Friday, October 30, 2020

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Wall Street Menguat Usai Aksi Jual Besar-Besaran

Posted: 29 Oct 2020 05:24 PM PDT

 


Best Profit (30/10) - Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta). Bursa saham di Amerika Serikat (AS) ini kembali menguat setelah mengalami tekanan yang sangat dalam pada sesi perdagangan sebelumnya.

Saham-saham sektor teknologi menjadi pendorong utama kenaikan. Sentimen pendorong Wall Street adalah data ekonomi yang ternyata lebih baik dari perkiraan awal para analis dan pelaku pasar.

Mengutip CNBC, Jumat (30/10/2020), S&P 500 naik 1,2 persen menjadi 3.310,11 dan Nasdaq Composite naik 1,6 persen menjadi 11.185,59. Untuk Dow Jones Industrial Average ditutup 139,16 poin lebih tinggi atau naik 0,5 persen menjadi 26.659,11.

Pada perdagangan Kamis ini menandai kenaikan harian pertama untuk indeks acuan Dow Jones dalam lima hari. S&P 500 bergerak datar dalam tiga hari sebelumnya. best profit

Saham Amazon dan Apple masing-masing naik 1,5 persen dan 3,7 persen. Alphabet ditutup 3,1 persen lebih tinggi dan Facebook menguat hampir 5 persen.

Enam dari 11 sektor dalam indeks S&P 500 naik lebih dari 1 persen, termasuk layanan teknologi dan komunikasi. Sedangkan saham Netflix melonjak lebih dari 5 persen setelah perusahaan mengumumkan akan menaikkan harga kepada pelanggan AS.

Amazon dan Alphabet melaporkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan setelah laporan yang dikeluarkan oleh Facebook. Sedangkan Apple dijadwalkan untuk mengeluarkan laporan kinerja lada Kamis malam waktu setempat. best profit

Harapan besar diberikan kepada saham-saham sektor teknologi terutama Apple. Karena memang sektor ini yang selama ini menjadi penggerak Wall Street.

"Harapan akan selalu tinggi ketika harga saham mendekati level tertinggi dalam 52 minggu. Ini adalah perusahaan yang berkualitas," kata analis Strategic Wealth Partners Nate Fischer.

"Orang-orang selalu membicarakan tentang saham yang menjadi pendorong. Ini tidak bisa lepas dari teknologi. Jadi, sulit untuk mengalihkan pandangan Anda dari mereka." tambah dia.

Lebih dari 260 perusahaan yang melantai di Wall Street telah melaporkan pendapatan kuartal ketiga sejauh ini. Dari perusahaan-perusahaan tersebut, 85 persen telah melaporkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, October 28, 2020

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Wall Street Tumbang usai Kasus Virus Corona di AS Cetak Rekor

Posted: 27 Oct 2020 05:49 PM PDT

 


Best Profit (28/10) -  Saham berjangka AS jatuh pada Selasa malam dipengaruhi kenaikan kasus infeksi virus corona baru baru ini.

Dikutip dari CNBC, Rabu (28/10/2020), Dow Jones Industrial Average berjangka diperdagangkan 150 poin lebih rendah, atau 0,5 persen. S&P 500 turun 0,6 persen dan Nasdaq 100 berjangka turun 0,4 persen.

Indeks saham Dow turun lebih dari 200 poin selama perdagangan reguler dan S&P 500 tergelincir 0,3 persen. Nasdaq Composite, sementara itu, naik 0,6 persen.

Tindakan pasar yang berbeda pada hari Selasa datang karena nama-nama yang akan mendapat manfaat dari orang-orang yang tinggal di rumah - seperti Amazon dan Zoom Video - naik secara luas. Sementara saham yang bergantung pada pembukaan ekonomi kembali menurun. best profit

Kasus virus corona harian AS telah meningkat dengan rekor rata-rata 69.967 selama seminggu terakhir. Hal ini sesuai data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins. Sementara itu, rawat inap terkait virus corona naik 5 persen atau lebih di 36 negara bagian, menurut data dari Proyek Pelacakan Covid.

Peningkatan ini telah menyebabkan beberapa negara menerapkan kembali langkah-langkah penguncian tertentu. Di AS, negara bagian Illinois telah memerintahkan Chicago untuk menutup tempat makan dalam ruangan.

"Ketidakpastian tentang pembatasan mobilitas terkait COVID-19 dan politik AS berarti kita harus mengharapkan volatilitas tetap tinggi untuk keseimbangan tahun ini," kata Mark Haefele, kepala investasi untuk manajemen kekayaan global di UBS, dalam sebuah catatan. "Namun, kami terus melihat kenaikan saham dalam jangka menengah," tambah dia. best profit

"Dengan sepuluh kandidat vaksin dalam uji coba tahap akhir secara global, skenario utama kami adalah bahwa pembatasan dapat mulai dicabut pada 2Q21, membantu pendapatan perusahaan pulih ke posisi tertinggi sebelum pandemi sekitar akhir 2021," katanya.

Wall Street juga meneliti gelombang terbaru pendapatan perusahaan untuk kuartal sebelumnya, termasuk dari raksasa teknologi Microsoft.

Microsoft melaporkan pendapatannya lebih baik dari perkiraan untuk kuartal sebelumnya karena penjualan dari bisnis cloudnya tumbuh tajam. Namun, saham tersebut merosot 0,3 persen dalam perdagangan setelah jam kerja. best profit

"Redmond terus melihat kekuatan di lapangan karena lebih banyak perusahaan pindah ke cloud," kata analis Wedbush Dan Ives dalam sebuah catatan.

"Ini sangat kontras dengan bencana pendapatan yang kami lihat dari perangkat lunak matang yang mendukung SAP awal pekan ini yang menyoroti pemenang dan pecundang yang jelas dalam pergeseran cloud ini dengan MSFT yang memimpin," lanjutnya.

First Solar juga membukukan angka kuartalan yang mengalahkan ekspektasi analis, mengirimkan sahamnya naik sekitar 10% setelah bel. Boeing, General Electric, UPS dan Fiat Chrysler termasuk di antara perusahaan yang akan melaporkan Rabu sebelum bel. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, October 27, 2020

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Diprediksi Masih Datar hingga Pemilu AS

Posted: 26 Oct 2020 05:22 PM PDT

 


Best Profit (27/10) - Investor tidak boleh berharap untuk melihat harga emas bergerak terburu-buru. Ini karena harga emas diperkirakan akan masih bergerak di sekitar USD 1.900 dalam waktu dekat.

Dikutip dari Kitcho.com, Senin (26/10/2020), harga emas terus berjuang untuk mendapatkan arah karena sentimen di antara para analis pasar jelas beragam. Sementara itu, investor ritel tetap bullish terhadap harga emas minggu ini. Namun, minat di pasar tetap pada level terendah yang tidak terlihat sejak awal tahun.

Adrian Day, presiden dan CEO Adrian Asset Management, menggambarkan aksi harga dan sentimen di pasar emas sebagai dua langkah maju dan mundur. Dia menambahkan bahwa volatilitas ini akan berlanjut hingga setelah Pemilihan Umum AS 3 November 2020.

"Beberapa investor memindahkan segalanya untuk mendapatkan uang menjelang pemilihan. Sementara yang lain semakin frustrasi dengan hilangnya momentum emas," katanya. best profit

"Di sisi lain, investor memanfaatkan penurunan harga emas untuk memanfaatkan kemungkinan tren jangka panjang," tambah dia.

"Perpindahan kursi kepresidenan dan senat oleh salah satu partai akan sangat bullish untuk emas," tambah Day.

Minggu ini 17 analis berpartisipasi dalam survei. Sebanyak 7 pemilih atau 41 persen menyerukan harga emas naik atau diperdagangkan sideways minggu ini. Sementara tiga analis, atau 18 persen, menyerukan harga yang lebih rendah.

Partisipasi dalam survei online mingguan Kitco News, sebanyak 1.305 suara diberikan minggu lalu. Di antara mereka, 800 pemilih, atau 61 persen, mengatakan mereka bullish pada harga emas minggu ini. 255 lainnya, atau 20 persen, mengatakan mereka bearish. Sementara 220 pemilih, atau 20 persen, 19 netral. best profit

Richard Baker, editor Laporan Penambang Eureka, mengatakan bahwa dia cenderung bullish pada emas minggu ini. Namun melihat harga dibatasi sekitar USD 1.920 per ounce.

"Tidak ada kejutan akhir Oktober, itu menantang untuk membayangkan penggerak pasar yang akan memindahkan logam berkilau dari liku-liku tangguh akhir-akhir ini hingga pasca pemilihan," katanya.

Namun, melihat melewati dua minggu ke depan, Baker mengatakan bahwa dia masih melihat harga akan ke USD 2.200 pada akhir tahun.

Nicholas Frappell, general manager global ABC bullion, mengatakan bahwa dia bisa melihat harga emas menguji support di sekitar USD 1.888 dalam waktu dekat.

"Saya pikir USD akan cenderung lebih banyak melakukan penawaran dalam beberapa hari sebelum pemilihan AS," katanya. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, October 26, 2020

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Anjlok ke Bawah USD 1.900 per Ounce

Posted: 25 Oct 2020 05:25 PM PDT

 


Best Profit (26/10) - Harga emas melemah pada penutupan perdagangan hari Jumat (Sabtu pagi waktu Jakarta). Pelemahan harga emas ini karena tekanan nilai tukar dolar AS.

Namun, ketidakpastian yang terjadi pada rencana pemilu AS pada 3 November 2020 membatasi pelemahan harga emas batangan.

Mengutip CNBC, Sabtu (24/10/2020), harga emas di pasar spot turun 0,4 persen menjadi USD 1.896,84 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,3 persen menjadi USD 1.898,40 per ounce.

"Pergerakan harga emas benar-benar mencerminkan nilai tukar dolar AS pada saat ini," kata kepala analis logam mulia BMO, Tai Wong. best profit

Harga emas terus berada dalam koridor USD 1.890 per ounce hingga USD 1.930 per ounce.

"Harga emas masih tertahan di kisaran rendah karena menunggu kepastian stimulus fiskal.

"Optimisme stimulus memudar setelah Direktur Dewan Ekonomi Nasional Larry Kudlow mencatat bahwa negosiasi masih berada dalam taraf ketidaksepakatan," kata analis senior OANDA, Edward Moya.

Harga emas telah naik sekitar 25 persen sepanjang tahun ini terdorong statusnya sebagai lindung nilai terhadap inflasi di tengah stimulus yang didorong pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh dunia. best profit

Pada perdagangan sebelumnya atau kamis kemari, harga emas turun 1 persen menjadi mendekati USD 1.900 per ounce di tengah data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan.

Daya tarik logam tersebut semakin terbebani oleh dolar yang lebih kuat dan keraguan atas paket stimulus AS sebelum pemilihan presiden.

Dikutip dari CNBC, Jumat (23/10/2020), harga emas di pasar spot turun 1,1 persen menjadi USD 1,903,16 per ounce, dan emas berjangka AS turun 1,3 persen menjadi USD 1,904.60. best profit

"Jumlah klaim pengangguran, yang jauh lebih baik dari yang diharapkan, menekan emas," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

"Peningkatan jumlah jenis menghilangkan beberapa urgensi untuk menyelesaikan kesepakatan stimulus sekarang," tambah dia.

Data menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara bagian di AS turun 55 ribu menjadi 787 ribu yang disesuaikan secara musiman minggu lalu, meskipun jumlah keseluruhan masih relatif tinggi.

Sebuah survei Reuters memperkirakan 860 ribu klaim dalam seminggu terakhir. Ini jelas mempengaruhi harga emas. best profit

Sumber : Liputan6

Friday, October 23, 2020

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Menanti Debat Capres AS, Wall Street Melemah

Posted: 22 Oct 2020 06:01 PM PDT

 


Best Profit (23/10) - Saham berjangka AS naik pada Kamis malam karena Wall Street mempertimbangkan potensi stimulus fiskal tambahan. Berita tentang pendapatan dan perawatan virus corona sambil menunggu debat terakhir presiden AS.

Dikutip dari CNBC, Jumat (23/10/2020), Dow Jones berjangka naik 44 poin, atau 0,2 persen. S&P 500 berjangka naik 0,1 persen dan Nasdaq 100 berjangka diperdagangkan lebih tinggi 0,2 persen.

Saham Intel turun lebih dari 9 persen dalam perdagangan setelah jam kerja menyusul rilis angka kuartalan yang beragam untuk pembuat chip. Penghasilan perusahaan sejalan dengan ekspektasi analis, tetapi pendapatan dari bisnis pusat datanya jauh dari perkiraan analis.

Sementara itu, Gilead Sciences naik 4 persen setelah Food and Drug Administration menyetujui obat perusahaan, remdesivir, untuk digunakan sebagai pengobatan melawan virus corona. best profit

Dow dan S&P 500 masing-masing naik 0,5 persen selama perdagangan reguler. Sementara Nasdaq Composite naik 0,2 persen setelah Ketua DPR Nancy Pelosi mengisyaratkan dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin membuat kemajuan dalam negosiasi stimulus fiskal mereka.

"Jika kita tidak membuat kemajuan, saya tidak akan menghabiskan lima detik dalam percakapan ini. Ini tidak lain adalah menurutku upaya serius. Saya yakin kedua belah pihak ingin mencapai kesepakatan," kata Pelosi.

Namun, Pelosi juga melunakkan ekspektasi atas Demokrat dan Republik mencapai kesepakatan sebelum pemilu, dengan mengatakan perlu waktu untuk sebuah RUU untuk ditulis dan ditandatangani.

Pedagang telah mengawasi Washington dalam beberapa pekan terakhir karena mereka mengukur prospek bantuan virus corona baru. Beberapa pakar pasar dan ekonom, termasuk Ketua Federal Reserve Jerome Powell, menganggap penting anggota parlemen mencapai kesepakatan tentang paket stimulus lain. best profit

"Kekuasaan pemerintah masih mencoba untuk mengumpulkan paket bantuan ekonomi lainnya," kata Jim Paulsen, kepala strategi investasi di The Leuthold Group. "Namun, meskipun tunjangan pengangguran yang diberikan oleh CARES Act berakhir pada bulan Juli, di sini, dua setengah bulan kemudian, momentum ekonomi AS sangat sehat," tambahnya.

Komentar Paulsen muncul setelah rilis data pengangguran AS yang jauh lebih baik dari perkiraan pada hari Kamis.

Langkah hari Kamis terjadi menjelang debat kedua antara Presiden Donald Trump dan mantan Wakil Presiden Joe Biden. Debat akan dimulai pukul 9 malam. ET dan akan menjadi yang terakhir sebelum pemilihan presiden 3 November. best profit

Biden memimpin dalam sebagian besar jajak pendapat nasional menuju perdebatan karena kemungkinan untuk apa yang disebut Gelombang Biru tumbuh.

Beberapa pakar pasar, sapuan Demokrat dapat menyebabkan lonjakan harga ekuitas dalam jangka pendek. Namun, manajer hedge fund legendaris Paul Tudor Jones memperingatkan Kamis bahwa skenario ini dapat menekan saham dalam jangka panjang.

"Saya pikir di bawah gelombang biru, dan rencana pajak Biden, aset keuangan dalam jangka panjang sangat menderita," katanya di "Squawk Box" CNBC. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, October 22, 2020

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Wall Street Ditutup Melemah Menanti Kejelasan Stimulus AS

Posted: 21 Oct 2020 05:20 PM PDT

 


Best Profit (22/10) - Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) melemah tipis pada penutupan perdagangan Rabu. Hal ini karena Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin melanjutkan negosiasi mereka tentang paket stimulus fiskal baru.

Dikutip dari CNBC, Kamis (22/10/2020), Dow Jones Industrial Average merosot 97,97 poin, atau 0,4 persen menjadi 28.210,82. Sebelumnya, rata-rata 30 saham di indeks tersebut diperdagangkan lebih dari 100 poin lebih tinggi.

Sementara S&P 500 merosot 0,2 persen menjadi 3.435,56 dan Nasdaq Composite turun 0,3 persen menjadi ditutup pada 11.484,69.

Pelosi mengatakan dia berharap kedua belah pihak dapat menyelesaikan bagian alokasi dari tagihan bantuan virus corona di kemudian hari. best profit

Komentarnya muncul setelah kepala staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan pada hari Selasa bahwa Pelosi dan Mnuchin telah membuat kemajuan yang baik dalam pembicaraan stimulus.

"Pasar tampaknya terpaku pada apa yang kemungkinan akan menjadi pembicaraan stimulus sebelum pemilihan presiden," kata Yousef Abbasi, Ahli Strategi Pasar Global di StoneX.

"Senator Republik telah menolak proposal apa pun yang lebih besar dari 'kesepakatan tipis' mereka dan setiap indikasi adalah bahwa stimulus pra-pemilihan terus menjadi tembakan yang sangat panjang," lanjut dia.

Percakapan Mnuchin dan Pelosi pada Selasa melanjutkan upaya menit-menit terakhir untuk membahas kesepakatan sebelum pemilihan 3 November.

Demokrat dan pemerintahan Trump telah berjuang selama berbulan-bulan untuk mengatasi ketidaksepakatan mendasar atas langkah-langkah stimulus tambahan karena ekonomi terus merasakan beban pandemi virus corona. best profit

Saham Netflix turun hampir 7 persen setelah perusahaan melaporkan pendapatan yang mengecewakan dan melaporkan penambahan pelanggan yang lebih sedikit dari perkiraan. Goldman Sachs dan Boeing adalah anggota Dow yang berkinerja terburuk, masing-masing turun 2,5 persen dan 2 persen.

Penurunan tersebut agak dimitigasi oleh lonjakan 28,3 persen pada pangsa Snap. Saham perusahaan media sosial itu menguat karena hasil yang lebih kuat dari perkiraan untuk kuartal sebelumnya.

Lonjakan Snap mendorong saham ke posisi tertinggi sepanjang masa dan mengangkat Facebook, Twitter, dan Alphabet. Facebook ditutup 4,2 persen lebih tinggi dan Twitter naik 8,4 persen.

Saham Alphabet naik 2,3 persen. Seorang analis Deutsche Bank mengatakan dalam sebuah catatan bahwa hasil Snap menyiratkan bonanza untuk iklan online. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, October 21, 2020

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Naik karena Dolar AS Tertekan

Posted: 20 Oct 2020 04:52 PM PDT

 


Best Profit (21/10) -  Harga emas naik sekitar 1 persen pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Penguatan harga emas ini karena nilai tukar dolar AS melemah dan ekspektasi kesepakatan stimulus AS yang mungkin bisa dicapai jelang pemilihan presiden pada November nanti.

Stimulus ini tentu saja mendorong daya tarik emang sebagai lindung nilai dari inflasi.

Mengutip CNBC, Selasa (20/10/2020), harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi USD 1.906,36 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,3 persen menjadi USD 1.911,70 per ounce.

Kepala Analis Blue Line Futures Chicago, Phillip Streible menjelaskan, harga emas menguat karena tren pelemahan dolar AS dan keyakinan bahwa beberapa paket stimulus akan disepakati dalam 48 jam ke depan. best profit

"Orang-orang percaya bahwa kita akan memasuki periode inflasi hingga kuartal berikutnya. Jadi mereka mulai dari awal." jelas dia.

Dolar AS tergelincir 0,5 persen versus rival, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan pada hari Minggu bahwa perbedaan tetap ada dengan pemerintahan Presiden Donald Trump mengenai paket bantuan yang luas, tetapi dia optimis undang-undang dapat didorong sebelum Hari Pemilihan.

Harga emas telah menguat sekitar 26 persen sepanjang tahun ini karena investor mencari perlindungan dari pandemi virus Covid-19 yang memburuk dan juga risiko inflasi dan penurunan nilai mata uang karena bank sentral global memangkas suku bunga sambil memompa stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya. best profit

Harga emas yang berada di level USD 1.900 per ons dinilai dapat sedikit memberikan ketenangan. Setidaknya sebelum nantinya terkoyak pada saat pemilihan presiden AS pada 3 November 2020 mendatang.

Pasalnya, AS sangat terpolarisasi selama pemilihan ini. Disisi lain, ada pertanyaan yang membayangi apakah Trump akan menerima dan mengakui hasilnya jika rivalnya, Biden menang.

"Ketidakpastian seputar pemilu adalah masalah. Jika Anda tidak mempercayai sistem pemilu, itu adalah masalah," kata Grady. Dikhawatirkan, hal tersebut dapat memicu konflik atau kerusuhan sipil.

"Ketidakpastian tetap menjadi semboyan di pasar. Fakta bahwa harga emas belum benar-benar bergerak dan masih dengan mantap memperdagangkan kisaran dalam dolar mencerminkan keengganan pelaku pasar untuk mengambil posisi agresif menjelang hasil pemilu (dalam pandangan kami, setidaknya, hasil pemilu akan bullish untuk emas, bagaimanapun)," kata kepala analisis pasar StoneX untuk EMEA dan kawasan Asia Rhona O'Connell. best profit

Dilansir dari laman Kitco, Senin (19/10/2020), Wakil presiden senior pedagang logam mulia MKS SA Afshin Nabavi mengatakan, untuk saat ini harga emas kemungkinan akan tetap dalam kisaran antara USD 1.880 dan USD 1.930 per ounce. Dimana harga emas ini mengacu pada dolar dan pasar saham.

"Kami harus menembus USD 1.925 pada sisi atas, dan pada sisi bawah, support yang solid berada di USD 1.880. Sentimen lebih pada sisi bullish untuk logam," kata Nabavi.

Harga emas tak hanya akan dipengaruhi oleh pemilu AS. Melainkan juga paket stimulus yang saat ini pembahasannya masih terus bergulir. Presiden Phoenix Futures and Options LLC Kevin Grady mengatakan, sebelum atau sesudah pemilu, stimulus pada akhirnya akan diloloskan karena kedua calon presiden melihat perlunya pengeluaran yang lebih besar. best profit

"Terlepas dari kandidat presiden mana yang masuk, harga emas pada akhirnya akan naik lebih tinggi. Kedua kandidat akan mengeluarkan uang, dan itu bullish untuk emas. Saya memperkirakan harga emas akan naik kembali menjadi USD 2.000 pada akhir tahun." kata Grady.

Hal lain yang membuat investor berhati-hati adalah potensi adanya gelombang kedua dalam kasus COVID-19. JIka ini terjadi, maka kemungkinan besar pemerintah setempat akan segera kembali memberlakukan penguncian. Hal ini tentu bukan situasi yang menguntungkan.

"Investor global juga memperhatikan perkembangan terbaru seputar penyebaran virus, karena COVID-19 muncul kembali di seluruh Eropa dan Amerika Serikat. Di era pra-vaksin ini, pemulihan ekonomi suatu negara bergantung pada seberapa baik virus itu dapat menahannya. virus corona, karena respons kesehatan setiap negara yang menjadi dasar pemulihan ekonominya, "kata analis pasar FXTM, Han Tan. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, October 20, 2020

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Wall Street Anjlok, Sektor Teknologi Jadi Penekan Utama

Posted: 19 Oct 2020 05:23 PM PDT

 


Best Profit (20/10) - Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Pelemahan bursa saham di New York Amerika Serikat (AS) tersebut terjadi jelang tenggak waktu kesepakatan stimulus ekonomi sebagai penanganan covid-19.

Mengutip CNBC, Selasa (20/10/2020), Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah 410,89 poin atau 1,4 persen menjadi 28.195,42. Sebelumnya pada perdagangan Senin, rata-rata 30 saham naik lebih dari 100 poin.

Sedangkan indeks S&P 500 turun 1,6 persen menjadi 3.426,92 dan Nasdaq Composite mundur 1,7 persen menjadi 11.478,88.

Baik Dow dan S&P 500 membukukan perdagangan terburuk sejak 23 September. Nasdaq membukukan kerugian satu hari terbesar sejak 2 Oktober. best profit

Perdagangan di Wall Street pada Senin ini juga mencatat penurunan lima hari berturut-turut pertama sejak Agustus 2019.

Saham teknologi berkontribusi terhadap penurunan tersebut. Alphabet, Microsoft, Apple dan Amazon semuanya turun setidaknya 2 persen. Facebook merosot 1,7 persen.

Dalam indeks S&P 500, sektor yang mengalami kinerja terburuk adalah sektor energi dan teknologi, masing-masing turun 2,1 persen dan 1,9 persen.

Ketua DPR Nancy Pelosi memberikan waktu 48 jam kepada pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mencapai kesepakatan bantuan sebelum pemilihan 3 November. Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin dijadwalkan untuk bertemu pada Senin sore.

Namun, The Washington Post melaporkan, mengutip sumber yang tidak bisa disebutkan, bahwa pembicaraan mengenai stimulus antara Pelosi dan pemerintah sepertinya masih jauh dari kata sepakat. Berita tersebut membuat Wall Street masuk ke posisi terendah pada perdagangan Senin ini. best profit

"Pasar saham terus menjadi sangat sensitif terhadap pembicaraan apa pun yang berkaitan dengan stimulus," jelas analis senior Wells Fargo Investment Institute, Scott Wren.

"Wall Street reli dari posisi terendah pada Maret karena adanya berita yang lebih baik dalam hal vaksin," tambah dia.

Kasus infeksi virus Covid-19 global mencapai 40 juta pada Senin. Hal ini juga menjadi meredam negatif bagi pasar modal di AS.

Analisis CNBC terhadap data Universitas Johns Hopkins menunjukkan kasus Covid-19 tumbuh sebesar 5 persen atau lebih di 38 negara bagian pada hari Jumat. best profit

Secara nasional, rata-rata kasus harian telah meningkat lebih dari 16 persen dari minggu ke minggu menjadi hampir 55.000.

Infeksi virus Corona baru di Eropa meningkat sekitar 97.000 per hari, naik 44 persen dari minggu sebelumnya.

Bursa saham AS berombak selama seminggu lalu. S&P 500 dan Dow Jones turun selama tiga hari berturut-turut minggu lalu sebelum ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Jumat.

"Banyak arus silang yang membuat resah investor dalam beberapa pekan terakhir," kata analis Jefferies, Sherif Hamid.

"Pemilu AS sudah dekat, stimulus fiskal tetap menjadi katalis potensial jangka pendek utama, dan perkembangan virus tetap penting untuk prospek jangka panjang." jelas dia. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, October 19, 2020

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Intip Prediksi Harga Emas Jelang Pemilu AS

Posted: 18 Oct 2020 06:06 PM PDT

 


Best Profit (19/10) - Harga emas yang berada di level USD 1.900 per ons dinilai dapat sedikit memberikan ketenangan. Setidaknya sebelum nantinya terkoyak pada saat pemilihan presiden AS pada 3 November 2020 mendatang.

Pasalnya, AS sangat terpolarisasi selama pemilihan ini. Disisi lain, ada pertanyaan yang membayangi apakah Trump akan menerima dan mengakui hasilnya jika rivalnya, Biden menang.

"Ketidakpastian seputar pemilu adalah masalah. Jika Anda tidak mempercayai sistem pemilu, itu adalah masalah," kata Grady. Dikhawatirkan, hal tersebut dapat memicu konflik atau kerusuhan sipil.

"Ketidakpastian tetap menjadi semboyan di pasar. Fakta bahwa harga emas belum benar-benar bergerak dan masih dengan mantap memperdagangkan kisaran dalam dolar mencerminkan keengganan pelaku pasar untuk mengambil posisi agresif menjelang hasil pemilu (dalam pandangan kami, setidaknya, hasil pemilu akan bullish untuk emas, bagaimanapun)," kata kepala analisis pasar StoneX untuk EMEA dan kawasan Asia Rhona O'Connell. best profit

Dilansir dari laman Kitco, Senin (19/10/2020), Wakil presiden senior pedagang logam mulia MKS SA Afshin Nabavi mengatakan, untuk saat ini harga emas kemungkinan akan tetap dalam kisaran antara USD 1.880 dan USD 1.930 per ounce. Dimana harga emas ini mengacu pada dolar dan pasar saham.

"Kami harus menembus USD 1.925 pada sisi atas, dan pada sisi bawah, support yang solid berada di USD 1.880. Sentimen lebih pada sisi bullish untuk logam," kata Nabavi.

Harga emas tak hanya akan dipengaruhi oleh pemilu AS. Melainkan juga paket stimulus yang saat ini pembahasannya masih terus bergulir. Presiden Phoenix Futures and Options LLC Kevin Grady mengatakan, sebelum atau sesudah pemilu, stimulus pada akhirnya akan diloloskan karena kedua calon presiden melihat perlunya pengeluaran yang lebih besar.

"Terlepas dari kandidat presiden mana yang masuk, harga emas pada akhirnya akan naik lebih tinggi. Kedua kandidat akan mengeluarkan uang, dan itu bullish untuk emas. Saya memperkirakan harga emas akan naik kembali menjadi USD 2.000 pada akhir tahun." kata Grady. best profit

Hal lain yang membuat investor berhati-hati adalah potensi adanya gelombang kedua dalam kasus COVID-19. JIka ini terjadi, maka kemungkinan besar pemerintah setempat akan segera kembali memberlakukan penguncian. Hal ini tentu bukan situasi yang menguntungkan.

"Investor global juga memperhatikan perkembangan terbaru seputar penyebaran virus, karena COVID-19 muncul kembali di seluruh Eropa dan Amerika Serikat. Di era pra-vaksin ini, pemulihan ekonomi suatu negara bergantung pada seberapa baik virus itu dapat menahannya. virus corona, karena respons kesehatan setiap negara yang menjadi dasar pemulihan ekonominya, "kata analis pasar FXTM, Han Tan.

Harga emas jatuh dan sedang menuju penurunan mingguan pertama dalam tiga pekan terakhir pada perdagangan Jumat. Penurunan harga emas ini karena memudarnya peluang perjanjian stimulus AS sebelum pemilihan presiden 3 November sehingga merusak daya tarik logam sebagai lindung nilai inflasi.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (17/10/2020), harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 1,901,87 per ounce. Bullion turun 1,4 persen sepanjang minggu ini. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,1 persen pada USD 1,906.40.

"Dengan tagihan stimulus tahun ini sangat tidak pasti, harga emas tetap terikat pada USD," kata Tai Wong, Kepala Perdagangan Derivatif Logam Dasar dan Mulia di BMO.

"Sementara sentimen untuk harga emas tetap sangat bullish tanpa pendorong jangka pendek yang kuat, kami tampaknya berosilasi di sekitar USD 1.900 tidak dapat secara substansial menembus kisaran bulanan USD 1.850-USD 1.950," lanjutnya. best profit

Indeks dolar turun 0,2 persen pada hari itu, tetapi berada di jalur untuk kenaikan mingguan. Ini membuatnya lebih mahal bagi pemegang mata uang lain untuk membeli emas.

Laporan penjualan ritel AS yang lebih kuat dari perkiraan mengangkat selera untuk aset berisiko, tetapi produksi manufaktur secara tak terduga turun pada bulan September.

Demokrat dan Republik tampaknya tidak mungkin menyetujui kesepakatan stimulus AS sebelum Hari Pemilu bahkan ketika kasus virus corona terus meningkat dan pemulihan pasar tenaga kerja terhenti. best profit

Harga emas, yang telah naik sekitar 25 persen sepanjang tahun ini, dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang di tengah tingkat stimulus global yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Dengan begitu banyak risiko peristiwa di cakrawala, yang berpuncak dengan pemilihan AS, kami kemungkinan telah melihat posisi terendah dalam emas untuk bulan depan atau lebih," Jeffrey Halley, Analis Pasar Senior di OANDA, mengatakan dalam sebuah catatan.

"Harga emas kemungkinan akan bergeser ke kisaran USD 1.900 menjadi USD 1.975 per ounce saat pemilihan semakin dekat."

Selain harga emas, harga perak merosot 0,3 persen menjadi USD 24,25 per ounce, dan turun lebih dari 3 persen untuk minggu ini. Harga Platinum turun 0,2 persen menjadi USD 862,05, sementara paladium turun 0,9 persen menjadi USD 2.332,20. best profit

Sumber : Liputan6

Friday, October 16, 2020

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Wall Street Anjlok Tertekan Lonjakan Covid-19 di Eropa

Posted: 15 Oct 2020 06:12 PM PDT

 


Best Profit (16/10) - Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta). Pendorong pelemahan bursa saham di Amerika Serikat (AS) ini adalah harapan dari sitmulus Corona di AS yang terus turun. Sentimen lain yang menekan bursa aS adalah total penderita infeksi virus Corona di Eropa terus meningkat.

Mengutip CNBC, Jumat (16/10/2020), bursa saham AS terus tertekan dalam tiga hari ini. Penurunan terdalam terjadi pada sektor teknologi. Namun penurunan tersebut mampu diimbangi penguatan di sektor keuangan dan energi.

Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 19,8 poin atau 0,07 persen ke level 28.494,20. S&P 500 turun 0,2 persen menjadi 3.483,34. Sedangkan Nasdaq Composite mundur 0,5 persen menjadi 11.713,87.

Saham Facebook memimpin penurunan saham teknologi dengan jatuh 1,9 persen di tengah meningkatnya kekhawatiran peraturan. Amazon merosot 0,8 persen. Alphabet dan Microsoft masing-masing turun 0,5 persen dan Apple turun 0,4 persen. best profit

Kerugian tersebut agak diimbangi oleh keuntungan saham-saham bank dan energi. JPMorgan Chase, Morgan Stanley dan Citigroup semuanya naik lebih dari 1 persen. Exxon Mobil dan Chevron masing-masing naik 0,9 persen dan 0,8 persen.

Penurunan Wall Street pada hari Kamis menandai penurunan harian ketiga berturut-turut pada indeks utama. Ini adalah penurunan terpanjang indeks utama tersebut dalam hampir sebulan.

"Gejolak pasar akan berlanjut dalam beberapa minggu ke depan karena investor bersiap untuk sejumlah ketidakpastian," jelas kepala investasi manajemen kekayaan global UBS, Mark Haefele.

Menurutnya, waktu kehadiran atau ketersediaan vaksin, setelah kemunduran untuk Johnson & Johnson, adalah salah satu ketidakpastian tersebut. Kemudian juga ada ketidakpastian kapan pengucuran stimulus fiskal AS dan juga mengenai hasil dari pemilu AS. best profit

"Pemulihan yang tidak merata dalam ekonomi AS juga menambah kekhawatiran investor Wall Street saat musim laporan keuangan dimulai minggu ini." tambah dia.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan kepada CNBC bahwa dia dan Presiden Donald Trump berkomitmen untuk menyelesaikan kesepakatan stimulus. Namun ia mengakui bahwa akan sulit untuk menyelesaikannya sebelum pemilihan presiden AS, tetapi mereka akan terus berusaha.

Mnuchin, berencana untuk berbicara dengan Ketua DPR Nancy Pelosi lagi pada Kamis. Ia memastikan selalu ada kemajuan yang telah dibuat dalam setiap pertemuan, khususnya mengacu pada bahasa pengujian Demokrat untuk kesepakatan tersebut.

Namun, dia mengatakan, politik mungkin menghalangi dan bahwa Demokrat masih menginginkan kesepakatan yang lebih menguntungkan bagi mereka.

Dari Eropa, beberapa pemerintah Eropa memberlakukan kembali pembatasan pandemi untuk mengekang gelombang kedua virus Corona. Prancis telah mengumumkan keadaan darurat kesehatan masyarakat dan Inggris mendekati penguncian nasional kedua. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, October 15, 2020

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Saham Wall Street Terkoreksi, Saham Minyak dan Maskapai Penerbangan Tetap Kuat

Posted: 14 Oct 2020 06:02 PM PDT

 


Best Profit (15/10) - Penurunan harga saham di bursa Wall Street berlanjut hingga perdagangan yang berakhir Kamis dinihari WIB (15/10/2020), dengan ketiga indeks utamanya ditutup lebih rendah.  Namun secara sektoral, terdapat sektor saham yang menguat seperti saham minyak dan maskapai penerbangan.

Indeks Dow Jones turun 165,81 poin atau 0,6 persen menjadi 28.514,00, indeks Nasdaq turun 95,17 poin atau 0,8 persen menjadi 11.768,73 dan indeks S&P 500 turun 23,26 poin atau 0,7 persen menjadi 3.488,67. Tekanan jual saham yang muncul di Wall Street datang merespon komentar dari Menteri Keuangan Steven Mnuchin  tentang RUU stimulus baru di Milken Institute Global Conference yang mengatakan menyelesaikan sesuatu pada RUU stimulus baru sebelum pemilihan akan sulit. best profit

Reaksi negatif juga datang terhadap beberapa berita laporan keuangan perusahaan seperti saham Bank of America anjlok 5,3% setelah raksasa keuangan itu melaporkan pendapatan kuartal ketiga yang mengalahkan perkiraan  tetapi pada pendapatan  lebih lemah dari perkiraan.

Saham raksasa perbankan Wells Fargo  juga anjlok 5,91% setelah melaporkan pendapatan kuartal ketiga yang lebih lemah dari perkiraan, meskipun pendapatannya berada di atas perkiraan. Saham UnitedHealth   juga mengalami tekanan meskipun perusahaan asuransi kesehatan tersebut melaporkan hasil kuartal ketiga yang lebih baik dari yang diharapkan dan menaikkan panduan setahun penuhnya. best profit

Anjloknya saham-saham perbankan tersebut membuat Indeks KBW Bank turun sebesar 1,8 persen. Saham sektor  ritel berada di bawah tekanan  dengan Dow Jones U.S. Retail Index turun 1,6 persen setelah mencapai rekor  tertinggi selama sesi sebelumnya. Saham sektor telekomunikasi juga alami pergerakan  negatif dengan menyeret NYSE Arca North American Telecom Index turun 1,5 persen.

Namun untuk sektor  menguat hari ini seperti saham maskapai penerbangan seperti saham American Airlines naik 1,16%, saham Boeing naik 0,68% dan saham United Airlines naik 0,99%. Kemudian saham minyak kuat  rally harga minyak mentah, saham emas terangkat oleh kenaikan harga emas . best profit

Sumber : Vibiznews

Wednesday, October 14, 2020

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Tergelincir Efek Pemulihan Ekonomi Dunia Lebih Cepat

Posted: 13 Oct 2020 06:06 PM PDT

 


Best Profit (14/10) - Harga emas turun sebanyak 1,9 persen pada hari Selasa, mencapai di bawah USD 1.900 per ounce. Ini karena dolar menguat seiring kebuntuan atas stimulus AS dan karena investor terikat pada rapor ekonomi dari Dana Moneter Internasional.

Dikutip dari CNBC, Rabu (14/10/2020), harga emas di pasar Spot turun 1,7 persen menjadi USD 1,890.01 per ounce. Emas berjangka AS kehilangan 1,8 persen menjadi USD 1.893,70.

"Stagnasi di Washington selama paket stimulus berikutnya terus menekan aset seperti emas yang mengandalkan pelemahan dolar untuk gelombang dukungan berikutnya," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

"IMF dan lembaga lain seperti Federal Reserve AS juga telah mencatat bahwa pemulihan ekonomi telah terjadi sedikit lebih cepat dari yang mereka perkirakan semula, sehingga akan membuat kami percaya bahwa mungkin ada kebutuhan akan stimulus yang lebih rendah di seluruh dunia," tegasnya. best profit

Dolar melonjak 0,4 persen terhadap saingannya, membuat emas mahal.

IMF mengatakan perkiraan untuk ekonomi global tak seburuk yang diperkirakan karena negara-negara kaya dan China pulih lebih cepat dari perkiraan.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan penawaran paket stimulus virus corona terbaru oleh Presiden Donald Trump kurang dari yang dibutuhkan rakyat Amerika.

Harga emas telah dipermainkan selama negosiasi untuk kesepakatan stimulus fiskal, dengan kebuntuan terbaru. "Menghilangkan beberapa pendorong bullish jangka pendek yang kami antisipasi," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

"Tapi semua itu berarti kita akan mendapatkan stimulus nanti, mungkin awal tahun depan dan itu akan menyebabkan harga emas lebih tinggi," tambah dia. best profit

Emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, telah meningkat 25 persen tahun ini di tengah tingkat stimulus global yang belum pernah terjadi sebelumnya selama pandemi.

Setelah mengalami masa yang sulit pada pekan lalu, harga emas diperkirakan bisa melambung pada pekan ini. Kenaikan harga emas dipengaruhi oleh sentimen gejolak pemilu AS.

Mengutip Kitco, Minggu (11/10/2020), meskipun sebagian besar analis dan pelaku pasar memperkirakan harga emas bakal naik, tetapi belum bisa membawa harga emas kembali di atas level USD 2.000 per ounce.

"Kami melihat beberapa potensi kenaikan dalam jangka pendek," kata Darin Newsom, analisis Darin Newsom. "Tetapi kami masih perlu melihat apakah momentum ini bisa bertahan." tambah dia.

Dalam survei Kitco, dari 17 analis yang berpartisipasi, sebanyak 13 analis atau 76 persen memperkirakan harga emas bakal naik. best profit

Sedangkan satu analis atau 6 persen memperkirakan harga emas akan turun dan tiga analis atau 18 persen memperkirakan harga mendatar.

Ada momentum baru kenaikan harga emas pada Jumat lalu. Pada hari itu, harga emas diperdagangkan di level USD 1.928,80 per ounce. Angka tersebut naik 1 persen jika dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.

Meskipun beberapa analis melihat bahwa ada ruang bagi harga emas untuk naik, tetapi mereka tidak yakin bahwa harga emas bisa menembus di atas USD 2.000 per ounce dalam waktu dekat.

"Saya memperkirakan harga emas akan bergerak lebih tinggi minggu ini tetapi ini benar-benar hanya kenaikan dalam jangka pendek," kata Colin Cieszynski, kepala analis SIA Wealth Management.

Cieszynski menambahkan, harga emas membutuhkan lebih banyak stimulus untuk mencapai level tertinggi baru sepanjang masa.

"Sepertinya bank sentral belum siap untuk memompa lebih banyak stimulus ke pasar dan saya kira pemerintah tidak akan melakukan apa pun sampai setelah pemilihan," tambah dia. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, October 13, 2020

PT Bestprofit Futures Malang

PT Bestprofit Futures Malang


Best Profit | Harga Emas Tergelincir karena Pembicaraan Stimulus AS

Posted: 12 Oct 2020 05:58 PM PDT

 


Best Profit (13/10) - Harga emas turun dari posisi puncak tertinggi dalam tiga pekan pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Penekan harga emas adalah semakin positifnya rencana pemberian stimulus fiskal di AS yang menekan daya tarik emas.

Mengutip CNBC, Selasa (13/10/2020), harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 1.923,56 per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 21 September di USD 1.932,96 per ounce.

Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,1 persen menjadi USD 1.928,90 per ounce.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu meminta Kongres untuk mengesahkan RUU bantuan virus Corona. Bantuan tersebut dalam proposalnya menggunakan dana sisa karena negosiasi tentang paket yang lebih luas mengalami penolakan. best profit

"Dalam stimulus ini, kita semula berbicara triliunan, satu satu hari berubah menjadi miliaran dan mungkin di hari berikutnya akan menjadi jutaan. Semakin kecil menjelang pemilihan," kata kepala analis Blue Line Futures di Chicago, Phillip Streible.

Kemungkinan pemberian atau pengucuran stimulus virus Corona di AS yang lebih kecil membebani harga emas.

Harga emas telah naik lebih dari 26 persen sepanjang tahun ini dibantu oleh stimulus dari pemerintah dan bank sentral global karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap risiko inflasi dan pelemahan mata uang. best profit

Investor juga tengah mengawasi pemilihan AS yang akan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan, di mana wakil dari Partai Demokrat Joe Biden dipandang lebih mungkin untuk menang.

"Harga emas akan bergerak lebih tinggi jika Biden menang karena dia akan menghabiskan banyak uang," kata analis senior RJO Futures, Bob Haberkorn.

Segala hal ketidakjelasan menjelang pemilihan juga akan memberikan dukungan kepada harga emas.

Harga emas juga melemah karena indeks utama Wall Street menguat, didukung oleh kenaikan saham teknologi. best profit

Sebelumnya, setelah mengalami masa yang sulit pada pekan lalu, harga emas diperkirakan bisa melambung pada pekan ini. Kenaikan harga emas dipengaruhi oleh sentimen gejolak pemilu AS.

Mengutip Kitco, Senin (12/10/2020), meskipun sebagian besar analis dan pelaku pasar memperkirakan harga emas bakal naik, tetapi belum bisa membawa harga emas kembali di atas level USD 2.000 per ounce.

"Kami melihat beberapa potensi kenaikan dalam jangka pendek," kata Darin Newsom, analisis Darin Newsom. "Tetapi kami masih perlu melihat apakah momentum ini bisa bertahan." tambah dia.

Dalam survei Kitco, dari 17 analis yang berpartisipasi, sebanyak 13 analis atau 76 persen memperkirakan harga emas bakal naik.

Sedangkan satu analis atau 6 persen memperkirakan harga emas akan turun dan tiga analis atau 18 persen memperkirakan harga mendatar. best profit

Ada momentum baru kenaikan harga emas pada Jumat lalu. Pada hari itu, harga emas diperdagangkan di level USD 1.928,80 per ounce. Angka tersebut naik 1 persen jika dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.

Meskipun beberapa analis melihat bahwa ada ruang bagi harga emas untuk naik, tetapi mereka tidak yakin bahwa harga emas bisa menembus di atas USD 2.000 per ounce dalam waktu dekat.

"Saya memperkirakan harga emas akan bergerak lebih tinggi minggu ini tetapi ini benar-benar hanya kenaikan dalam jangka pendek," kata Colin Cieszynski, kepala analis SIA Wealth Management.

Cieszynski menambahkan, harga emas membutuhkan lebih banyak stimulus untuk mencapai level tertinggi baru sepanjang masa.

"Sepertinya bank sentral belum siap untuk memompa lebih banyak stimulus ke pasar dan saya kira pemerintah tidak akan melakukan apa pun sampai setelah pemilihan," tambah dia. best profit

Sumber : Liputan6