Emas pada awalnya memangkas kenaikan karena patokan imbal hasil Treasury AS 10-tahun naik di atas 1,6 persen menyusul data yang menunjukkan harga konsumen AS meningkat secara solid pada bulan September dan siap untuk kenaikan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. best profit

Tetapi kemunduran berikutnya dalam imbal hasil, yang mengurangi biaya peluang memegang emas tanpa bunga, mendorong reli yang kuat pada logam mulia.

Logam ini juga mendapat dukungan dari penurunan dolar dan kekhawatiran bahwa inflasi yang tinggi akan memukul pertumbuhan ekonomi global. best profit

"Ekspektasi inflasi bercampur dengan kekhawatiran pertumbuhan global telah membuat banyak investor khawatir bahwa bisnis dan konsumen akan jauh lebih lemah di paruh kedua tahun 2022. Aliran safe-haven mulai datang ke arah emas," Edward Moya, analis pasar senior di brokerage. OANDA, kata dalam sebuah catatan.

Investor sekarang menunggu rilis risalah dari pertemuan bank sentral AS, di tengah ekspektasi untuk pengurangan dukungan ekonomi segera bulan depan.

Sementara itu, sekelompok bank yang bermitra dengan London Metal Exchange untuk meluncurkan emas dan perak berjangka pada 2017 bersiap untuk meninggalkan proyek tersebut setelah volume yang diharapkan tidak terwujud. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, October 13, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Naik, Bisa Tembus USD 1.900 per Ounce di Akhir 2021?

Posted: 12 Oct 2021 06:22 PM PDT

 


Best Profit (13/10) – Harga emas naik pada perdagangan Selasa, karena meningkatnya kekhawatiran inflasi mengurangi selera risiko dan mendorong permintaan untuk logam safe-haven. Meskipun dolar AS yang naik membatasi kenaikan harga emas batangan.

Dikutip dari CNBC, Rabu (13/10/2021), harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD 1.759,31 per ons. Sementara harga emas berjangka AS naik 0,2 persen ke USD 1.759,3.

Krisis energi global telah mengancam prospek ekonomi dan mengipasi ketakutan inflasi, mendorong beberapa investor menuju aset yang lebih aman. best profit

"Kami melihat dukungan yang datang dari gagasan umum bahwa tekanan inflasi akan cukup untuk menahan emas di tengah lingkungan di mana kami melihat Federal Reserve perlahan bergerak untuk mengurangi pembelian aset," kata Direktur Logam Perdagangan di High Ridge Futures David Meger.

Emas secara tradisional masih dipandang sebagai lindung nilai inflasi. Namun, pengurangan stimulus bank sentral AS dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, yang diterjemahkan menjadi biaya peluang yang lebih tinggi untuk memegang emas yang tidak membayar bunga. best profit

"Ada lebih banyak penghindaran risiko di pasar dan emas diuntungkan dari itu, ditambah dengan kekhawatiran tentang inflasi dan pendinginan ekonomi global," kata analis Commerzbank Daniel Briesemann.

Jika pembicaraan stagflasi semakin mengemuka, harga emas bisa mencapai USD 1.900 pada akhir tahun karena suku bunga akan tetap relatif rendah bahkan jika Fed mulai meruncing, kata Briesemann.

Fokusnya adalah pada risalah dari pertemuan kebijakan 21-22 September Fed dan indeks harga konsumen, keduanya akan dirilis pada hari Rabu.

Di temoat lain, harga perak turun 0,2 persen menjadi USD 22,52 per ounce dan harga platinum naik 0,1 persen menjadi USD 1.009,37. Sedangkan harga Palladium turun 2,5 persen menjadi USD 2.058,71. best profit

Sumber : Liputan6