Thursday, July 9, 2020

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Wall Street Menguat Didorong Lonjakan Saham Apple dan Microsoft

Posted: 08 Jul 2020 05:12 PM PDT

Best Profit (9/7) - Bursa saham di Amerika Serikat menguat pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta). Hal ini didorong oleh kenaikan saham-saham perusahaan teknologi utama seperti Apple dan Microsoft.

Dikutip dari CNBC, Kamis (9/7/2020), Dow Jones Industrial Average ditutup naik 177,10 poin atau 0,7 persen pada 26.067,28. Sebelumnya, Dow naik lebih dari 200 poin dan sempat berubah negatif.
Sementara itu, S&P 500 naik 0,8 persen menjadi 3.169,94 dan Nasdaq Composite naik 1,2 persen menjadi 10.492,50, mencetak rekor penutupan tertinggi. best profit

Saham Apple naik 2,3 persen ke rekor tertinggi setelah analis Deutsche Bank menaikkan target harganya di bursa. Saham Microsoft naik 2,2 persen dan Netflix naik hampir 2 persen. Selain itu, saham Amazon ditutup 2,7 persen lebih tinggi.

Sektor teknologi S&P 500 mengakhiri hari dengan naik 1,6 persen dan membukukan penutupan tertinggi sepanjang masa. best profit

"Sepertinya Anda membalik saklar ketika kasus Covid itu naik, negara ini mengambil langkah mundur dalam hal membuka kembali ekonomi dan semua perusahaan itu mendapatkan permintaan yang tinggi," kata Christian Fromhertz, CEO The Tribeca Trade Group.

Sedangkan perusahaan-perusahaan yang akan mendapat manfaat dari pembukaan kembali ekonomi berada di bawah tekanan untuk sebagian besar hari sebelum rebound di jam terakhir perdagangan. United turun sebanyak 3,8 persen setelah perusahaan memperingatkan 36 ribu karyawan tentang potensi PHK. best profit

AS melaporkan rekor harian lebih dari 60 ribu kasus virus corona pada Selasa. Jumlah total kasus AS yang dikonfirmasi sekarang total lebih dari 3 juta, menurut Universitas Johns Hopkins.
Kematian terkait coronavirus telah meningkat menjadi lebih dari 131.000 di AS, menurut Hopkins. Ketika kasus dan kematian meningkat, data yang dikumpulkan oleh Apple Maps menunjukkan aktivitas mengemudi melambat di seluruh negeri, yang bisa menjadi tanda peringatan untuk kembalinya ekonomi.

"Angka-angka COVID di AS tetap bermasalah dan ini mulai menciptakan hambatan ekonomi," kata Adam Crisafulli, Pendiri Vital Knowledge, dalam sebuah catatan. best profit

Sumber : liputan6

Wednesday, July 8, 2020

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Naik karena Kasus Corona Terus Melonjak

Posted: 07 Jul 2020 05:13 PM PDT

Best Profit (8/7) - Harga emas naik pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta), mendekati level tertinggi dalam 8 tahun. Pendorong kenaikan harga emas ini karena lonjakan kasus Corona mendorong kenaikan permintaan akan instrumen safe haven.

Mengutip CNBC, Selasa (7/7/2020), harga emas di pasar spot naik 0,5 persen menjadi USD 1.783,75 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,2 persen menjadi USD 1.793,50 per ounce.

"Investor ragu, mereka merasa bahwa pemulihan ekonomi ini kembali terganggu angka positif Corona. Jadi mungkin pemulihan akan lebih lama, dan itu seharusnya mendukung harga emas," kata Edward Moya, analis senior OANDA. best profit

Dalam empat hari pertama bulan Juli saja, 15 negara bagian AS telah melaporkan rekor peningkatan kasus Corona yang baru. Sementara kasus terus meningkat di negara-negara lain termasuk India, Australia dan Meksiko.

Mengesampingkan lonjakan kasus Corona baru, saham AS naik setelah pertumbuhan yang tak terduga di sektor layanan AS dan pada harapan pemulihan yang dipimpin China dari kemerosotan ekonomi yang disebabkan oleh wabah Corona.

"Risiko terbesar saat ini adalah jika data terus berkinerja lebih baik, itu mungkin akan menggagalkan kenaikan harga emas," tambah Moya. best profit

Sebelumnya, harga emas menorehkan tonggak penting pada perdagangan pekan lalu karena memberikan sinyal untuk bisa melampaui level USD 1.800 per ounce. Pada pekan lalu, harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi dalam 8 tahun yaitu di angka mencapai USD 1.785,46 per ounce.
Nampaknya tren kenaikan ini tak akan terbentung. Sebagian besar analis dan pelaku pasar yakin harga emas akan terus bullish pada pekan ini mengikuti kenaikan yang telah ditorehkan pekan sebelumnhya.

Mengutip Kitco, Senin (6/7/2020), terdapat 17 analis di Wall Street diwawancarai oleh Kitco. Dari jumlah tersebut, 12 analis atau 70 persen yakin bahwa harga emas akan naik. Tiga analis atau 18 persen memperkirakan harga emas akan turun. Sedangkan sisanya atau 12 persen harga emas stabil. best profit

Selain itu, 1.940 investor ritel atau pelaku pasar ikut dalam jajak pendapat online Kitco. Dari jumlah tersebut, 1.287 responden atau 66 persen percaya bahwa harga emas akan naik di minggu ini. Sedangkan 373 investor lainnya, atau 19 persen mengatakan harga emas akan tertekan. Di luar itu, 280 pelaku pasar atau 14 persen menyatakan netral.

Kenaikan harga logam mulia atau emas ini tidak hanya sesuai dengan momentum dalam hitungan teknikal. Namun para analis melihat bahwa pelaku pasar memang mendukung secara signifikan gerak logam mulia ini.

Menurut para analis, investor akan dengan cepat masuk untuk membeli emas di saat harga mengalami penurunan meskipun hanya sedikit.

Bahkan ketika data tenaga kerja di AS menunjukkan kenaikan pada bulan Juni lalu tidak cukup kuat untuk menekan harga emas. Harga emas tetap berada di jalur kenaikan yang moderat. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, July 7, 2020

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Bursa AS Melompat Usai Saham Amazon dan Netflix Cetak Rekor

Posted: 06 Jul 2020 05:20 PM PDT

Best Profit (7/7) - Bursa saham di Amerika Serikat (Bursa AS) ditutup menguat pada perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Pendorong kenaikan bursa saham yang biasa disebut Wall Street ini karena kenaikan saham-saham di sektor teknologi.

Selain itu, kinerja saham-saham yang cukup solid pada pekan lalu juga menjadi pendorong kenaikan di tengah melonjaknya angka positif corona di AS dan juga dunia.

Mengutip CNBC, Selasa (7/7/2020), Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 459,67 poin atau 1,8 persen menjadi 26.287,03. Untuk indeks S&P 500 menguat 1,6 persen dan mengakhiri hari di 3,179.72. Sedangkan Nasdaq Composite mencapai level tertinggi sepanjang masa dengan melonjak 2,2 persen menjadi 10.433,65. best profit

Ada beberapa alasan yang mendasari kenaikan bursa AS kali ini.

Pertama adalah kenaikan yang dibukukan oleh perusahaan-perusahaan teknologi besar. Saham Apple, Amazon, Microsoft dan Alphabet yang merupakan induk usaha Google semua naik setidaknya 2 persen. best profit

Saham Amazon juga menembus di atas USD 3.000 untuk pertama kalinya. Saham Netflix juga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.

Nasdaq 100 yang merupakan indeks yang berisikan 100 saham non-finansial terbesar di bursa AS melonjak 2,5 persen pada perdagangan Senin, membawa kenaikan lebih dari 21 persen sepanjang 2020.

Sentimen kedua adalah kesepakatan Warren Buffett. Salah satu miliarder di AS ini membuat kesepakatan besar pertamanya di tengah gejolak pasar tahun ini. best profit

Berkshire Hathaway perusahaan besutannya membeli aset perusahaan transmisi dan penyimpanan gas alam Dominion Energy dengan nilai kontrak sekitar USD 10 miliar. Pembelian ini termasuk juga utang-utang yang dimiliki oleh Dominion Energy.

Saham Dominion Energy turun 11 persen sementara saham Berkshire naik 2,4 persen. best profit
Selain itu, ada juga kesepakatan lain yang terjadi di bursa saham AS yaitu yang dilakukan oleh perusahaan Uber.

Saham Uber naik 6 persen setelah mengatakan akan membeli aplikasi pengiriman makanan Postmates. Kesepakatan jual beli tersebut senilai USD 2,65 miliar.

"Ekonomi jauh lebih baik daripada yang dipikirkan sebagian besar ekonom," kata kepala strategi investasi di Capital Wealth Planning, Jeff Saut. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, July 6, 2020

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Stabil Dibayangi Lonjakan Kasus Corona dan Perang Dagang AS-China

Posted: 05 Jul 2020 05:10 PM PDT

Best Profit (6/7) -  Harga emas stabil pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta), karena kekhawatiran atas melonjaknya kasus virus corona secara global dan berlarut-larutnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (4/7/2020), harga emas di pasar spot tidak berubah pada USD 1.775,12 per ons. Pasar di AS tutup pada hari Jumat untuk merayakan Hari Kemerdekaan yang jatuh pada 4 Juli.

Sementara harga emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi USD 1.787,80. best profit

"Keraguan yang menggerogoti ekonomi tampaknya tetap dalam pikiran investor tentang ledakan kasus Covid-19 di AS," kata Jeffrey Halley, Analis Pasar Senior di OANDA.

"Pertimbangan geopolitik juga mengemuka ... dengan hari liburan di AS, dan pada akhir pekan bersama kami, beberapa surga yang diarahkan untuk membeli emas jelas terbukti." best profit

Negara bagian Florida melaporkan lebih dari 10 ribu kasus baru Covid-19 pada hari Kamis pekan ini. Sementara lebih dari 10,76 juta orang telah terinfeksi di seluruh dunia.

Pasar juga terus mewaspadai hubungan perdagangan China dengan Amerika Serikat.

Lebih dari 75 anggota kongres AS mengirim surat kepada Presiden Donald Trump mendesaknya untuk mengambil keputusan resmi tentang apakah perlakuan China terhadap Muslim Uighur dan kelompok lain merupakan kekejaman. best profit

Sementara itu, emas dianggap sebagai investasi yang aman selama terjadinya ketidakpastian politik dan keuangan.

Untuk logam mulia lain, harga palladium stabil di USD 1,901.44 per ounce. Sementara platinum naik 0,5 persen menjadi USD 806,63, dan menjadi kenaikan mingguan pertama dalam enam.
Sedangkan perak naik 0,6 persen menjadi USD 17,90, menuju kenaikan mingguan keempat berturut-turut. best profit

Sumber : Liputan6

Friday, July 3, 2020

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Turun Usai Sentuh Level Tertinggi dalam 8 Tahun Terakhir

Posted: 02 Jul 2020 04:33 PM PDT

Best Profit (3/7) - Harga emas turun dari level tertinggi dalam delapan tahun terakhir pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta). Hal ini karena ekuitas naik didukung oleh data ekonomi AS dan meningkatnya harapan akan perkembangan vaksin virus corona yang potensial.

Dikutip dari CNBC, Kamis (2/7/2020), harga emas di pasar spot turun 0,6 persen menjadi USD 1,770.57 per ounce, setelah sebelumnya mencapai puncaknya sejak Oktober 2012 di level USD 1.788,96.

Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup turun 1,1 persen menjadi USD 1,779,90. best profit

"Perasaan optimisme yang diperbarui terhadap ekonomi AS yang pulih lebih cepat dari yang diharapkan dapat memicu suasana risk-on, pada akhirnya mengurangi selera untuk aset safe haven termasuk emas," kata analis FXTM Lukman Otunuga.

Aktivitas manufaktur AS juga mulai bangkit pada Juni, mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu tahun terakhir, memperkuat pasar saham bersama dengan harapan vaksin yang dikembangkan oleh BioNTech dan Pfizer yang telah menunjukkan potensi dalam uji coba tahap awal.

"Harga emas tetap dalam tren naik pada grafik harian tetapi momentum bisa kehabisan tenaga," kata Otunuga. best profit

Harga emas naik lebih dari 13 persen di kuartal sebelumnya karena kekhawatiran gelombang kedua infeksi dan karena bank sentral global telah meningkatkan langkah-langkah stimulus serta mempertahankan suku bunga rendah guna memudahkan pukulan ekonomi dari pandemi.

"Perbedaan dalam bagaimana pemerintah negara bagian menangani penutupan ekonomi mereka di Amerika Serikat dan kemungkinan kuat bahwa akan ada lebih banyak stimulus akan mendukung kenaikan harga emas," kata Jeffrey Sica, Pendiri Circle Squared Alternative Investments. best profit

Sementara untuk Logam mulia lainnya juga turun, di mana perak jatuh 1,1 persen menjadi USD 17,93. Sebelumnya, logam ini mencapai tertinggi sejak akhir Februari.

Palladium turun 1,1 persen menjadi USD 1,908.68 per ons dan platinum turun 0,4 persen menjadi USD 813,15 per ons. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, July 2, 2020

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Melambung Dekati Level Tertinggi dalam 8 Tahun

Posted: 01 Jul 2020 05:15 PM PDT

Best Profit (2/7) - Harga emas melonjak ke level tertinggi dalam hampir 8 tahun pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pendorong kenaikan harga emas adalah meningkatnya kekhawatiran akan timbulnya gelombang kedua lonjakan virus Corona.
Para investor banyak memindahkan portofolio investasi mereka ke aset-aet safe haven seperti emas. Hal ini membuat logam mulia tersebut masuk ke jalur kenaikan kuartalan terbesar sejak Maret 2016.

Mengutip CNBC, Rabu (1/7/2020), harga emas di pasar spot melonjak 0,5 persen menjadi USD 1.779,44 per ounce. Sesi tertinggi pada perdagangan Selasa mencapai USD 1.785,46 per ounce, tertinggi sejak Oktober 2012. best profit

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS naik 1,1 persen ke level USD 1.800,5 per ounce.
Kepala perdagangan derivatif logam mulia BMO Tai Wong mengatakan, berdasrkan hitungan dari para analis, harga emas bisa mencapai level tertinggi di USD 1.780 per ounce.

Harga emas terus menunjukkan penguatan dan pasar terus mendorongnya menuju ke level USD 1.800 per ounce dalam waktu singkat. best profit

Emas, dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. Sejauh ini harga emas telah menuju kenaikan bulan ketiga, didorong oleh pengucuran stimulus untuk mendukung ekonomi yang telah dihancurkan oleh pandemi Corona.

"Secara fundamental emas akan tetap bullish karena covis-19 mendorong permintaan instrumen safe-haven. Stimulus bank sentral juga menjadi mendorong harga emas hingga bisa mencetak rekor," jelas analis senior Kitco Jim Wyckoff.

Beberapa negara bagian AS mempertimbangkan untuk menutup kembali perekonomian setelah terjadi lonjakan penderita virus Corona Covid-19. best profit

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell pada hari Senin mengatakan prospek ekonomi di Amerika Serikat (AS) sangat tidak pasti sehingga mendorong pelaku pasar untuk memborong logam mulia sehingga harga emas naik.

Sebelumnya, analis melihat harga emas akan lebih fluktuatif di perdagangan pada pekan ini dengan upaya untuk menembus level USD 1.800 per ons.

Harga emas berjangka naik pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu berada di atas USD 1.770 dengan perdagangan Comex untuk pengiriman Agustus yang naik 0,54 persen, dan ditutup pada USD 1.780,10 per ons, setelah sebelumnya sempat mengalami konsolidasi.

Sentimen risk-off di pasar telah membantu emas mempertahankan momentum bullish, tetapi dolar AS yang lebih tinggi telah mencuri perhatian safe-haven dari emas. best profit

"Dolar AS kembali, yang mempengaruhi harga komoditas," kata Pakar Emas Gainesville, Everett Millman dilansir dari laman Kitco, Senin (29/6/2020).

Naiknya harga emas ini seiring dengan lonjakan angka kasus Covid-19 baru di Amerika Serikat yang naik setidaknya 39.818 pada Kamis (25/6) lalu, dan menjadi kenaikan satu hari tertinggi di AS hingga saat ini.

Kekhawatiran tentang bagaimana ini akan berdampak pada pemulihan ekonomi AS, telah menyebabkan aksi jual di pasar saham utama lainnya pada hari Jumat, menyeret Dow turun 500 poin setelah Gubernur Texas, Greg Abbott menarik kembali beberapa kebijakan pelonggaran pembatasan sosial. best profit

"Pada saat ini, jelas bahwa peningkatan kasus sebagian besar didorong oleh jenis kegiatan tertentu, termasuk warga Texas yang berkumpul di bar," kata Abbott.

Sementara itu, kepala strategi global TD Securities, Bart Melek menjelaskan bahwa entimen risk-off baik untuk emas, tetapi eskalasi yang signifikan dalam kasus baru Covid-19 berpotensi menghambat reli emas, karena pada akhirnya semuanya kembali ke ekspektasi inflasi.

"Upaya harga emas untuk menembus ke USD 1.800-an terganggu oleh kekhawatiran virus baru, yang telah menghentikan kenaikan ekspektasi inflasi jangka panjang yang telah kita lihat selama beberapa sesi perdagangan terakhir," kata Malek. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, July 1, 2020

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Harga Emas Stabil di Tengah Kekhawatiran Peningkatan Penyebaran Corona

Posted: 30 Jun 2020 04:45 PM PDT

Best Profit (1/7) - Harga emas hanya berubah sedikit pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Namun harga emas tetap mampu bertahan mendekati puncak tertinggi dalam 8 tahun.

Cepatnya penyebaran virus Corona menjadi ancaman gagalnya harapan akan pemulihan ekonomi di seluruh dunia.

Mengutip CNBC, Selasa (30/6/2020), harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD 1.769,52 per ounce, tetapi hanya USD 9,54 di bawah level tertinggi sejak Oktober 2012 yang dicapai Rabu lalu. best profit

Harga emas juga berada di jalur untuk kenaikan bulanan ketiga berturut-turut dan kenaikan kuartalan terbesar dalam lebih dari empat tahun.

Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,1 persen ke level USD 1.781,20 per ounce.
"Peningkatan kasus virus Corona di sebagian besar Amerika Serikat telah membuat pasar gelisah. hal ini mendukung harga emas," jelas analis senior RJO Futures Bob Haberkorn.

"Harga emas sudah mulai beranjak naik sejak minggu lalu. Tapi saat ini, para pedagang sedang menunggu untuk melihat bagaimana kinerja pasar saham dan jika ekuitas turun emas akan bergerak lebih tinggi," lanjut dia. best profit

Membebani harga emas, adalah dolar AS yang stabil dan kenaikan di Wall Street karena harapan investor pada lebih banyak stimulus bahkan ketika kasus virus corona global terus meningkat.
Sebelumnya, analis melihat harga emas akan lebih fluktuatif di perdagangan pada pekan ini dengan upaya untuk menembus level USD 1.800 per ons.

Harga emas berjangka naik pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu berada di atas USD 1.770 dengan perdagangan Comex untuk pengiriman Agustus yang naik 0,54 persen, dan ditutup pada USD 1.780,10 per ons, setelah sebelumnya sempat mengalami konsolidasi. best profit

Sentimen risk-off di pasar telah membantu emas mempertahankan momentum bullish, tetapi dolar AS yang lebih tinggi telah mencuri perhatian safe-haven dari emas.

"Dolar AS kembali, yang mempengaruhi harga komoditas," kata Pakar Emas Gainesville, Everett Millman dilansir dari laman Kitco, Senin (29/6/2020).

Naiknya harga emas ini seiring dengan lonjakan angka kasus Covid-19 baru di Amerika Serikat yang naik setidaknya 39.818 pada Kamis (25/6) lalu, dan menjadi kenaikan satu hari tertinggi di AS hingga saat ini. best profit

Kekhawatiran tentang bagaimana ini akan berdampak pada pemulihan ekonomi AS, telah menyebabkan aksi jual di pasar saham utama lainnya pada hari Jumat, menyeret Dow turun 500 poin setelah Gubernur Texas, Greg Abbott menarik kembali beberapa kebijakan pelonggaran pembatasan sosial.

"Pada saat ini, jelas bahwa peningkatan kasus sebagian besar didorong oleh jenis kegiatan tertentu, termasuk warga Texas yang berkumpul di bar," kata Abbott.

Sementara itu, kepala strategi global TD Securities, Bart Melek menjelaskan bahwa entimen risk-off baik untuk emas, tetapi eskalasi yang signifikan dalam kasus baru Covid-19 berpotensi menghambat reli emas, karena pada akhirnya semuanya kembali ke ekspektasi inflasi.

"Upaya harga emas untuk menembus ke USD 1.800-an terganggu oleh kekhawatiran virus baru, yang telah menghentikan kenaikan ekspektasi inflasi jangka panjang yang telah kita lihat selama beberapa sesi perdagangan terakhir," kata Malek. best profit

Sumber : Liputan6