Tuesday, July 13, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar AS

Posted: 12 Jul 2021 05:17 PM PDT

 


Best Profit (13/7) - Harga emas turun pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Pelemahan harga emas ini sejalan dengan penguatan dolar AS.

Investor lebih berhati-hati melakukan transaksi di sela penantian keluarnya data inflasi AS yang dapat mempengaruhi kebijakan moneter Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed).

Megutip CNBC, Selasa (13/7/2021), harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD 1.804,80 per ounce pada pukul 13.50 ET. Sedangkan harga emas berjangka AS lebih rendah 0,3 persen ke level USD 1.805,90 per ounce.

Para investor tengah memusatkan perhatian mereka kepada laporan indeks harga konsumen AS yang akan dirilis pada hari Selasa. best profit

Gubernur the Fed Jerome Powell juga dijadwalkan akan melakukan pidato mengenai kebijakan moneter di depan Kongres pada hari Rabu dan Kamis.

"Kami hampir berada di lingkungan ini di mana kabar baik adalah kabar buruk dan kabar buruk adalah kabar baik," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger.

Pernyataan Meger ini merujuk pada data indeks harga konsumen dan dampaknya terhadap kebijakan the Fed.

Menurutnya, jika data inflasi menjadi lebih jinak, The Fed akan cenderung untuk mengurangi pembelian aset. Hal ini seharusnya menguntungkan emas.

Namun, khawatir kekhawatiran investor soal inflasi memuncak maka kemungkinan besar akan menekan harga emas. best profit

Dalam catatannya, analis JP Morgan menyarankan agar investor berhati-hati mengingat pandangan mereka tentang imbal hasil obligasi yang terus meningkat dan dolar AS yang terus menguat.

JP Morgan memperkirakan harga emas rata-rata di USD 1.686 per troy ounce tahun ini.

Sebelumnya, harga emas mampu mengakhiri perdagangan pada pekan lalu di atas USD 1.800 per ounce. di pekan ini, harga emas diperkirakan bisa melanjutkan penguatan karena beberapa sentimen yang mendukung.

Sebagian besar analis komoditas di Wall Street yang turut serta dalam survei mingguan Kitco menyatakan bahwa periode konsolidasi harga emas etelah aksi jual pada Juni kemarin akan segera berakhir. Namun memang, Investor harus lebih berhati-hati karena masih ada beberapa tekanan. best profit

Sentimen yang mampu menekan harga emas antara lain Bank Sentral Eropa yang mengubah target inflasi menjadi rata-rata 2 persen dalam jangka menengah, penurunan suku bunga Bank of China, dan imbal hasil obligasi yang turun tajam.

"Harga emas mampu bertahan di atas USD 1.800 per ounce, tetapi belum ada sentimen kuat untuk mendukung kenaikan harga yang lebih tinggi lagi," tutur kepala riset komoditas Commerzbank, Eugen Weinberg. dikutip dari Kitco, Senin (12/7/2021).

Weinberg menambahkan, harga emas mungkin harus berkonsolidasi pada level saat ini sebelum kembali melanjutkan bullish atau penguatan.

"Saya pikir ini hanya masalah waktu sebelum harga emas mulai bergerak lebih tinggi. Saya pikir kita bisa melihat emas bergerak tersenggol sentimen Bank Sentral Eropa. Saya hanya tidak tahu kapan itu akan terjadi," katanya. best profit

Minggu ini 16 analis Wall Street berpartisipasi dalam survei emas Kitco News. Sebanyak 12 analis atau 75 persen memperkirakan harga emas naik. Analis yang menyatakan bearish dan netral masing-masing mengumpulkan dua suara atau 12,5 persen.

Sementara itu, 902 suara diberikan dalam jajak pendapat Main Street online. Dari jumlah tersebut, 550 responden atau 61 persen memperkirakan emas akan naik minggu depan. Sedangkan 178 lainnya atau 20 persen mengatakan lebih rendah. Di luar itu 174 pemilih atau 19 persen netral.

Kepala analis Saxo Bank Ole Hansen mengatakan, pada pekan ini harga emas masih akan bullish. Namun tetap perlu diwaspadai karena banyak investor yang mulai mengambil liburan musim panas.

"Meskipun kinerja semua pasar emas lesu, saya masih berpikir harga bisa naik lebih tinggi. Ada cukup alasan untuk percaya bahwa risiko condong ke sisi atas untuk emas," katanya. best profit

Hansen mengatakan meskipun dia yakin harga emas akan bullish tetapi dirinya tidak akan membeli secara agresif.

Analis ABC Bullion Nicholas Frappell mengatakan, harga emas bisa menyentuh USD 1.820 per ounce selama harga tetap di atas support USD 1.790 per ounce.

"Harga emas masih dalam fase konsolidasi setelah penurunan baru-baru ini. Tetapi mulai diperdagangkan secara konstruktif, menunjukkan pemulihan," katanya.

Berbeda, Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex Marc Chandler mengatakan, harga emas bakal bearish di pekan ini karena imbal hasil obligasi tampaknya terlalu berlebihan di sisi negatif. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, July 12, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Tembus USD 1.800 per Ounce, Mampu Terus Melambung?

Posted: 11 Jul 2021 04:59 PM PDT

 


Best Profit (12/7) - Harga emas mampu mengakhiri perdagangan pada pekan lalu di atas USD 1.800 per ounce. di pekan ini, harga emas diperkirakan bisa melanjutkan penguatan karena beberapa sentimen yang mendukung.

Sebagian besar analis komoditas di Wall Street yang turut serta dalam survei mingguan Kitco menyatakan bahwa periode konsolidasi harga emas etelah aksi jual pada Juni kemarin akan segera berakhir. Namun memang, Investor harus lebih berhati-hati karena masih ada beberapa tekanan.

Sentimen yang mampu menekan harga emas antara lain Bank Sentral Eropa yang mengubah target inflasi menjadi rata-rata 2 persen dalam jangka menengah, penurunan suku bunga Bank of China, dan imbal hasil obligasi yang turun tajam. best profit

"Harga emas mampu bertahan di atas USD 1.800 per ounce, tetapi belum ada sentimen kuat untuk mendukung kenaikan harga yang lebih tinggi lagi," tutur kepala riset komoditas Commerzbank, Eugen Weinberg. dikutip dari Kitco, Senin (12/7/2021).

Weinberg menambahkan, harga emas mungkin harus berkonsolidasi pada level saat ini sebelum kembali melanjutkan bullish atau penguatan.

"Saya pikir ini hanya masalah waktu sebelum harga emas mulai bergerak lebih tinggi. Saya pikir kita bisa melihat emas bergerak tersenggol sentimen Bank Sentral Eropa. Saya hanya tidak tahu kapan itu akan terjadi," katanya.

Minggu ini 16 analis Wall Street berpartisipasi dalam survei emas Kitco News. Sebanyak 12 analis atau 75 persen memperkirakan harga emas naik. Analis yang menyatakan bearish dan netral masing-masing mengumpulkan dua suara atau 12,5 persen. best profit

Sementara itu, 902 suara diberikan dalam jajak pendapat Main Street online. Dari jumlah tersebut, 550 responden atau 61 persen memperkirakan emas akan naik minggu depan. Sedangkan 178 lainnya atau 20 persen mengatakan lebih rendah. Di luar itu 174 pemilih atau 19 persen netral.

Kepala analis Saxo Bank Ole Hansen mengatakan, pada pekan ini harga emas masih akan bullish. Namun tetap perlu diwaspadai karena banyak investor yang mulai mengambil liburan musim panas.

"Meskipun kinerja semua pasar emas lesu, saya masih berpikir harga bisa naik lebih tinggi. Ada cukup alasan untuk percaya bahwa risiko condong ke sisi atas untuk emas," katanya.

Hansen mengatakan meskipun dia yakin harga emas akan bullish tetapi dirinya tidak akan membeli secara agresif. best profit

Analis ABC Bullion Nicholas Frappell mengatakan, harga emas bisa menyentuh USD 1.820 per ounce selama harga tetap di atas support USD 1.790 per ounce.

"Harga emas masih dalam fase konsolidasi setelah penurunan baru-baru ini. Tetapi mulai diperdagangkan secara konstruktif, menunjukkan pemulihan," katanya.

Berbeda, Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex Marc Chandler mengatakan, harga emas bakal bearish di pekan ini karena imbal hasil obligasi tampaknya terlalu berlebihan di sisi negatif. best profit

Sumber : Liputan6

Friday, July 9, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Wall Street Anjlok Imbas Kekhawatiran Pemulihan Ekonomi Bakal Melambat

Posted: 08 Jul 2021 04:44 PM PDT

 


Best Profit (9/7) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan saham Kamis, 8 Juli 2021 seiring kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi global akibat COVID-19.

Salah satunya datang dari Jepang yang mengumumkan status darurat di Tokyo jelang Olimpiade. Jepang juga hadapi kenaikan kasus COVID-19 karena varian baru.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 259,86 poin atau 0,75 persen ke posisi 34.421,93. Indeks S&P 500 tergelincir 0,86 persen menjadi 4.320,82. Indeks Nasdaq melemah 0,72 persen ke posisi 14.559,78.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq sebelumnya mencatat rekor tertinggi didorong saham teknologi. Indeks saham acuan tersebut pun turun ke level terendah. best profit

Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan data klaim pengangguran mencapai 373.000, memberi sinyal kemungkinan perlambatan tenaga kerja meski ekonomi pulih dari COVID-19. Ekonom memperkirakan klaim pengangguran sekitar 350.000 hingga akhir 3 Juli, berdasarkan data Dow Jones.

Penurunan saham dipimpin perusahaan yang akan mendapatkan keuntungan dari pemulihan ekonomi. Saham Carnival Norwegian Cruise Line dan Royal Caribbean masing-masing turun lebih dari satu persen. Saham United Airlines dan Delta Air Lines masing-masing tergelincir satu persen. Perusahaan ritel Nordstrom merosot tiga persen, Home Depot dan Lowe masing-masing susut 1,5 persen.

Saham perusahaan chip juga tergelincir. Saham Micon, Qualcomm, Intel dan Applied Materials merosot lebih dari satu persen. Saham Nvidia susut 2,3 persen. Saham teknologi juga anjlok. Saham Microsoft, Apple, Facebook dan Alphabet berada di zona merah. Sedangkan saham Amazon naik 0,9 persen. best profit

"Pasar telah berada di salah satu rentang 'goldilocks' ketika pertumbuhan ekonomi meningkat sementara inflasi dan suku bunga tetap rendah. Peningkatan kasus COVID-19, khususnya varian delta telah menimbulkan kekhawatiran bahwa akselerasi ekonomi akan melambat," ujar Timothy Lesko dari Granite Investment Advisors dilansir dari CNBC, Jumat (9/7/2021).

Ia menambahkan, dengan indeks acuan di wall street pada level tertinggi sepanjang masa dan valuasi yang melebar, ada sedikit ruang untuk perlambatan ekonomi pada pasar saham.

Investor juga beralih mencermati surat berharga. Imbal hasil surat berharga AS bertenor 10 tahun menjadi 1,25 persen, terendah sejak akhir Februari 2021.

Meski pun ekonomi pulih dan inflasi cepat, imbal hasil surat berharga bertenor 10 tahun terus menurun. Imbal hasil surat berharga sempat 1,58 persen pada Juli, dan mencapai level tertinggi 1,78 persen pada Maret 2021. Pelaku pasar juga tetap bingung tentang alasan pasti untuk rollover dalam imbal hasil dengan banyak kekhawatiran. best profit

Di sisi lain, saham Bank of America, Wells Fargo dan Goldman Sachs, serta saham keuangan lainnya masing-masing turun lebih dari dua persen pada Kamis, 8 Juli 2021. Hal ini karena prospek profitabilitas meredup dengan tingkat yang lebih rendah. Saham JPMorgan Chase dan PNC Financial juga melemah.

"Tidak ada yang menunjukkan penurunan imbal hasil yang hampir berakhir," ujar Head of Equity Strategy Wells Fargo, Christopher Harvey.

Ia mengatakan, penurunan tajam imbal hasil surat berharga di bawah 1,25 persen dapat menyebabkan pelaku pasar percaya ada sesuatu yang salah. "Akibatnya kami melihat kemungkinan yang berkembang dari aksi jual lima persen dalam ekuitas sebelum musim laporan keuangan," kata dia. best profit

Harvey mencatat pembelian obligasi lebih bersifat teknis dan bukan karena faktor ekonomi makro.

Sementara itu, Olimpiade Musim Panas di Jepang  yang telah ditunda selama satu tahun, akan melarang ada penonton. Ini mengikuti keadaan deklarasi darurat untuk Tokyo oleh pemerintah Jepang. Langkah ini mengekang gelombang infeksi COVID-19 baru.

Keadaan darurat akan dimulai pada 12 Juli 2021 dan akan berlangsung hingga 22 Agustus 2021. Sedangkan olimpiade dijadwalkan dari 23 Juli 2021-8 Agustus 2021.

Sementara itu, jumlah kematian akibat COVID-19 global terus meningkat melebihi 4 juta pada Rabu malam, 7 Juli 2021 karena negara-negara termasuk India memerangi varian yang lebih menular. Indeks volatilitas Cboe atau VIX melonjak ke level 20 pada Kamis pagi dan turun ke level 19 pada penutupan. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, July 8, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Wall Street Menguat, Indeks S&P Kembali Cetak Rekor Berkat Saham Teknologi

Posted: 07 Jul 2021 05:22 PM PDT

 


Best Profit (8/7) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Rabu, 7 Juli 2021. Indeks S&P 500 cetak rekor terbaru seiring investor kembali masuk ke saham teknologi berkapitalisasi besar.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 naik 0,34 persen ke level tertinggi di posisi 4.358,13. Indeks Dow Jones mendaki 104,42 poin ke posisi 34.681,79. Indeks Nasdaq ditutup mendatar di posisi 14.665,06 meski mencapai rekor intraday tak lama setelah pembukaan.

Dengan penurunan suku bunga dan wall street mengkhawatirkan puncak pertumbuhan ekonomi, investor kembali ke saham teknologi raksasa. Saham Apple dan Amazon menguat sekitar 15 persen selama sebulan terakhir. Angka ini di atas kinerja indeks S&P 500 naik 3,1 persen. Saham Apple naik 1,8 persen dan Amazon menguat hampir 0,6 persen. best profit

Menentang banyak prediksi, imbal hasil treasury 10 tahun turun ke level terendah 1,296 persen pada Rabu pekan ini. "Seperti yang terjadi selama beberapa waktu, arah imbal hasil obligasi dan saham teknologi telah bergabung," ujar Chief Investment Strategist Leuthold Group, Jim Paulsen, dilansir dari CNBC, Kamis (8/7/2021).

Ia menambahkan, pelaku pasar akan mengawasi saat indeks teknologi S&P 500 bergerak lebih dekat ke harga relatif tinggi yang ditetapkan September lalu. "Penembusan di atas level itu tentu akan memperkuat siklus kepemimpinan berkelanjutan untuk teknologi," kata dia.

Di sisi lain, risalah the Federal Reserve dari pertemuan 15-16 Juni, bank sentral AS mempertahankan suku bunga jangka pendek mendekati nol tetapi juga menunjukkan kemungkinan akan menyesuaikan kebijakan sebaliknya pada bulan mendatang. best profit

Selain itu, risalah mengungkapkan bank sentral membahas pengurangan pembelian obligasi tetapi tidak terburu-buru untuk memulai proses tersebut.

Saham energi berada di zona merah karena harga minyak turun. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) sempat menyentuh level tertinggi dalam enam tahun pada perdagangan Selasa, 6 Juli 2021.

Namun, perdagangan Rabu, 7 Juli 2021, harga minyak kembali turun. Occidental Petroleum turun hampir 3,4 persen, APA Corp dan Pioneer Natural Resources keduanya turun sekitar 2,3 persen. best profit

Sahma bank termasuk Goldman Sachs dan Bank of America melanjutkan penurunan pada Rabu pekan ini karena imbal hasil obligasi jangka panjang turun dalam, dan merusakan prospek keuntungan industri.

Investor mungkin khawatir ekonomi mendekati puncaknya dan koreksi dapat terjadi. Analis menilai, kombinasi dari tekanan margin keuntungan, ketakutan inflasi, rencana pengurangan stimulus the Fed dan kemungkinan pajak lebih tinggi dapat berkontribusi pada penarikan akhirnya. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, July 7, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Wall Street Bervariasi, Investor Mencermati Data Ekonomi AS

Posted: 06 Jul 2021 05:20 PM PDT

 


Best Profit (7/7) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street tergelincir pada perdagangan saham Selasa, 6 Juli 2021. Hal ini seiring kekhawatiran pemulihan ekonomi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones merosot 208,98 poin menjadi 34.577,37. Indeks Dow Jones tertekan karena saham Dow Inc, Caterpillar, JPMorgan dan Chevron yang melemah. Indeks S&P 500 turun 0,2 persen menjadi 4.343,54 setelah capai rekor. Indeks S&P 500 hentikan kenaikan beruntun selama tujuh hari, terpanjang sejak Agustus.

Indeks Nasdaq naik 0,17 persen menjadi 14.663,64. Saham Amazon menguat 4,7 persen setelah Departemen Pertahanan membatalkan kontrak cloud JEDI senilai USD 10 miliar dengan Microsoft.

Sebaliknya, departemen meluncurkan kontrak baru dan meminta proposal dari Amazon dan Microsoft. Ditambah, Andy Jassy resmi mengambil alih sebagai CEO Amazon pada Senin, 5 Juli 2021. Jeff Bezos sekarang Chairman Amazon. best profit

Investor berupaya mencerna sejumlah tanda pertumbuhan ekonomi yang cepat dari pandemi COVID-19. Indeks ISM Services, ukuran utama sektor jasa melambat menjadi 60,1 pada Juni dari rekor pada bulan sebelumnya.

Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan 63,5. Ini mengikuti laporan pekerjaan pada Jumat pekan ini yang menunjukkan tingkat pengangguran kembali naik 5,9 persen terhadap ekspektasi 5,6 persen.

Imbal hasil obligasi juga turun pada Senin, 5 Juli 2021 dengan imbal hasil surat berharga tenor 10 tahun di bawah 1,4 persen. Ini dinilai bukti lebih lanjut investor meragukan kekuatan ekonomi AS.

Banyak pelaku pasar di Wall Street mengharapkan keuntungan yang lebih kecil dan tajam pada sisa 2021 setelah kinerja yang kuat selama semester I 2021. Indeks S&P 500 menguat hampir 16 persen pada 2021. best profit

"Ekonomi AS sedang booming, tetapi ini sekarang dikenal dan pasar aset mencerminkannya. Apa yang tidak begitu jelas lagi adalah berapa harga yang akan diperoleh pertumbuhan ini," ujar Chief US Equity Strategist Morgan Stanley, Michael Wilson dilansir dari CNBC, Rabu (7/7/2021).

Ia menambahkan, biaya lebih tinggi berarti keuntungan lebih rendah, alasan lain mengapa pasar saham secara keseluruhan telah menyempit. "Pasar saham kemungkinan akan beristirahat musim panas ini," ujar dia.

Target konsensus pada akhir 2021, indeks S&P 500 berada di posisi 4.276, berdasarkan survey CNBC Market Strategist Survey.

"Semuanya sempurna dan itu membuat saya khawatir," ujar Portfolio Manager DCLA, Sarat Sethi.

Ia menuturkan, sejak Oktober, bursa saham alami koreksi lima persen. Ia menilai, saat ini pelaku pasar alami euphoria jangka pendek. best profit

"Kami perlu berhati-hati dan saya pikir Anda ingin berada pertumbuhan perusahaan sekuler, tidak hanya mengejar pasar di sini karena saya pikir pasar akan sangat pilih-pilih untuk sektor apa yang akan berjalan dengan baik," ujar Sethi.

Analis Citi mengatakan, pihaknya khawatir tentang kebijakan bank sentral dan melihat potensi laporan pendapatan yang dimulai dalam beberapa minggu bisa jauh dari harapan. Juli dapat menjadi bulan yang meresahkan karena harapan bawaan yang lebih tinggi menyusul laporan kuartal pertama yang kuat.

Saham Didi Cuxhing melemah hampir 19,6 persen setelah China mengatakan pengguna baru tidak dapat mengunduh aplikasi hingga melakukan tinjauan keamanan siber. Pengumuman itu mengejutkan pasar karena Didi baru saja melakukan debut di bursa saham New York. best profit

Selain itu, investor menunggu rilis risalah rapat Komite Pasar Terbuka pada Juni yang dijadwalkan Rabu untuk petunjuk tentang langkah bangk sentral terkait penghentian program pelonggaran kuantatif.

Di sisi lain, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik ke level tertinggi dalam enam tahun karena pertemuan penting antara kelompok produsen minyak OPEC dan mitranya mengenai kebijakan produksi minyak mentah telah dibatalkan.

Penundaan itu terjadi karena Uni Emirat Arab menolak proposal untuk memperpanjang peningkatan produksi minyak untuk hari kedia.

Pada Selasa, harga minyak mentah WTI ke posisi USD 76,98 yang merupakan harga tertinggi sejak November 2014, setelah sempat turun sebelum bel pembukaan. Harga minyak WTI berada di posisi USD 73,37. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, July 6, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar AS

Posted: 05 Jul 2021 05:43 PM PDT

 


Best Profit (6/7) - Harga emas turun tipis pada penutupan perdagangan hari Senin (Selasa pagi waktu Jakarta), setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam dua minggu. Pendorong penurunan harga emas ini karena kenaikan dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara investor menunggu data-data ekonomi AS yang akan menjadi petunjuk rencana kebijakan moneter Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (The Fed).

Mengutip CNBC, Selasa (6/7/2021), harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD 1.785,41 per ounce pada 00.37 GMT, setelah mencapai level tertinggi sejak 18 Juni di USD 1.794,86 per ounce pada perdagangan Jumat.

Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,1 persen menjadi USD 1.785,20 per ounce.

Nilai tukar dolar AS naik 0,1 persen terhadap para pesaingnya, membuat harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. best profit

Perusahaan AS mempekerjakan pegawai paling banyak dalam 10 bulan pada bulan Juni, menaikkan upah dan menawarkan insentif untuk menarik jutaan orang AS yang menganggur.

Laporan ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan ini memperkuat fokus investor pada data ekonomi dan langkah the Fed selanjutnya. Pasar mendukung bukti lebih lanjut dari pemulihan ekonomi yang kuat di tengah kekhawatiran atas inflasi.

Data Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS menunjukkan, ppekulan mengurangi posisi beli bersih mereka di emas COMEX dalam pekan yang berakhir 29 Juni dan menaikkan posisi beli bersih mereka di perak.

Emas di India pekan lalu dijual dengan harga premium untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua bulan karena permintaan meningkat setelah pembatasan untuk memerangi gelombang kedua virus Covid-19 sedikit dilonggarkan. best profit

Sebelumnya, harga emas berpeluang reli signifikan di atas level USD 1.800 per ounce pada pekan ini, setelah rilis hasil rapat kebijakan moneter Juni Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed. Salah satu peristiwa besar yang harus diperhatikan pada pekan ini adalah hasil rapat kebijakan moneter The Fed.

Pertemuan yang berlangsung pada pertengahan Juni itu disebut memicu aksi jual emas yang signifikan.

Pelaku pasar akan memantau dengan cermat apakah komentar hawkish yang dibuat oleh beberapa anggota The Fed selama beberapa pekan terakhir sesuai dengan catatan dari hasil rapat.

"Hasil rapat FOMC (Federal Open Market Committee) menarik jika bertentangan dengan apa yang kita dengar dari The Fed sejauh ini, khususnya dar beberapa anggotanya yang lebih hawkish," kata pakar logam mulia Gainesville Coins, Everett Millman, dikutip dari Kitco pada Senin (5/7/2021). best profit

Harga emas mengakhiri pekan lalu dengan catatan kuat. Hal ini karena harga emas sekali lagi mencoba menembus level USD 1.800 per ounce menyusul laporan ketenagakerjaan AS yang beragam.

Kepala Strategi Global TD Securities, Bart Melek, mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada dorongan kuat bagi The Fed untuk mengetatkan kebijakan moneter.

"Kita mendapatkan 850 ribu pekerjaan baru yang ditambahkan ke ekonomi pada Juni, tapi tingkat pengangguran naik menjadi 5,9 persen. Tingkat partisipasi juga masih rendah, yang artinya tidak ada dorongan khusus bagi Fed mengetatkan kebijakan moneter dalam waktu dekat. Dan itu bagus untuk emas," kata Melek.

Selain itu, katanya, pertumbuhan upah AS juga melambat dan itu menyiratkan bahwa inflasi kemungkinan bersifat sementara. Sehingga tidak ada alasan besar bagi The Fed untuk mulai menaikkan suku bunga.

Kendati demikian, menurut Melek, masih belum jelas apakah ada momentum yang cukup untuk mendorong harga emas jauh lebih tinggi pada pekan depan. Namun, Melek memperkirakan harganya bisa kembali ke level USD 1.900 per ounce dalam enam bulan ke depan. best profit

Pendorong lain yang harus diperhatikan adalah pergerakan harga minyak. Millman menilai bahwa kenaikan harga tambahan pada akhirnya akan menguntungkan ems.

Harga minyak yang lebih tinggi mendorong inflasi, dan itu hal yang positif untuk emas.

Analis lain mencatat bahwa ini adalah waktu yang frustasi bagi emas untuk bullish.

"Satu langkah maju dan dua langkah mundur. Emas tidak bisa menahan USD 1.800, dan turun ke posisi terendah pertengahan April di sekitar USD 1.760. Sekarang kita muncul kembali pada data pengangguran. Semuanya berteriak inflasi, tapi masalahnya adalah reli dolar AS," kata Co-Director Walsh Trading, Sean Lusk. best profit

Lusk sendiri optimistis untuk periode Juli, karena musiman emas akan kembali.

"Kita akan kembali ke pola beli emas tradisional pada pertengahan Juli. Ada bias beli, siklus perdagangan kembali masuk ke pasar," jelasnya.

Jika harga emas bisa di atas USD 1.800 pada pekan ini, maka akan membuka pintu untuk reli emas lainnya.

"Jika mendekati di atasnya, emas bisa naik jauh lebih tinggi dan bahkan mencapai level tertinggi baru," kata broker komoditas senior RJO Futures, Daniel Pavilonis. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, July 5, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Berpotensi Tembus USD 1.800 Pekan Ini

Posted: 04 Jul 2021 05:18 PM PDT

 


Best Profit (5/7) - Harga emas berpeluang reli signifikan di atas level USD 1.800 per ounce pada pekan ini, setelah rilis hasil rapat kebijakan moneter Juni Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed. Salah satu peristiwa besar yang harus diperhatikan pada pekan ini adalah hasil rapat kebijakan moneter The Fed.

Pertemuan yang berlangsung pada pertengahan Juni itu disebut memicu aksi jual emas yang signifikan.

Pelaku pasar akan memantau dengan cermat apakah komentar hawkish yang dibuat oleh beberapa anggota The Fed selama beberapa pekan terakhir sesuai dengan catatan dari hasil rapat.

"Hasil rapat FOMC (Federal Open Market Committee) menarik jika bertentangan dengan apa yang kita dengar dari The Fed sejauh ini, khususnya dar beberapa anggotanya yang lebih hawkish," kata pakar logam mulia Gainesville Coins, Everett Millman, dikutip dari Kitco pada Senin (5/7/2021). best profit

Harga emas mengakhiri pekan lalu dengan catatan kuat. Hal ini karena harga emas sekali lagi mencoba menembus level USD 1.800 per ounce menyusul laporan ketenagakerjaan AS yang beragam.

Kepala Strategi Global TD Securities, Bart Melek, mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada dorongan kuat bagi The Fed untuk mengetatkan kebijakan moneter.

"Kita mendapatkan 850 ribu pekerjaan baru yang ditambahkan ke ekonomi pada Juni, tapi tingkat pengangguran naik menjadi 5,9 persen. Tingkat partisipasi juga masih rendah, yang artinya tidak ada dorongan khusus bagi Fed mengetatkan kebijakan moneter dalam waktu dekat. Dan itu bagus untuk emas," kata Melek.

Selain itu, katanya, pertumbuhan upah AS juga melambat dan itu menyiratkan bahwa inflasi kemungkinan bersifat sementara. Sehingga tidak ada alasan besar bagi The Fed untuk mulai menaikkan suku bunga. best profit

Kendati demikian, menurut Melek, masih belum jelas apakah ada momentum yang cukup untuk mendorong harga emas jauh lebih tinggi pada pekan depan. Namun, Melek memperkirakan harganya bisa kembali ke level USD 1.900 per ounce dalam enam bulan ke depan.

Pendorong lain yang harus diperhatikan adalah pergerakan harga minyak. Millman menilai bahwa kenaikan harga tambahan pada akhirnya akan menguntungkan ems.

Harga minyak yang lebih tinggi mendorong inflasi, dan itu hal yang positif untuk emas.

Analis lain mencatat bahwa ini adalah waktu yang frustasi bagi emas untuk bullish. best profit

"Satu langkah maju dan dua langkah mundur. Emas tidak bisa menahan USD 1.800, dan turun ke posisi terendah pertengahan April di sekitar USD 1.760. Sekarang kita muncul kembali pada data pengangguran. Semuanya berteriak inflasi, tapi masalahnya adalah reli dolar AS," kata Co-Director Walsh Trading, Sean Lusk.

Lusk sendiri optimistis untuk periode Juli, karena musiman emas akan kembali.

"Kita akan kembali ke pola beli emas tradisional pada pertengahan Juli. Ada bias beli, siklus perdagangan kembali masuk ke pasar," jelasnya.

Jika harga emas bisa di atas USD 1.800 pada pekan ini, maka akan membuka pintu untuk reli emas lainnya.

"Jika mendekati di atasnya, emas bisa naik jauh lebih tinggi dan bahkan mencapai level tertinggi baru," kata broker komoditas senior RJO Futures, Daniel Pavilonis. best profit

Sumber : Liputan6