Monday, March 15, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Ditutup Menguat Tipis di Akhir Pekan

Posted: 14 Mar 2021 05:36 PM PDT

 


Best Profit (15/3) - Harga emas naik lebih tinggi pada hari Jumat dan berada di jalur mingguan terbaik mereka. Hal ini karena sedikit pelemahan dolar AS dan pasar ekuitas mengimbangi tekanan dari kenaikan imbal hasil Treasury AS.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (13/3/2021), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1,724,16 per ounce, setelah jatuh sebanyak 1,4 persen di awal sesi. Emas naik 1,4 persen sepanjang minggu ini.

Sementara itu, harga emas berjangka AS turun 0,2 persen pada USD 1.719,80.

"Kami telah melihat sedikit pelemahan dalam dolar AS (indeks), dolar AS merosot dari sekitar 92 menjadi sekarang lebih dari 91,6," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities. best profit

"Ada sedikit risiko dari sentimen dan saya menduga tingkat psikologis USD 1.700 di mana orang tidak benar-benar siap untuk turun menghasilkan sedikit rebound di pasar emas," tambahnya.

Tolok ukur imbal hasil Treasury AS naik setinggi 1,642 persen, puncak lebih dari satu tahun. Sementara itu, indeks dolar memangkas keuntungan, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Beberapa investor memandang harga emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi yang dapat mengikuti langkah-langkah stimulus. Tetapi imbal hasil Treasury yang lebih tinggi menumpulkan beberapa daya tarik komoditas non-imbal hasil. best profit

Presiden Joe Biden pada hari Kamis menandatangani tagihan stimulus USD 1,9 triliun menjadi undang-undang dan mengatakan dia sedang bekerja untuk membuat Amerika Serikat lebih dekat ke keadaan normal pada 4 Juli.

"Dengan permintaan fisik yang memberikan alasan, kami ragu harga emas akan turun di bawah USD 1.600 per ounce tahun ini," kata analis Capital Economics dalam sebuah catatan.

"Mengingat perkiraan kami untuk penurunan harga logam industri akhir tahun ini, kami tidak akan terkejut jika harga perak turun relatif terhadap harga emas," pungkasnya. best profit

Sumber : Liputan6

Friday, March 12, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Warga AS Segera Dapat BLT Rp 20 Juta, Wall Street Perkasa

Posted: 11 Mar 2021 03:26 PM PST

 


Best Profit (12/3) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melonjak ke rekor tertinggi pada perdagangan saham Kamis, 11 Maret 2021. Saham teknologi kembali menguat mengangkat wall street. Sementara itu, penandatanganan stimulus fiskal tambahan COVID-19 oleh Presiden AS Joe Biden memberi sentimen dorongan lebih lanjut ke bursa saham.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks saham S&P 500 melonjak 1 persen menjadi 3.939,34, dan mencapai penutupan tertinggi baru. Indeks saham Nasdaq naik 2,5 persen ke posisi 13.398,67 seiring rotasi kembali ke saham teknologi.

Indeks saham Nasdaq menguat juga dipicu saham Tesla naik 4,7 persen, sementara itu saham Facebook, Alphabet, dan Netflix masing-masing naik tiga persen.

Indeks saham Dow Jones menguat 188,57 poin atau 0,6 persen ke posisi 32.485,59. Di awal sesi perdagangan, indeks saham acuan ini naik lebih dari 300 poin untuk mencapai rekor tertinggi intraday. Penguatan wall street itu didorong sentimen paket stimulus COVID-19. best profit

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden teken paket stimulus COVID-19 senilai USD 1,9 triliun menjadi undang-undang pada Kamis sore waktu setempat.

Paket stimulus COVID-19 itu terdiri dari pembayaran langsung hingga USD 1.400 atau Rp 20,12 juta (asumsi kurs Rp 14.374 per dolar AS) kepada warga AS dan juga akan menempatkan dana hampir USD 20 miliar untuk vaksinasi COVID-19 dan USD 350 miliar untuk bantuan negara bagian, lokal dan suku. Gedung Putih mengatakan, paket stimulus bisa mulai masuk ke rekening bank akhir pekan ini.

"Stimulus mengangkat pasar. Dan nilai riil yang mendekati negatif secara historis merupakan penarik yang sangat kuat untuk harga aset. Hal itu dapat diabaikan setiap hari, terutama ketika orang-orang khawatir inflasi akan membengkak, tetapi pada akhirnya inflasi akan kembali normal," ujar Chief Investment Officer Horizon Investments, Scott Ladner, seperti dilansir dari CNBC, Jumat (12/3/2021).

Saham teknologi dan growth stock pulih dari koreksi yang dipicu oleh kenaikan suku bunga. Suku bunga lebh tinggi membuat kurang menarik bagi investor dan dapat menekan saham. best profit

Saham-saham unggulan kembali melonjak tajam pada perdagangan Kamis pekan ini setelah asosiasi perdagangan semi konduktor China membentuk kelompok baru untuk bekerja dengan mitra AS guna meredakan ketegangan perdagangan baru-baru ini di antara kedua negara. Nvidia dan AMD masing-masing melonjak lebih dari empat persen, sementara Xilinx melonjak 6,2 persen.

Indeks saham Nasdaq merosot ke wilayah koreksi pada Senin, atau turun lebih dari 10 persen dari level tertinggi baru-baru ini. Indeks saham acuan teknologi turun sekitar 5,5 persen.

Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun yang melemah dari level tertingginya 1,6 persen, sedikit berubah menjadi 1,52 persen pada Kamis waktu setempat. best profit

Di sisi lain, investor juga menyambut baik rilis data klaim pengangguran mingguan yang sedikit lebih baik dari perkiraan.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan pengajuan pertama kali untuk asuransi pengangguran pada pekan terakhir 6 Maret 2021 berjumlah 712.000. Angka ini di bawah perkiraan Dow Jones 725.000.

"Penurunan klaim pengangguran adalah kemenangan lain untuk pekan ini dan pertanda kuat. Ada gambaran yang cukup optimistis meski pun ada beberapa kegelisahan pasar terkait inflasi yang telah kita lihat selama beberapa minggu terakhir," ujar Direktur E-Trade Financial Mike Loewengart.

Adapun pembukaan kembali ekonomi ditambah dengan stimulus fiskal tambahan, mempercepat rotasi ke sektor yang lebih siklikal seperti energi. Sektor saham energi indeks S&P 500 menjadi pemenang terbesar pada 2021, dengan naik hampir 40 persen. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, March 11, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Paling Mahal dalam Sepekan Usai Ambruk ke Posisi Terendah

Posted: 10 Mar 2021 05:22 PM PST

 


Best Profit (11/3) - Harga emas mencapai level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) karena imbal hasil Treasury AS berkurang setelah data inflasi yang lemah. Harga emas batangan juga terus naik seiring dengan pelemahan dolar AS.

Dikutip dari CNBC, Kamis (11/3/2021), harga emas di pasar spot emas naik 0,2 persen di level USD 1.718,36 per ounce, setelah melonjak  ke level USD 1,723,31. Sedangkan harga emas berjangka naik 0,19 persen menjadi USD 1.720.

"Harga emas masih mengambil isyarat dari pasar Treasury dan data hari ini mengurangi kekhawatiran tentang inflasi jangka pendek," kata Edward Moya, Analis Pasar Senior di OANDA.

Imbal hasil Treasury AS untuk jangka waktu 10 tahun tergelincir setelah data menunjukkan harga konsumen AS meningkat pada bulan Februari, meskipun tetap terjadi inflasi. best profit

Status emas sebagai lindung nilai inflasi dipengaruhi oleh penguatan nilai tukar dolar AS dan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi. Harga emas sempat jatuh ke level terendah dalam 9 bulan pada perdagangan Senin, di level USD 1.676,10.

Suku bunga riil telah meningkat tajam selama beberapa minggu terakhir karena tingkat nominal yang lebih tinggi, tanpa kenaikan ekspektasi inflasi yang sepadan, tulis TD Securities dalam sebuah catatan.

"Dengan penerbitan Treasury besar-besaran di cakrawala, tekanan pada suku bunga yang lebih tinggi akan terus membebani harga emas dalam waktu dekat," tulisnya. best profit

Selain harga emas, harga perak juga naik 0,5 persen menjadi USD 26,04 per ounce. harga palladium stabil di USD 2.296,76, sementara platinum melonjak 1,7 persen menjadi USD 1.188,82.

Harga emas naik 2 persen pada hari Selasa. Ini karena mendapat kelonggaran dari penurunan imbal hasil Treasury AS dan dolar AS menyusul penurunan ke level terendah sembilan bulan di sesi terakhir.

Dikutip dari CNBC, Rabu (10/3/2021), harga emas di pasar spot emas naik 2,1 persen menjadi USD 1,717,25 per ounce. Harga emas berjangka AS ditutup naik 2,3 persen menjadi USD 1.716,90.

"Mengingat sifat logam yang menghasilkan nol, penurunan imbal hasil dapat menjadi penarik bagi harga emas untuk menaikkan harga lebih tinggi," kata Lukman Otunuga, analis riset senior di FXTM.

Tapi sementara harga emas dapat memperpanjang kenaikan dalam waktu dekat. "Pada dasarnya, pendulum berayun mendukung beruang terutama ketika memperhitungkan bagaimana sentimen global membaik pada peluncuran vaksin dan kasus COVID-19 turun secara global," tambahnya. best profit

Imbal hasil Treasury AS 10-tahun mereda, dan dolar tergelincir terhadap mata uang saingan.

Harga emas juga didukung oleh beberapa aksi berburu barang murah, kata analis StoneX, Rhona O'Connell.

Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi telah menantang status bullion sebagai lindung nilai inflasi tahun ini.

"Tapi ada perpecahan, karena beberapa orang berpikir pasar obligasi telah jauh turun, (sementara) orang lain mengatakan bahwa karena distribusi posisi, beberapa manajer mungkin mulai melihat penyeimbangan kembali," ucap Rhona. best profit

Kepemilikan dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, turun ke level terendah sejak April 2020 pada hari Senin.

Arus keluar ETF mengindikasikan berkurangnya minat investor, kata analis Xiao Fu dari Bank of China International.

Sentimen harga emas lainnya, Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan sikap kebijakan mudah Fed saat ini tetap sesuai, menjelang pertemuan mereka pada hari Kamis, pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa terbagi atas manfaat intervensi dengan meningkatkan pembelian obligasi. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, March 10, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Saham Teknologi Kembali Bangkit, Wall Street Kompak Menguat

Posted: 09 Mar 2021 04:21 PM PST

 


Best Profit (10/3) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan saham Selasa waktu setempat setelah imbal hasil obligasi AS turun. Hal itu membuat investor berbalik arah untuk masuk ke sektor saham teknologi.

Pada penutupan perdagangan wall street, Selasa, 9 Maret 2021, indeks saham Nasdaq naik 3,69 persen menjadi 13.073,82. Indeks saham Nasdaq catat kenaikan terbaik sejak November 2020.

Saham Tesla melonjak 19,6 persen setelah lima hari tertekan, dan catat penguatan terbesar sejak Februari 2020. Saham Apple dan Facebook masing-masing lompat lebih dari empat persen, sedangkan saham Microsoft dan Netflix menguat 2,5 persen.

Saham Amazon menguat 3,8 persen, dan indeks saham acuan teknologi reli 4,3 persen selama sesi perdagangan. Indeks saham S&P 500 naik 1,4 persen menjadi 3.875,44. Indeks saham Dow Jones menguat tipis 30,30 poin atau 0,1 persen menjadi 31.832,74. best profit

Saham teknologi kembali bangkit seiring imbal hasil obligasi AS stabil. Saham teknologi berguguran pada perdagangan wall street kemarin.

Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun turun lebih dari lima basis poin menjadi 1,54 persen. Pada Senin, imbal hasil obligasi naik menjadi 1,62 persen.

"Setelah tertinggal dengan kurang baik selama beberapa minggu terakhir, pertumbuhan atau momentum saham menguat lebih tinggi karena investor sedikit lebih nyaman dengan suku bunga, dan membeli sektor saham yang paling disuka dulu," ujar Pendiri Vital Knowledge, Adam Crisafulli dalam catatan, dikutip dari CNBC, Rabu (10/3/2021). best profit

Pada sesi sebelumnya, indeks Nasdaq merosot 2,4 persen sehingga ditutup lebih dari 10 persen. Indeks saham Nasdaq berada di wilayah koreksi.

Saham-saham teknologi dengan pertumbuhan tinggi telah tertekan akhir-akhir ini seiring kenaikan suku bunga membuat keuntungan ke depan kurang menarik. Oleh karena itu, menjadi sulit untuk membenarkan terhadap penilaian tinggi saham tersebut.

Banyak saham teknologi telah turun dua digit selama sebulan terakhir di tengah kekhawatiran suku bunga. Bahkan pada reli Selasa pekan ini, saham Apple telah turun lebih dari 10 persen dalam sebulan terakhir. Saham Tesla merosot 20 persen. Saham Zoom Video an Peloton masing-masing turun 20 persen dan 36 persen selama periode yang sama. best profit

"Banyak dari saham teknologi ini mengalami jenuh aksi jual dalam jangka pendek. Oleh karena itu, tidak mengherakan (pelaku pasar-red) melihat peningkatan yang bagus. Pertanyaannya apakah pantulan ini kuat," ujar Chief Market Strategist Matt Maley.

Investor Cathie Wood dari Ark Investment Management mengatakan, aksi jual saham teknologi baru-baru ini menciptakan peluang besar baginya untuk membeli saham.

Sementara itu, pada perdagangan saham Selasa, sektor saham energi melemah 1,9 persen, dan alami penurunan terbesar. Penurunan itu memangkas keuntungan sektor saham energi pada Maret menjadi 8 persen.

Sektor saham keuangan dan industri juga tertekan. Persetujuan Senat AS untuk paket stimulus COVID-19 senilai USD 1,9 triliun telah mendorong investor untuk bertaruh terhadap pemulihan ekonomi. Partai Demokrat akan mengesahkan RUU pada Rabu sehingga Presiden AS Joe Biden dapat teken pada akhir pekan ini. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, March 9, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Wall Street Awal Pekan Mixed, Dow Jones Kembali Capai Rekor Tertinggi

Posted: 08 Mar 2021 04:04 PM PST

 


Best Profit (9/3) - Perdagangan bursa saham Amerika awal pekan alami pergerakan yang mixed, dengan hanya Dow Jones menguat melanjutkan performa akhir pekan lalu dan berada di posisi rekor tertinggi pada perdagangan yang berakhir Selasa dinihari WIB (9/3/2021). Nasdaq alami koreksi tajam dari sesi sebelumnya oleh aksi profit taking pasar hingga turun ke posisi terendah 3 bulan.

Indeks Dow Jones naik 306,14 poin atau 1 persen pada 31.802,44, indeks Nasdaq merosot 310,99 poin atau 2,4 persen menjadi 12.609,16 dan kemudian indeks S&P 500 tergelincir 20,59 poin atau 0,5 persen menjadi 3.821,35. Kinerja mixed di bursa Wall Street   sebagai reaksi terhadap disahkannya paket stimulus senilai $ 1,9 triliun oleh Senat AS akhir pekan lalu.

Kemudian pengesahan RUU stimulus berkontribusi pada peningkatan imbal hasil treasury, namun yield untuk 10-tahun retreat setelah sepanjang sesi mencapai posisis tertinggi 13 bulan lebih yaitu di  atas 1,6 persen. best profit

Dari laporan ekonomi AS,  Departemen Perdagangan melaporkan persediaan grosir di AS melonjak sejalan dengan perkiraan ekonom di bulan Januari. Persediaan grosir melonjak 1,3 persen pada Januari setelah naik 0,6 persen  pada Desember, sesuai ekspektasi lonjakan 1,3 persen.

Secara sektoral, saham yang ditutup dalam zona hijau seperti saham maskapai penerbangan dengan  NYSE Arca Airline Index naik 4,8 persen. Penguatan signifikan juga terlihat di antara saham telekomunikasi dengan kenaikan 2,6 persen oleh NYSE Arca North American Telecom Index. best profit

Untuk saham yang alami koreksi yaitu saham semikonduktor menunjukkan pergerakan  negatif, dengan Philadelphia Semiconductor Index turun 5,4 persen ke level penutupan terendah dalam dua bulan. Kemudian diikuti oleh saham perangkat lunak dan bioteknologi yang berkontribusi pada penurunan tajam Nasdaq. best profit

Sumber : Vibiznews

Monday, March 8, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Maret 2021 Penuh Tekanan, Harga Emas Berisiko Terjun Bebas ke USD 1.600

Posted: 07 Mar 2021 04:27 PM PST

 


Best Profit (8/3) - Pekan pertama Maret 2021 merusak emas dengan harganya menembus level psikologis USD 1.700 per troy ounce. Harga emas pun berisiko terjun ke USD 1.600.

Harga emas turun lebih dari USD 200 sejak awal tahun ini. Bahkan emas berjangka April Comex sempat diperdagangkan pada USD 1.699,10, turun 2,8 persen pada pekan ini.

Penyebab utamanya adalah meningkatnya imbal hasil Treasury AS 10-tahun, dan memicu penguatan dolar AS yang membebani emas. Pekan ini, pesan pimpinan Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, yang mengabaikan inflasi dan kenaikan imbal hasil tidak membantu.

"Kegagalan Powell untuk menahan kenaikan hasil obligasi baru-baru ini menghilangkan kilau emas. Ini telah memberikan prospek bullish jangka pendek untuk dolar, yang membebani emas. Kita akan melihat pasar obligasi berjalan bebas, dan saat ini ada beberapa tekanan jangka pendek yang dapat membuat emas rentan," kata analis pasar senior OANDA, Edward Moya, seperti dikutip dari Kitco pada Senin (8/3/2021). best profit

Jika level dukungan utama tidak bertahan, menurut Moya, maka emas bisa terjun ke level USD 1.600. Ini kemungkinan akan menjadi titik terendah.

"Saya mengantisipasi bahwa saat ini kita bisa melihat USD 1.600, sebuah flash crash. Namun, di sanalah pembeli akan muncul dengan kuat. Ini akan menjadi titik beli yang menarik bagi banyak investor institusi," tutur Moya.

Mengingat fokus tetap pada kenaikan imbal hasil dan dolar, artinya emas pada pekan depan bisa berada di level USD 1.685. Direktur Perdagangan Global Kitco Metals, Peter Hug, mengatakan emas berada di posisi teknis kritis jika mengikuti indikator Fibonacci. best profit

"Saya memperkirakan kenaikan dari sudut pandang teknis, emas akan ditutup dan diperdagangkan USD 1.700 pada pekan depan, yang merupakan level psikologis. USD 1.725 merupakan level resistensi selanjutnya diikuti USD 1.750," kata Hug.

Namun, ada risiko penurunan yang lebih jelas menuju USD 1.660, bahkan lebih rendah. Hal ini diungkapkan Pimpinan Strategi Global TD Securities, Bart Melek, yang mengutip kebutuhan Fed untuk mengklarifikasi dengan jelas kapan dan di bawah kondisi apa bank sentral dapat mengintervensi kurva imbal hasil.

Jika emas gagal menahan di USD 1.675 pada pekan depan, maka pasar akan melihat harga di USD 1.610. Direktur Walsh Trading, Sean Lusk, mengatakan "Kita setidaknya harus berada di atas USD 1.675 pada pekan depan, atau semua taruhan dibatalkan."

Di sisi lain, Hug masih konstruktif pada emas dalam jangka menengah, menambahkan bahwa stimulus fiskal masih akan ada karena Fed tidak berencana untuk membalikkan kebijakan hingga 2022.

Melek juga optimistis pada emas menjelang akhir 2021. Menurutnya, harga emas akan jauh lebih tinggi memasuki 2022. best profit

Sumber : Liputan6

Friday, March 5, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Koreksi Saham Wall Street Berlanjut, Yield Obligasi AS Melompat Tinggi

Posted: 04 Mar 2021 04:18 PM PST

 


Best Profit (5/3) - Tekanan terhadap ketiga indeks utama saham Wall Street kembali berlanjut pada perdagangan yang berakhir Jumat dinihari WIB (5/3/2021). Indeks Dow Jones dan S&P 500 merosot ke level penutupan terendah dalam sebulan, sementara itu Nasdaq jatuh ke level penutupan terendah dua bulan.

Indeks Nasdaq anjlok 274,28 poin atau 2,1 persen menjadi 12.723,47, sedangkan indeks Dow Jones jatuh 345,95 poin atau 1,1 persen menjadi 30.924,14 dan indeks S&P 500 merosot 51,25 poin atau 1,3 persen menjadi 3.768,47. Aksi jual lanjutan di bursa Wall Street terjadi karena imbal hasil treasury melonjak sebagai reaksi atas komentar yang sangat diantisipasi oleh Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Imbal hasil pada catatan patokan sepuluh tahun melonjak saat Powell berbicara, mengakhiri sesi pada level penutupan tertinggi dalam setahun. Investor  terus memantau aktivitas di pasar obligasi, karena lonjakan ini  telah meningkatkan kekhawatiran tentang inflasi dan prospek suku bunga. best profit

Dari laporan ekonomi yang masuk, Departemen Tenaga Kerja merilis laporan yang menunjukkan peningkatan moderat dalam klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran AS di pekan yang berakhir 27 Februari. Klaim  pengangguran  naik tipis ke 745.000, meningkat 9.000 dari level  minggu sebelumnya di 736.000.

Sebuah laporan terpisah yang dirilis oleh Departemen Perdagangan menunjukkan peningkatan pesanan baru yang lebih besar dari yang diharapkan untuk barang-barang manufaktur AS di bulan Januari. best profit

Secara sektoral, sektor yang paling banyak jatuh adalah sektor teknologi dimana  saham perangkat keras komputer menunjukkan pelemahan signifikan dengan NYSE Arca Computer Hardware Index jatuh 4,7 persen ke level penutupan terendah dalam sebulan. Demikian dengan saham semikonduktor, jaringan dan bioteknologi juga  berkontribusi pada penurunan tajam Nasdaq.

Sementara itu, terlihat  saham energi termasuk di antara sedikit kelompok yang melawan tren turun, karena harga minyak mentah untuk kontrak berjangka bulan April melonjak $ 2,55 menjadi $ 63,83 per barel setelah OPEC dan sekutunya setuju untuk memperpanjang pengurangan produksi. best profit

Sumber : Vibiznews