Thursday, September 9, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Wall Street Tertekan Imbas Investor Hati-Hati Hadapi Gejolak Pasar

Posted: 08 Sep 2021 05:30 PM PDT

 


Best Profit (9/9) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan Rabu, 8 September 2021. Indeks Dow Jones dan S&P 500 merosot selama tiga hari berturut-turut karena investor menilai kembali prospek pertumbuhan ekonomi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 68,93 poin ke posisi 35.031,07. Indeks S&P 500 susut 0,1 persen menjadi 4.514,07. Indeks Nasdaq tergelincir hampir 0,6 persen menjadi 15.286,64.

Rata-rata indeks saham ditutup di zona merah selama tiga hari berturut-turut. Indeks Dow Jones turun lebih dari 260 poin, menambah tekanan sejak Jumat pekan lalu setelah laporan data kerja AS yang mengecewakan. Prospek pada September juga tetap dibayangi oleh varian delta COVID-19.

Di sisi lain, saham Coinbase turun 3,2 persen setelah bursa kripto mengungkapkan menerima pemberitahuan tentang kemungkinan tindakan penegakan hukum dari the Securities and Exchange Commission. Saham Coupa Software turun 4,2 persen meski pun laporan kinerja kuartalannya lebih baik dari perkiraan. best profit

Banyak investor bersiap untuk volatilitas pada September, salah satu bulan terlemah pada 2021. Perubahan harga bisa kembali, terutama indeks S&P 500 naik lebih dari 20 persen, dan tanpa kemunduran lima persen.

"Kami melihat September-Oktober bergejolak sebagai tahap akhir dari transisi pertengahan siklus. Dua bulan ke depan membawa risiko besar terhadap pertumbuhan, kebijakan dan agenda legislatif," tulis Morgan Stanley Chief Cross Asset Strategist Andrew Sheets, dilansir dari CNBC, Kamis (9/9/2021).

Pada September 2021, indeks S&P 500 melemah. Indeks Dow Jones tergelincir 0,90 persen dan indeks Nasdaq naik hampir 0,2 persen.

Salah satu katalis untuk aksi jual adalah the Federal Reserve dan potensinya untuk kembali menarik stimulus moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mendukung ekonomi selama pandemi COVID-19. best profit

Ketua the Fed Jerome Powell telah mengindikasikan bank sentral akan mulai menarik beberapa kebijakan pelonggaran moneter sebelum akhir tahun, meski ia masih melihat kenaikan suku bunga belum akan dilakukan.

"Reli musim panas mendorong indeks S&P 500 ke posisi baru dengan potensi hambatan seperti kenaikan suku bunga telah membuat investor memperdebatkan apakah ekuitas Amerika Serikat dapat membuat keuntungan baru yang berarti sisa tahun ini dan tahun depan," tulis UBS kepada kliennya.

Dalam catatan UBS juga disebutkan bursa saham AS sedang mengalami kemunduran didorong imbal hasil lebih tinggi. Akan tetapi, ada katalis yang dapat mengangkat indeks S&P 500 pada akhir tahun. UBS menaikkan target indeks S&P 500 menjadi 4.650 pada akhir 2021 dan 4.850 pada 2022. best profit

Pada Rabu, Departemen Tenaga Kerja AS juga merilis survei pembukaan dan perputaran tenaga kerja yang menunjukkan tenaga kerja AS naik menjadi 10,9 juta pada Juli 2021. Lowongan tenaga kerja AS melebihi jumlah pengangguran lebih dari 2 juta pada Juli karena perusahaan berjuang untuk mengisi rekor jumlah lowongan.

Selain itu, dalam Beige Book berkala the Federal Reserve, bank sentral mengatakan bisnis AS mengalami kenaikan inflasi yang diintensifkan oleh kekurangan barang dan kemungkinan akan berlanjut ke konsumen di banyak daerah.

The Fed juga melaporkan pertumbuhan secara keseluruhan telah sedikit bergeser ke kecepatan sedang di tengah meningkatnya kekhawatiran kesehatan masyarakat selama Juli-Agustus 2021.

"Perlambatan dalam kegiatan ekonomi sebagian besar disebabkan oleh mundurnya makan di luar, perjalanan dan pariwisata di sebagian besar distrik yang mencerminkan masalah keamanan karena munculnya varian delta dan dalam beberapa kasus, pembatasan perjalanan internasional," tulis the Fed. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, September 8, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Wall Street Beragam, Indeks Dow Jones Anjlok Imbas Kekhawatiran Varian Delta COVID-19

Posted: 07 Sep 2021 05:27 PM PDT

 


Best Profit (8/9) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan Selasa, 7 September 2021. Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap dampak varian delta COVID-19 pada pembukaan kembali ekonomi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones tergelincir 269,09 poin menjadi 35.100, terdorong saham Boeing yang turun 1,8 persen. Indeks S&P 500 melemah 0,3 persen menjadi 4.520,03. Indeks Nasdaq naik kurang dari 0,1 persen menjadi 15.374,33.

Goldman Sachs menurunkan prospek ekonominya seiring varian delta COVID-19 dan memudarnya stimulus fiskal. Goldman sekarang melihat pertumbuhan tahunan 5,7 persen pada 2021 di bawah konsensus 6,2 persen. Perusahaan memangkas prospek produk domestik bruto (PDB) pada kuartal IV 2021 menjadi 5,5 persen, turun dari 6,5 persen. best profit

"Hambatan untuk pertumbuhan konsumsi yang kuat ke depan tampak jauh lebih tinggi, varian delta sudah membebani pertumbuhan kuartal III, dan stimulus fiskal yang memudar, pemulihan sektor jasa yang lebih lambat akan menjadi hambatan dalam jangka menengah," tulis Goldman, dikutip dari CNBC, Rabu (8/9/2021).

Di sisi lain, Morgan Stanley menurunkan peringkat saham AS menjadi underweight pada Selasa pekan ini.

"Kami melihat September-Oktober bergelombang sebagai tahap akhir dari transisi pertengahan siklus," tulis Strategist Andrew Sheet.

"Kami terus berpikir ini adalah siklus "normal", hanya lebih panas dan lebih cepat, model siklus kami tetap dalam ekspansi. Akan tetapi, dua bulan ke depan membawa risiko sangat besar terhadap pertumbuhan, kebijakan, dan agenda legislatif,". best profit

Saham Boeing turun setelah Wall Street Journal melaporkan pengiriman untuk 787 Dreamliner kemungkinan akan tertunda. PPG Industries, produsen cat memperingatkan penjualan mungkin gagal pada kuartal ini karena masalah logistik dan biaya komoditas yang lebih tinggi. Saham PPG Industries turun hampir 3,4 persen.

Saham obat termasuk Johnson and Johnson, Merck dan Amgen melemah setelah Morgan Stanley menurunkan peringkat ketiga saham tersebut.

Indeks S&P 500 turun 0,06 persen pada September, bulan yang secara historis menantang pasar. Rata-rata bulan ini turun 0,6 persen. Dalam perdagangan regular Jumat ini, indeks Dow Jones dan S&P 500 susut setelah laporan pekerjaan Agustus di bawah harapan, menyoroti berlanjutnya kekhawatiran tentang penyebaran COVID-19 dan varian delta. best profit

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan,tambahan pekerjaan nonsektor pertanian 235.000 pada Agustus 2021, tetapi ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan 720.000 pekerjaan.

Pada 2021, indeks Dow Jones naik sekitar 14,7 persen. Sementara itu, indeks S&P 500 telah naik 20,3 persen. Indeks Nasdaq naik 19,3 persen. Investor dan analis masih waspadai koreksi besar pada September 2021.

"Diakui, investor pasif belum merasakan sakit. 2021 mewakili satu tahun lagi di mana (S&P 500) telah menghancurkannya, tetapi beberapa tanda menunjukkan mungkin sudah waktunya untuk memulai. Semakin pilih-pilih dalam hal saham," tulis Bank of America dalam sebuah catatan Jumat pekan lalu. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, September 7, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Dekati Level Tertinggi di Tengah Prospek Tapering The Fed

Posted: 06 Sep 2021 05:50 PM PDT

 


Best Profit (7/9) - Harga emas melayang mendekati level puncak dalam dua setengah bulan pada perdagangan Senin. Kenaikan ini terjadi setelah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) mengecewakan pelaku pasar.

Dengan data tenaga kerja yang tidak sesuai dengan prediksi ini maka mengisyaratkan bahwa Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) akan menahan langkah pengurangan stimulus yang telah dijalankan.

Dengan ekspektasi ini maka akan memperkuat daya tarik emas sebagai lindung nilai dari inflasi dan kemudian akan mendorong kenaikan harga. best profit

Mengutip CNBC, Selasa (7/9/2021), harga emas di pasar spot stabil di USD 1.826,65 per ounce, pada pukul 00. 48 GMT. Di sesi sebelumnya, harga emas sempat mencapai puncak sejak 16 Juni di level USD 1.833,80 per ounce.

Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,3 persen menjadi USD 1.828,60 per ounce.

Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa pada Jumat angka nonfarm payrolls AS meningkat 235 ribu pekerjaan pada bulan lalu. Jumlah ini di bawah ekspektasi ekonom yang ada di angka 728 ribu.

Prediksi para analis dan ekonom meleset karena perekrutan tenaga kerja di sektor rekreasi dan perhotelan terhenti di tengah kebangkitan infeksi Covid-19. best profit

Data tenaga kerja pada hari Jumat mendorong indeks dolar AS ke level terendah sejak 4 Agustus.

Gubernur The Fed Jerome Powell telah mengisyaratkan pada bulan lalu jika angka tenaga kerja berjalan sesuai dengan estimasi maka bank sentral mulai mengurangi kebijakan moneter pembelian asetnya.

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, yang disebabkan oleh sejumlah besar langkah-langkah stimulus.

Aktivitas bisnis zona euro tetap kuat bulan lalu, meskipun ada kekhawatiran tentang varian delta virus corona dan masalah rantai pasokan yang meluas. best profit

Survei IHS Markit menunjukkan, ekonomi blok itu dapat kembali ke level sebelum Covid-19 pada akhir tahun.

Permintaan emas fisik di pusat-pusat utama Asia sebagian besar diredam pekan lalu karena rebound harga domestik membuat pembeli menjauh.

Sementara dealer di India menggantungkan harapan mereka pada musim festival yang akan datang untuk mendatangkan lebih banyak pelanggan. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, September 6, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Diprediksi Melambung Pekan Ini karena Ekspektasi Tapering The Fed Mundur

Posted: 05 Sep 2021 05:47 PM PDT

 


Best Profit (6/9) - Setelah mengalami tekanan yang berat dalam beberapa pekan terakhir, harga emas diperkirakan akan masuk ke momen bullish atau penguatan. Analis di Wall Street dan investor komoditas melihat bahwa harga emas bakal bergerak menguat pada pekan ini.

Analis mengatakan bahwa emas bisa saja memulai kenaikan baru dengan kemungkinan bisa menembus target USD 1.900 per ounce. Hal ini karena terjadi karena investor melihat bahwa Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) akan melakukan menunda tapering ke tahun depan.

Langkah pergeseran prediksi dari kebijakan moneter yang sangat dramatis ini tentu saja mendorong kenaikan harga emas. Sebelumnya sebagian besar investor memang sangat yakin bahwa the Fed akan mengurangi nilai pembelian obligasi atau tapering pada tahun ini. best profit

Pergeseran perkiraan ini terjadi setelah Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa hanya 235 ribu pekerjaan yang diciptakan pada Agustus 2021. Data secara signifikan meleset dari ekspektasi karena para ekonom memperkirakan kenaikan pekerjaan sebesar 720 ribu. Angka kenaikan pekerjaan ini jauh di bawah perkiraan yang paling bearish sekalipun.

"The Fed tidak akan mengisyaratkan penurunan pembelian obligasi pada September, dan mereka hanya akan mendapatkan satu laporan pekerjaan lagi sebelum FOMC November," kata kepala analis mata uang Forexlive.com Adam Button, seperti dikutip dari Kitco, Senin (5/9/2021).

"Tambahkan tanda-tanda lain adalah pertumbuhan ekonomi AS yang lemah dan peluang untuk terus turun karena pertumbuhan mengecewakan di kuartal III diperkirakan akan berlanjut ke kuartal IV. Emas akan menembus resistensi di USD 1.834 dalam waktu dekat dan terus lebih tinggi." tambah dia.

Di pekan ini, 15 analis Wall Street berpartisipasi dalam survei emas Kitco News. Di antara para peserta, 10 analis atau 67 persen menyerukan harga emas naik. best profit

Pada saat yang sama dua analis atau 13 persen menyerukan harga emas akan bergerak melemah pada pekan ini. Tiga analis atau 20 persen menyatakan netral terhadap harga emas dalam waktu dekat.

Sementara itu, Sebanyak 637 pelaku pasar ikut berpartisipasi dalam poling online. Dari jumlah tersebut, 416 responden atau 65 persen memperkirakan harga emas naik minggu depan.

Sedangkan 118 responden lainnya atau 19 persen mengatakan harga emas lebih rendah. Sementara 103 pemilih atau 16 persen menyatakan netral.

Sentimen bullish yang terjadi pada pekan ini sebenarnya sudah terlihat dari pekan sebelumnya karena Wall Street sudah mengharapkan harga emas bisa melambung.

Harga emas pada Jumat lalu diperdagangkan pada USD 1.832,30 per ounce, naik 0,7 persen dari pekan sebelumnya. Sebagian besar kenaikan itu terjadi pada Jumat menyusul data ekonomi yang mengecewakan. best profit

Analis pasar Equiti Capital David Madden mengatakan, dia terus mengawasi nilai tukar dolar AS. Jika indeks dolar AS menembus di bawah 91,75 maka emas akan naik jauh lebih tinggi.

Namun, dia menambahkan, bahwa dia ingin melihat harga emas bergerak di atas USD 1.835 per ounce yang merupakan titik resistensi jangka pendek. Dia mengatakan, emas telah diuji dan gagal menembus level resistance tiga kali tahun ini.

"Saya bullish pada emas tapi masih sedikit berhati-hati," katanya.

"Saya pikir tapering tidak akan dilakukan pada September dan tidak mungkin pada Desember, jadi kemungkinan besar akan terjadi pada Maret dan itu dapat membatasi kenaikan emas," katanya.

Analis teknis senior Kitco.com Jim Wyckoff mengatakan, emas memiliki keunggulan teknis yang jelas, dan dia melihat harga yang lebih tinggi dalam waktu dekat. best profit

Sumber : Liputan6

Friday, September 3, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Kehilangan Kemilau Jelang Rilis Data Gaji

Posted: 02 Sep 2021 05:13 PM PDT

 


Best Profit (9/3) Harga emas dunia susut dipicu investor mengabaikan dolar yang lemah dan fokus pada data penggajian non-pertanian yang dapat menentukan strategi pengurangan stimulus dari Federal Reserve AS.

Tercatat jika harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD 1.809,60 per ounce. Adapun harga emas berjangka AS turun 0,3 persen menjadi USD 1.811,5.

"Pasar emas saat ini sedang berkonsolidasi dan tidak peduli tentang hal lain sampai jumlah pekerjaan muncul," kata Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures di Chicago melansir CNBC.

Tetapi "jika ada penurunan yang lebih besar dalam dolar, emas mungkin memiliki beberapa jenis tawaran di bawahnya," tambah Streible. best profit

Investor emas tampaknya tidak terlalu memperhatikan penurunan dolar. Harga bullion biasanya naik bila dolar melemah karena membuat harga emas lebih murah bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.

Pelaku pasar juga memantau stok data yang menunjukkan lebih sedikit orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran minggu lalu, meskipun ada lonjakan infeksi Covid-19 baru.

Data tersebut muncul setelah Simposium Kebijakan Ekonomi tahunan Jackson Hole, di mana Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pemulihan di pasar tenaga kerja akan menentukan kapan bank sentral mulai memperlambat pembelian asetnya. best profit

Emas sangat sensitif terhadap penurunan suku bunga, yang menurunkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

"Harga emas perlu mencoba dan mendorong ke arah tertinggi yang kita lihat pada bulan Agustus, sekitar USD 1.830, tetapi untuk saat ini, mungkin tidak akan melihat banyak pergerakan menjelang angka gaji," kata Michael Hewson, kepala analis pasar di CMC Markets UK. .

Laporan penggajian non-pertanian Departemen Tenaga Kerja untuk Agustus diperkirakan menunjukkan 728.000 pekerjaan diciptakan, menurut jajak pendapat Reuters.

Di tempat lain, harga perak turun 1,2 persen menjadi USD 23,88 per ounce, paladium turun 1,8 persen menjadi USD 2,398,58, dan platinum turun 0,5 persen menjadi USD 996.23. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, September 2, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Wall Street Bervariasi pada Awal September 2021, Indeks Nasdaq Kembali Cetak Rekor

Posted: 01 Sep 2021 05:35 PM PDT

 


Best Profit (2/9) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Selasa, 1 September 2021.Indeks S&P 500 menutup perdagangan pada awal September cenderung mendatar seiring saham teknologi memudar.

Di sisi lain, investor mencerna laporan ketenagakerjaan yang mengecewakan. Pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 naik 1,41 poin menjadi 4.524,09. Hal itu lantaran sektor saham energi yang melemah tetapi diimbangi kenaikan sektor utilitas dan real estate.

Indeks Nasdaq naik 0,3 persen menjadi 15.309,38. Saham Apple melonjak dua persen ke level tertinggi sepanjang masa, tetapi ditutup hanya naik sekitar 0,5 persen. Indeks Dow Jones susut 48,20 poin atau 0,1 persen menjadi 35.312,53. best profit

Perusahaan AS menciptakan pekerjaan jauh lebih sedikit dari yang diharapkan pada Agustus dengan gaji karyawan swasta hanya naik 374.000. Hal itu berdasarkan laporan perusahaan layanan jasa ADP. Realisasi itu jauh di bawah perkiraan Dow Jones sebesar 600.000.

"Dengan begitu banyak tekanan pada perbaikan di pasar tenaga kerja yang datang dari the Fed, ini bisa mengirim sinyal pertumbuhan pekerjaan yang stagnan," uajr Direktur E-Trade, Mike Lowengart, dilansir dari CNBC, Kamis (2/9/2021).

Ia menambahkan, hal itu mungkin baik untuk pasar karena berarti kebijakan pelonggaran moneter berlanjut.

Laporan ADP adalah pendahulu dari data resmi non-farm payrolls AS pada Agustus yang akan dirilis Jumat. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan 720.000 pekerjaan diciptakan pada Agustus 2021. Tingkat pengangguran turun menjadi 5,2 persen.

Di antara saham individu, saham solar Sunrun melonjak lebih dari enam persen setelah JPMorgan memperkirakan saham itu akan naik lebih tinggi 90 persen. best profit

Saham Zoom Video sedikit naik menyusul penurunan 16 persen pada Selasa, 1 September 2021 setelah Cathie Wood mengungkapkan pihkanya membeli hampir 200.000 saham saat penurunan.

Adapun rata-rata indeks saham acuan menguat pada akhir Agustus 2021. Sepanjang Agustus 2021, indeks S&P 500 naik 2,9 persen, dan membukukan kenaikan berturut-turut selama tujuh bulan dan kemenangan beruntun sejak 2017.

Indeks Nasdaq menguat sekitar 4 persen untuk bulan ketiga secara positif. Indeks Dow Jones bertambah 1,2 persen.

Indeks S&P 500 sepanjang 2021 telah menguat lebih dari 20 persen. Indeks S&P 500 telah ditutup di atas rata-rata pergerakan 200 hari, ukuran tren jangka panjang, selama 296 hari berturut-turut.

Sejumlah ahli strategi sedang mencari koreksi pada September mengingat saham belum mencatat hal signifikan sejak Oktober 2020. Adapun pertemuan the Federal Reserve atau bank sentral AS yang sangat dinanti pada September dan kekhawatiran yang terus berlanjut tentang varian delta COVID-19. best profit

"Meskipun pasar bullish ini telah menghilangkan hampir semua tanda kekhawatiran pada 2021, jangan lupa September secara historis adalah bulan terburuk paada 2021 untuk saham," ujar LPL Financial Chief Market Strategis Ryan Detrik.

Ia menuturkan, bahkan tahun lalu, dalam menghadapi reli besar dari posisi terendah Maret 2020, pihaknya melihat koreksi hampir 10 persen pada pertengahan Desember.

Ia menambahkan, koreksi apa pun bisa bersifat jangka pendek dan ada kemungkinan 5-8 persen. "Pasar bull ini hidup dan sehat, kami akan melihat potensi kelemahan sebagai peluang," tutur dia. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, September 1, 2021

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Wall Street Kompak Melemah, Indeks S&P 500 Akhiri Penguatan dalam 7 Bulan

Posted: 31 Aug 2021 05:40 PM PDT

 


Best Profit (1/9) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan Selasa, 31 Agustus 2021. Indeks S&P 500 mengakhiri kenaikan selama tujuh bulan berturut-turut.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 39,11 poin atau 0,11 persen menjadi 35.360,73. Indeks S&P 500 susut 0,13 persen menjadi 4.522. Indeks Nasdaq turun 0,04 persen menjadi 15.259,24.

Pada perdagangan Selasa, 31 Agustus 2021, rata-rata indeks saham acuan membukukan kenaikan solid. Indeks S&P 500 naik 2,9 persen pada Agustus 2021. Sementara itu, indeks Nasdaq tumbuh sekitar 3 persen  Indeks Dow Jones menguat 1,2 persen.

Indeks S&P 500 mencatat kenaikan beruntun terpanjang dalam 10 bulan berturut-turut yang berakhir pada Desember 2017. Agustus juga merupakan bulan positif ke-9 dalam 10 tahun terakhir. Indeks mencatat rekor penutupan ke-53 pada 2021. Pelaku pasar di wall street percaya lebih banyak penguatan ke depan. best profit

"Kami percaya momentum menuju pembukaan kembali dan pemulihan masih utuh dan ada kenaikan lebih lanjut untuk saham," ujar Chief Investment Officer Global Wealth Management UBS, Mark Haefele, dilansir dari CNBC, Rabu (1/9/2021).

Ia menambahkan, indeks S&P 500 juga didukung pertumbuhan pendapatan yang kuat. "Dengan meluasnya pemulihan ekonomi, kami memperkirakan sektor siklus termasuk energi dan keuangan untuk memimpin," ujar dia.

Haefele melihat indeks S&P 500 bakal naik 1,6 persen menjadi 4.600 pada akhir tahun, dan kemudian naik menjadi 5.000 pada akhir 2022. Pergerakan kuat untuk indeks S&P 500 telah terjadi bahkan ketika varian delta COVID-19 telah menimbulkan kekhawatiran tentang jalur pemulihan ekonomi.

Pada Selasa, 31 Agustus 2021, perusahaan induk Google Alphabet menunda kembalinya secara sukarela ke kantor hingga Januari dan pertengahan Oktober. best profit

"Agustus terbukti menjadi bulan yang tidak terlalu berbeda dengan setiap bulan lainnya tahun ini kecuali Januari, saham menguat," ujar Chris Hussey dari Goldman Sachs.

Ia menuturkan, keuntungan minus tiga persen hanya sekitar rata-rata untuk pasar yang telah naik 20 persen year to date (ytd). Akan tetapi, pergerakan lebih tinggi dalam saham pada bulan lalu terjadi di tengah beberapa tren yang menarik secara tradisional tidak memberikan latar belakang yang baik untuk aset berisiko.

10 dari 11 sektor saham menguat pada Agustus 2021 dipimpin oleh sektor saham keuangan dengan kenaikan lima persen. Seluruh sektor saham positif pada 2021.

Saham Nike turun hampir dua persen. Saham material termasuk Nucor dan perusahaan kimia Dow juga mengalami kesulitan pada perdagangan Selasa pekan ini.

Saham Zoom merosot sekitar 16 persen pada Selasa, 31 Agustus 2021 setelah perusahaan perangkat lunak konferensi video menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang melambat pada kuartal II 2021, membebani Nasdaq.

Saham Apple juga merosot tetapi saham Amazon naik satu persen untuk membantu mengimbangi kerugian tersebut. best profit

Saham Wells Fargo turun lebih dari lima persen dalam perdagangan Selasa sore setelah Bloomberg melaporkan bank tersebut hadapi sanksi lebih lanjut. Hal ini lantara regulator kecewa dengan laju kemajuan memberikan kompensasi kepada korban skandal Wells Fargo sebelumnya. Wells Fargo menolak berkomentar kepada CNBC.

Indeks S&P 500 telah naik 20 persen sepanjang 2021. Indeks acuan tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat sejak pandemi COVID-19 melanda dan sentuh posisi terendah pada Maret 2020.

Di sisi lain, pendapatan perusahaan Stellar telah memberikan dukungan valuasi dan dan harga saham di posisi rendah untuk bergerak lebih tinggi. Dengan musim pelaporan kuartal II 2021, indeks S&P 500 berada di jalur untuk mencapai tingkat pertumbuhan pendapatan 95,4 persen yang akan alami peningkatan terbesar sejak kuartal IV 2009.

"Kami percaya kami masih berada di babak awal siklus dan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan yang kuat serta berada di tingkat lebih rendah hingga 2022 akan mendukung harga saham yang lebih tinggi dan mempertahankan pasar saham untuk menguat," ujar ahli strategi Wells Fargo.

Investor pun sedang menunggu laporan pekerjaan utama pada Jumat pekan ini menjelang akhir pekan Hari Buruh. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan 750.000 pekerjaan yang diciptakan pada Agustus dan tingkat pengangguran turun menjadi 5,2 persen. best profit

Sumber : Liputan6