Thursday, December 12, 2019

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Naik Usai The Fed Tahan Suku Bunga Acuan

Posted: 11 Dec 2019 05:06 PM PST

Best Profit (12/12) - Harga emas naik pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) setelah Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga setelah pertemuan dua hari minggu ini.

Hal ini mengindikasikan bahwa tidak ada tindakan yang mungkin terjadi tahun depan di tengah inflasi yang terus-menerus rendah.

Harga emas naik di tengah kekhawatiran tentang kesepakatan perdagangan antara AS dan China. best profit

Dikutip dari CNBC Kamis (12/12/2019), harga emas di pasar spot gold naik 0,92 persen menjadi USD 1.477,36 per ounce. Ini memperpanjang kenaikan pada sesi ketiga berturut-turut. Sementara harga emas berjangka AS naik 0,93 persen menjadi USD 1.482.

Presiden AS Donald Trump hanya punya waktu beberapa hari untuk memutuskan apakah akan mengenakan tarif hampir USD 160 miliar pada barang-barang China, sebuah langkah yang akan memperburuk perang dagang selama 17 bulan.

Penasihat ekonomi dan perdagangan top dari Gedung Putih diperkirakan akan bertemu dalam beberapa hari mendatang dengan Trump mengenai keputusan itu, meskipun keputusan akhir belum dibuat. best profit

Harga konsumen AS yang lebih baik dari yang diharapkan pada November, mendukung niat The Fed untuk tidak menurunkan suku bunga lagi.

Bank Sentral Eropa juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan pada hari Kamis. best profit

"Ekonomi global tampaknya telah stabil setelah satu tahun ketidakpastian pertumbuhan. Jika imbal hasil pada imbal hasil 10 (Treasury) AS naik di atas 1,90 persen, kami pikir itu akan menandakan akhir reli emas dan mendorong harga emas di bawah USD 1.400 per ounce," ungkap Analis Bank OCBC dalam sebuah catatan.

Sementara itu, harga Palladium naik 0,6 persen menjadi USD 1.907,70 per ounce, mencapai puncak baru USD 1.911,50, di tengah kekhawatiran akan pasokan logam autokatalis yang mandek dan berpotensi gagal memenuhi permintaan. Namun Palladium berada di jalur untuk sesi kenaikan beruntun ke-14.

Untuk Platinum melonjak 0,8 persen pada perdagangan Rabu, setelah mencapai tertinggi satu bulan pada USD 930. Afrika Selatan adalah produsen utama paladium dan juga memiliki cadangan platinum terbesar dan paling menguntungkan. Sedangkan harga perak di pasar spot naik 0,1 persen, menjadi USD 16,67 per ounce. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, December 11, 2019

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Naik di Tengah Negosiasi Perdagangan AS-China

Posted: 10 Dec 2019 05:04 PM PST

Best Profit (11/12) - Harga emas naik di tengah ketidakpastian perundingan perdagangan Amerika Serikat (AS)-China menjelang tenggat waktu penetapan tarif pada 15 Desember 2019. Sementara investor terus memantau pertemuan kebijakan Federal Reserve AS yang menjadi isyarat prospek moneter AS di 2020.

Melansir laman Reuters, Rabu (11/12/2019), harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi USD 1.467 per ons. Sementara harga emas berjangka AS naik 0,5 persen menjadi USD 1.471,50.

"Harga emas naik lebih tinggi karena pelemahan dolar dan kehati-hatian jelang tenggat waktu penetapan kenaikan tarif," kata analis FXTM Lukman Otunuga. best profit

Jika Washington melanjutkan penetapan tarif maka resiko yang terjadi adanya keengganan di pasar keuangan sampai akhir tahun. Kondisi ini berimbas pada kenaikan harga emas.

Sekretaris Kementerian Pertanian AS Sonny Perdue mengatakan bahwa Presiden Donald Trump tidak ingin menerapkan babak selanjutnya dari kenaikan tarif terhadap barang-barang China pada 15 Desember. Namun Trump ingin melihat langkah dari China untuk menghindarinya.  best profit

Perang dagang yang berkepanjangan antara dua ekonomi besar di dunia, telah mengipasi kekhawatiran akan resesi, menempatkan safe-haven emas di jalur tahun terbaiknya sejak 2010. Dolar yang melemah terhadap mata uang utama juga memberikan dukungan kepada bullion.

"Emas telah mempertahankan level USD 1.450 per ons meskipun kesepakatan perdagangan AS-China muncul semakin besar dan kuat secara tak terduga serta data pekerjaan, "kata analis UBS dalam sebuah catatan.    best profit

Di sisi lain, The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dari hasil pertemuan dua harinya yang berakhir pada hari Rabu. Investor menunggu perkiraan pembuat kebijakan yang berimbas ke pertumbuhan ekonomi AS.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya bagi pemegang bullion yang tidak memberi imbal hasil dan membebani dolar.

Pasar juga fokus pada pemilihan di Inggris usai ekonomi negara itu tumbuh pada laju tahunan paling lambat di hampir tujuh tahun pada Oktober. Bank Sentral Eropa diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di pertemuannya pada minggu ini.    best profit

Sementara itu, harga paladium naik 0,4 persen menjadi USD 1.888,68 perons, setelah melonjak ke rekor tinggi USD 1.898,50 pada sesi sebelumnya.

Kekhawatiran bahwa pasokan logam yang mungkin tidak memenuhi lonjakan permintaan telah mengangkat harga hampir 50 persen tahun ini.

Adapun harga perak naik 0,4 persen menjadi USD 16,66 dan platinum naik 1,6 persen menjadi USD 908,64. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, December 10, 2019

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Melonjak, Paladium Cetak Rekor

Posted: 09 Dec 2019 06:30 PM PST

Best Profit | Harga Emas Melonjak, Paladium Cetak Rekor

Best Profit (10/12) - Harga emas naik tinggi pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). kenaikan harga emas ini terjadi karena masih adanya ketidakpastian perundingan antara Amerika Serikat (AS) dengan China.

Sedangkan harga paladium mencetak angka tertinggi dan mengarah ke level USD 1.900 per ounce.

Mengutip CNBC, Selasa (10/12/2019), harga emas di pasar spot naik 0,12 persen menjadi USD 1.461,15 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup turun 0,2 persen ke angka USD 1.464,9 pr ounce. best profit

Analis TD Securities Daniel Ghali menjelaskan, saat ini mata semua orang tertuju pada batas waktu kesepakatan tarif antara AS dengan China. Batas waktu tersebut adalah 15 Desember tetapi sampai saat ini belum ada sinyal-sinyal apapun dari kedua negara tersebut.

China pada hari Senin waktu setempat berharap adanya kesepakatan sesegera mungkin dengan AS. Namun belum ada sinyal apapun dari AS.

"Batas waktu tarif sudah sangat dekat tetapi situasi masih belum pasti. Hal ini membantu harga emas untuk terus menguat," jelas Ghali. best profit

Selain itu, pelaku pasar juga tengah menunggu pertemuan bulanan Bank Sentral AS untuk menentukan arah kebijakan moneter. Analis memperkirakan Bank Sentral AS akan mempertahankan suku bunga di kisaran USD 1,50 persen hingga 1,75 persen. best profit

Sedangkan untuk harga paladium naik ke level tertinggi sepanjang masa dari USD 1.898,50 per ounce menjadi USD 1.881,43 per ounce atau mengalami lonjakan 0,19 persen.

"Palladium memiliki latar belakang fundamental yang sangat kuat dengan pasokan yang ditetapkan tetap langka dan pertumbuhan permintaan akan meningkat," kata Ghali. best profit

Harga palladium telah naik hampir 50 persen pada tahun 2019 karena tekanan pasokan yang berkelanjutan, dan terus-menerus memecahkan rekor, meskipun sektor otomotif global melemah.

Regulasi emisi yang semakin ketat secara global meningkatkan permintaan akan paladium yang digunakan untuk autokatalis pada mobil bertenaga bensin. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, December 9, 2019

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Analis dan Investor Sulit Tentukan Arah Harga Emas Pekan Ini

Posted: 08 Dec 2019 06:13 PM PST

Best Profit (9/12) – Terdapat pesan yang beragam terhadap harga emas pada pekan ini. Para analis memperkirakan harga emas akan mengalami tekanan. Sedangkan kebalikannya, pelaku pasar atau para trader yakin harga emas akan naik.

Mengutip Kitco, Senin (9/12/2019), para analis memperkirakan bahwa pertumbuhan pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) sebesar 266 ribu pada november akan mendorong kenaikan pasar saham sehingga menekan harga emas.

Angka pertumbuhan tenaga kerja ini merupakan angka tertinggi dalam 10 bulan terakhir. Oleh karena itu wajar jika para analis memperkirakan investor akan mulai masuk ke instrumen berisiko karena data tenaga kerja yang baik. best profit

Editor Eureka Miner Report Richard Baker menjelaskan, data tenaga kerja yang kuat sangat mengejutkan setidaknya untuk jangka pendek. "Saya pikir kemungkinan reli saham akan berlanjut ke minggu ini dan logam kuning akan menguji ulang level USD 1.450 per ounce," jelas dia.

Sebanyak 16 analis pasar berpartisipasi dalam survei Kitco minggu ini. Empat analis, atau 27 persen menyatakan harga emas akan bullish. Tujuh analis, atau 44 persen mengatakan harga emas akan lebih rendah minggu ini.

Sisanya atau sebanyaj lima analis atau 31 persen melihat harga emas akan diperdagangkan sideways atau mendatar. best profit

Sementara itu, 792 responden dari kalangan trader atau pelaku pasar mengambil bagian dalam jajak pendapat online yang diadakan oleh Kitco. Hasilnya, sebanyak 487 pemilih atau 61 persen menyerukan harga emas akan naik.

Sedangkan 183 lainnya atau 23 persen memperkirakan harga emas akan jatuh. Selain itu, 122 pemilih yang tersisa atau 15 persen melihat harga emas mendatar.

Para analis melihat bahwa harga emas masih akan terjebak di antara support USD 1.450 per punce dan resistance di USD 1.500 per ounce. best profit

Analis teknikal dari City Index, Fawad Razaqzada, mengatakan bahwa meskipun harga emas dapat tertekan dalam waktu dekat, tetapi dia memperkirakan bahwa secara jangka panjang masih akan tetap bullish.
Ia menambahkan bahwa gerak harga emas tidak akan lebar dalam jangka pendek masih berada di kisaran yang sama.

Broker komoditas senior dengan RJO Futures Daniel Pavilonis, mengatakan bahwa pasar ekuitas yang lebih kuat akan membebani harga emas dalam waktu dekat. Harga emas akan bergerak di kisaran USD 1.420 per ounce. best profit

Sumber : Liputan6

Friday, December 6, 2019

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Naik di Tengah Negosiasi Perdagangan AS-China

Posted: 05 Dec 2019 05:18 PM PST

Best Profit (6/12) - Harga emas naik lebih tinggi dipicu ketidakpastian di tengah negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat-China. Ini mengimbangi tantangan rilis data ekonomi AS yang positif, sementara paladium yang dilanda defisit memperpanjang rekornya.

Melansir laman Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.477,12 per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak 7 November di posisi sehari sebelumnya USD 1.484. Adapun emas berjangka AS ditutup naik 0,2 persen menjadi USD 1.483,10 perons.

"Kami melihat permintaan muncul untuk emas," kata Analis Riset Komoditas Peter Fertig. best profit
Namun, dia melanjutkan selama Presiden AS Donald Trump tidak membuat pernyataan yang jelas tentang apa yang dia inginkan, pasar akan tetap bingung.

"Harus ada pemotongan tarif jika Washington dan Beijing ingin mencapai perjanjian perdagangan sementara," kata Kementerian Perdagangan Chinapada hari Kamis. Ini terjadi sehari setelah Trump mengatakan pembicaraan perdagangan sedang berlangsung

Hal ini berbeda dengan komentar sebelumnya yang menyarankan kesepakatan mungkin harus menunggu sampai setelah pemilihan presiden di 2020. best profit

Adapun hal yang membatasi gerak emas adalah data ekonomi Amerika Serikat yang positif. Data menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara turun ke level terendah sejak pertengahan April untuk pekan yang berakhir di 30 November.

Sementara defisit perdagangan AS merosot ke level terendahhampir satu setengah tahun di bulan Oktober. best profit

Adapun paladium melanjutkan rekornya, menuju harga puncak sepanjang masa dari USD 1.876,54 per ounce di tengah kekhawatiran pasokan logam. harga terakhir naik 0,1 persen menjadi USD 1.871,93
Di antara logam lainnya, harga platinum naik 0,4 persen menjadi USD 897,88. Sementara harga perak naik 0,8 persen menjadi USD 16,95. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, December 5, 2019

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Optimisme Baru Kesepakatan AS-China Untungkan Bursa Saham Amerika

Posted: 04 Dec 2019 04:44 PM PST

Best Profit (5/12) -  Setelah menunjukkan pergerakan indeks yang  lemah selama beberapa sesi terakhir, bursa saham AS kembali menguat selama perdagangan yang berakhir pagi ini (Kamis 05/12). Indeks utama naik dengan kuat ke zona positif tetapi masih  jauh dari rekor tertinggi.

Indeks Dow Jones naik 146,97 poin atau 0,5 persen menjadi 27.649,78, indeks Nasdaq naik 46,03 poin atau 0,5 persen menjadi 8.566,67 dan indeks S&P 500 naik 19,56 poin atau 0,6 persen menjadi 3.112,76. 
Rebound di Wall Street terjadi setelah sebuah laporan dari beberapa media  mengindikasikan AS dan China bergerak lebih dekat untuk menyepakati jumlah tarif yang akan digulirkan kembali dalam kesepakatan perdagangan tahap satu.

Salah satu media yang mempengaruhinya yaitu berita dari Bloomberg yang menulis  negosiator AS mengharapkan kesepakatan fase satu akan selesai sebelum tarif AS ditetapkan naik pada 15 Desember. Media ini juga menulis  orang-orang menghiraukan pernyataan Presiden Donald Trump baru-baru ini yang menunjukkan bahwa ia ingin menunda penyelesaian perjanjian sampai setelah pemilihan 2020. best profit

Optimisme baru tentang kesepakatan perdagangan potensial membantu mengimbangi sentimen negatif yang dihasilkan oleh beberapa data ekonomi yang mengecewakan, termasuk laporan dari prosesor penggajian ADP yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan sektor swasta yang jauh lebih lemah dari yang diperkirakan pada bulan November.

ADP mengatakan pekerjaan sektor swasta naik 67.000 pekerjaan pada bulan November setelah naik oleh 121.000 pekerjaan yang direvisi pada Oktober. Data ini mengecewakan karena diperkiarakan akan naik hingga 140.000 pekerjaan. best profit

Selain itu ada juga data  yang dirilis oleh Institute for Supply Management menunjukkan laju pertumbuhan dalam aktivitas sektor layanan AS melambat lebih dari yang diperkirakan pada bulan November. ISM mengatakan indeks non-manufaktur turun ke 53,9 pada November setelah naik ke 54,7 pada Oktober.

Untuk pergerakan indeks secara sektoral, sektor  energi membantu memimpin pasar lebih tinggi, diuntungkan dari kenaikan tajam oleh harga minyak mentah. NYSE Arca Natural Gas Index dan Philadelphia Oil Service Index masing-masing naik 3,6 persen dan 3,5 persen. NYSE Arca Oil Index juga melonjak 1,6 persen.

Dimana harga minyak mentah untuk pengiriman Januari melonjak $2,33 atau 4,2 persen menjadi $ 58,43 per barel. Lonjakan harga minyak terjadi setelah sebuah laporan dari Energy Information Administration menunjukkan penurunan mingguan yang lebih curam dari perkiraan dalam persediaan minyak mentah. Investor juga melihat ke depan untuk memulai pertemuan dua tahunan OPEC di Wina pada hari Kamis ini. best profit

Kekuatan signifikan juga terlihat di antara saham semikonduktor, sebagaimana tercermin oleh kenaikan 1,6 persen oleh Philadelphia Semiconductor Index. Saham Microchip Technology (MCHP) membukukan kenaikan yang menonjol setelah pembuat chip tersebut menaikkan pedoman kuartal ketiga fiskal karena pemesanan yang kuat.

Demikian juga dengan pergerakan saham-saham baja, perbankan dan bioteknologi juga melihat kekuatan yang menonjol, bergerak lebih tinggi bersama dengan sebagian besar sektor utama lainnya.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Wall Street bepotensi tetap bergerak kuat dengan optimisme baru kesepakatan dagang AS serta dibantu dengan pergerakan harga minyak mentah yang kuat. best profit

Sumber : Vibiznews

Wednesday, December 4, 2019

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Naik Lebih dari 1 Persen Usai Peryataan Donald Trump

Posted: 03 Dec 2019 05:03 PM PST

Best Profit (4/12) - Harga emas melonjak lebih dari 1 persen pada hari Selasa (3/12). Lonjakan ini terjadi di tengah memudarnya optimisme seputar kesepakatan perdagangan AS-China setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dapat diperpanjang hingga setelah pemilihan presiden pada November 2020.

Dikutip dari CNBC, harga emas di pasar spot naik 1,12 persen menjadi USD 1,478.72 per ounce, setelah menyentuh $ 1,481.80, tertinggi sejak 7 November 2019. Emas berjangka AS juga naik 1,1 persen pada USD 1484,4 per ounce.

"Pasar saham lebih rendah dan ada lonjakan harga emas yang saat ini dainggap paling aman. Harga emas naik dengan apa yang dikatakan Trump tentang China-AS," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures. best profit

"Semua tanda menunjuk ke arah pergerakan harga emas di atas USD 1,485 lagi yang cukup untuk mendorongnya di atas USD 1.500," tambahnya.

Trump mengatakan kesepakatan perdagangan dengan China mungkin akan ditunda sampai setelah pemilihan November 2020. Ini memupus harapan bahwa kesepakatan dapat dicapai sebelum putaran kenaikan tarif lain berlaku pada 15 Desember 2019.

Harga emas telah naik hampir 15 persen tahun ini karena perselisihan tarif yang berlarut-larut, yang telah memberikan sentimen kekhawatiran resesi dan mendorong bank sentral di seluruh dunia untuk menurunkan suku bunga. best profit

Lebih lanjut, risiko lain, Washington juga mengancam bea atas barang-barang Prancis soal pajak layanan digital. Hal ini dapat membahayakan perusahaan teknologi AS., di mana Prancis dan Uni Eropa mengatakan mereka siap untuk membalas, jika ancaman itu terwujud.

Harga emas akan tetap didukung sepanjang tahun depan karena ketidakpastian perdagangan dan pertumbuhan global, kata ING dalam Outlook Komoditas 2020-nya.

Dikutip dari Kitcho, The Dutch bank's memperkirakan perdagangan emas jauh di atas lantai baru USD 1.450 per ons sepanjang tahun 2020 tetapi tidak melihatnya naik jauh di atas USD 1.500 per ons. best profit

"Di 2020, ketidakpastian seputar pembicaraan perdagangan dan pertumbuhan global kemungkinan akan tetap menjadi pendorong utama," kata kepala strategi komoditas ING Warren Patterson dan ahli strategi komoditas senior Wenyu Yao dalam laporannya.

Di Q1, bank memiliki perkiraan rata-rata emas di USD 1.500 per ons, kemudian turun menjadi USD 1.470 di Q2 dan Q3, dan akhirnya naik ke USD 1.480 di Q4.

"Kami saat ini memperkirakan bahwa harga emas akan rata-rata sekitar USD 1.475 / ons selama tahun 2020," kata laporan ING. best profit

Potensi kenaikan emas lebih lanjut akan tergantung pada seberapa sentimen Federal Reserve tentang langkahnya tahun depan.

"Sebagai hasil dari ketidakpastian perdagangan dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan global, kami melihat kenaikan harga emas dari level saat ini. Sementara jika Fed AS berubah semakin dovish, ini hanya memberikan kenaikan lebih lanjut," tulis laporan itu. best profit

Prospek 2020 didasarkan pada kinerja solid logam kuning tahun ini, yang melihat harga naik 21 persen.
"Kekuatan ini seharusnya tidak terlalu mengejutkan, mengingat ketidakpastian yang tumbuh di ekonomi global, dengan pertumbuhan yang melambat dan meningkatnya ketegangan perdagangan. Faktor-faktor ini telah meningkatkan daya tarik untuk aset safe haven seperti emas. Selain itu, kebijakan yang lebih dovish dari bank sentral juga telah memberikan dukungan kepada emas," kata ahli strategi. best profit

Sumber : Liputan6